dawainusa.com Demi menekan laju penyebaran Covid-19, masyarakat diminta untuk tidak konsultasi ke rumah sakit di masa pandemi virus corona.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona (Covid-19), Achmad Yurianto meminta.

Baca juga: Melihat Imbauan Pemerintah Setelah NTT Kembali ke Zona Hijau

Yurianto mengatakan, konsultasi saat ini bisa dilakukan secara online melalui berbagai platform telemedicine.

“Kita berharap masyarakat tidak perlu ke rumah sakit untuk sekedar konsultasi ke dokter,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (27/4).

Yuri menjelaskan layanan konsul medis secara langsung ke rumah sakit dapat menyebabkan penularan Covid-19. Sehingga ia lebih menyarankan untuk konsultasi via platform digital.

Sejumlah Rumah Sakit Tutup Praktik Dokter

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Bambang Wibowo mengimbau para dokter dan tenaga kesehatan (nakes) untuk tidak melakukan praktik rutin kecuali dalam keadaan darurat.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip dari CNNIndonesia.com, imbauan melalui surat Nomor YR03.03/III/III8/2020 tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Baca juga: Kronologi Preman di Kupang, NTT Ditusuk Pedagang Gara-gara Rokok

Imbauan tersebut juga ditujukan langsung kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten dan kota serta direktur utama atau kepala rumah sakit.

“Mengimbau dokter dan tenaga kesehatan tidak melakukan praktik rutin kecuali emergency (darurat),” ujarnya, Senin (16/4).

Diketahui Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso telah menutup praktik dokter sejak 16 Maret lalu. RSPI Sulianti Saroso hanya diperuntukan sebagai rumah sakit penanganan Covid-19.

“Sudah sejak tanggal 16 Maret hanya merawat pasien terkait Covid-19,” kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (27/4).

Kemudian RSUD Kota Bogor juga menutup sementara operasional pelayanan berobat atau rawat inap bagi pasien non covid-19. Hal tersebut dilakukan menyusul Surat Edaran Kementerian Kesehatan.

“Kecuali operasional pelayanan perawatan pasien hemodialisa, kanker, pasien kronis yang tidak boleh putus obat, dan pasien gawat darurat,” ujar Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir.

Berdasarkan data hingga Senin (28/4), jumlah pasien positif covid-19 di Indonesia mencapai 9.096 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.151 orang dinyatakan sembuh dan 765 orang meninggal dunia.

Selain meminta masyarakat untuk tidak konsultasi kesehatan ke rumah sakit, pemerintah juga meminta masyarakat untuk tidak mudik demi menekan penyebaran Covid-19.*