Dawainusa.com —¬†Pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda dunia sejak akhir tahun lalu telah meluluhlantahkan tatanan politik, ekonomi dan budaya.

Dinamisme politik dan ekonomi seolah terhenti sejenak, terutama ketika semua orang diminta untuk mengurung diri di rumah dan menghindari kerumunan.

Sejak Juni, pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupaya bangkit dari kurungan virus untuk menghirup udara “new normal”. Kebijakan ekonomi dan politik direlaksasi agar fokus pada komitmen perlawanan bersama terhadap virus.

Salah satunya adalah mengundurkan jadwal pelaksanaan Pilkada serentak agar pemerintah daerah lebih efektif memerangi pandemi.

Karena itu, dalam Pilkada nanti, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar menjadi penanganan Covid-19 menjadi tema debat.

Baca Juga: Jokowi Harap Pilkada Serentak 2020 Tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

Covid-19 Jadi Tema Debat Pilkada

Untuk diketahui, Pilkada serentak tahun ini akan digelar pada 9 Desember mendatang, di 270 wilayah, yang meliputi 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota.

Pilkada serentak 2020 pada mulanya dijadwalkan digelar pada 23 September. Tapi karena pandemi, diundur ke akhir tahun. Tahapan Pilkada pun telah dimulai pada 15 Juni 2020. Pendaftaran paslon akan dibuka awal September nanti.

Menyadari bahwa dampak pandemi begitu signifikan terhadap tatanan politik dan ekonomi, Tito mengusulkan agar Covid-19 menjadi tema pokok dalam debat publik para calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada 2020.

Dalam debat tersebut, lantaran pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhir, calon kepala daerah akan berbicara mengenai penanggulangan krisis akibat Covid-19.

“Pilkada nanti kita akan balik dari potensi penularan, semua isunya adalah mengenai Covid. Saya sudah kompak dengan KPU, debatnya pun mengenai bagimana cara gagasan dan menangani Covid,” kata Tito saat menghadiri sebuah acara di Depok, Jawa Barat, seperti diberitakan Kompas, Kamis (13/8).

Selain menjadi tema debat, Mendagri Tito juga mengusulkan agar alat peraga kampanye (APK) Pilkada juga dikaitkan dengan penanggulangan pandemi Covid-19.

Adapun APK yang dimaksudkan Tito adalah masker atau hand sanitizer yang ditempel pada atribut Pilkada.

Penyertaan APK bertemakan Covid-19 ini akan berbeda dengan tradisi debat selama ini yang umumnya menghadirkan kaos bergambar kandidat calon.

Baca Juga: Kandidat PDIP pada Pilkada Serentak di NTT Masih Teka-teki

Mantan Kapolri itu mengakui bahwa dalam situasi pandemi Covid-19, pertarungan politik para kandidat di Pilkada akan menjadi lebih sulit.

Kekuatan dan sumber daya yang dimiliki kandidat petahana tidak mustahil untuk dikalahkan penantang jika ia tidak memiliki kinerja baik mengatasi pandemi ini.

Hal itu lantaran lawan politik petahana akan menggunakan sumber daya lain seperti relawan politik dan media untuk menghajar kinerja buruk petahana.

Untuk diketahui, Indonesia kini memiliki jumlah kasus harian di atas 1.500 kasus, dengan total 132.816 kasus dan menewaskan 5.968 orang.

Jumlah kasus yang terus meningkat ini memicu tekanan politik dan ekonomi yang makin dalam di dalam pemerintahan.*