dawainusa.com Penutupan jalur penerbangan udara dan pelayaran masuk ke NTT menjadi salah satu opsi untuk menekan penyebaran covid-19.

Pada Sabtu lalu, Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Nusa Tenggara Timur meminta pemerintah menghentikan penerbangan pesawat dari luar menuju Kupang.

Baca juga: PKS Minta Rapid Test Covid-19 Anggota DPR dan Keluarga Dibatalkan

Permintaan tersebut bukan tanpa alasan. Merujuk pada informasi yang dihimpun dawainusa.com, sebanyak 92 warga NTT masuk daftar orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19. Jumlah tersebut meningkat dari beberapa hari sebelumnya yakni 41 orang.

Teda Littik, sebagai ketua PDUI mengatakan, ODP di NTT meningkat sangat cepat karena warga NTT datang dari daerah yang sedang terdampak corona, melalui penerbangan yang terbuka secara bebas.

Bisa saja akan terjadi penularan masif jika tidak menghentikan yang datang dari luar NTT. “Karena itu, kami mau penerbangan jangan masuk dulu ke sini (NTT) untuk sementara waktu,” ujar Teda.

Sayangnya, usulan penutupan penerbangan ke NTT tidak bisa diberlakukan. Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, tak akan menutup jalur penerbangan udara dan pelayaran measuk ke NTT.

Alasan utama gubernur adalah soal ketersediaan logistik. “Tidak mungkin menutup penerbangan, karena itu logistik segala macam kita butuh,” ujar Viktor, Senin (23/3/2020).

Menurut Viktor, yang justru diperlukan saat ini adalah pengawasan, baik di pelabuhan dan bandara. Viktor mengatakan, pihaknya perlu mengawasi siapa saja yang datang ke NTT dan mengukur suhu tubuh.

Untuk mengantisipasi menyebarnya virus corona di NTT, dia meminta peran aktif semua pihak, karena merupakan masalah bersama. Terkait urusan masyarakat membeli kebutuhan pokok di sejumlah pusat perbelanjaan di daerah itu, Viktor mengatakan hal itu tidak masalah.

“Selama pergi ke sana untuk kebutuhan pokok, ya tidak masalah. Tetapi jika untuk duduk-duduk santai maka akan dibubarkan. Bapak Wali Kota Kupang juga sudah bergerak untuk membubarkan kerumunan orang yang tidak penting,” kata Viktor.

Mengapa Penerbangan ke NTT Tak Akan Ditutup?
Gubernur NTT dan Wabub – ist

Perkembangan Penyebaran Covid-19 di NTT

Dalama catatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, per Jumat (20/3/2020) sedikitnya 41 warga NTT masuk daftar kategori orang dalam pemantauan (ODP).41 warga yang ODP itu tersebar di empat kabupaten dan satu kota.

ODP yang terbanyak berada di Kota Kupang yakni 18 orang. Kemudian, disusul Kabupaten Sikka 12 orang. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Barat tujuh orang, Kabupaten Kupang dua orang dan Kabupaten Lembata dua orang.

Baca juga: Penjelasan Ilmuwan Israel Soal Penyebaran Virus Corona yang Melambat

“Data 41 orang yang ODP itu, terhitung mulai 3 Maret 2020 hingga 19 Maret 2020 pukul 22.00 Wita,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Dominikus Minggu Mere beberapa waktu lalu.

Dominikus menyebut, 41 orang itu termasuk juga dengan empat orang warga Kota Kupang yang telah sembuh dan sudah pulang ke rumah masing-masing.

Para pasien yang belum sembuh, lanjut Dominikus, masih menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit rujukan di NTT yakni RSUD WZ Johannes Kupang, TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka dan RSUD Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Sebagian besar warga yang ODP itu, kata Dominikus, adalah warga dengan usia produktif mulai 20-50 tahun. Dominikus memperkirakan, jumlah waga yang masuk kategori ODP, akan terus meningkat di beberapa pekan ke depan.

“Kami prediksi kenaikan ODP itu sumbernya dari bagian barat, karena untuk wilayah timur, sudah ditutup pintu perbatasan oleh Timor Leste,” tutur Dominikus.*