Menang Hasil Hitung Cepat, Viktor Laiskodat Diminta Jangan Jual Tanah Rakyat

Menang Hasil Hitung Cepat, Viktor Laiskodat Diminta Jangan Jual Tanah Rakyat

Esthon meminta agar Viktor menjaga tanah rakyat dari investor mengingat kepemilikan tanah masyarakat NTT sangat terbatas. (Viktor Laiskodat - ist)

KUPANG, dawainusa.com –  Hasil hitung cepat (quik count) beberapa lembaga survei di Pilgub NTT menempatkan pasangan nomor urut empat viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nai Soi (Viktory-Joss) unggul dari tiga pasangancalon lainnya.

Meskipun belum mendapat penetapan resmi dari KPU, masyarakat NTT menaruh harapan besar pada keduanya agar benar-benar bekerja untuk NTT dan tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat.

Esthon Foenay, kandidat gubernur NTT nomor urut satu yang berpasangan dengan Christian Rotok termasuk orang yang mengingatkan Viktor soal itu. Beberapa waktu lalu, Viktor Laiskodat mengunjungi kediaman Esthon Foenay.

Dalam kesempatan tersebut Esthon meminta agar Viktor menjaga tanah rakyat dari investor mengingat kepemilikan tanah masyarakat NTT sangat terbatas. Esthon meminta agar tanah masyarakat NTT disewakan ke investor dan tidak boleh dijual.

Baca juga: Harapan Viktory-Joss untuk Lawan Politik di Pilgub NTT

“Pak Viktor kan pebisnis, saya minta kepada pak Viktor untuk menjaga tanah rakyat. Jadi kalau ada investor yang mau berinvestasi, harap jangan jual tanah rakyat. Tanah itu sebaiknya disewakan sehingga rakyat terlibat sebagai pemegang modal atau saham sehingga pemerintah dapat melindungi rakyat,” kata Esthon  sebagaiamana dilansir tribunnews.com.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan Viktor Laiskodat ketika melakukan kampanye di Sumba Barat Daya (SBD) pada Mei lalu. Saat itu ia menghimbau agar masyarakat SBD tidak menjual tanah kepada investor tetapi disewakan.

“Saya minta masyarakat disini jangan jual tanah kepada investor, tetapi disewakan saja untuk pembangunan pariwisata. Kalau tanah dijual maka mereka akan menguasai semuanya dan masyarakat setempat hanya bisa menjadi penonton,” kata Viktor Laiskodat seperti dikutip media lokal setempat.

Harapan Viktor untuk Lawan Politik

Sementara itu, sebelumnya menanggapi hasil hitung cepat yang memenangkan dirinya dengan Josef Nai Soi, Viktor mengaku bangga dan mengatakan keberhasilan tersebut merupakan kemenangan seluruh masyarakat NTT. Ia punmengharapkan lawan-lawan politiknya yang bertarung dalam Pilkada 2018 agar tetap bersatu membangun Nusa Tenggara Timur.

“Kami berharap mereka (lawan politik) bersatu dengan kami untuk membangun NTT yang lebih baik dari saat ini,” kata Viktor Bungtilu Laiskodat kepada para wartawan di Kupang, Kamis (28/6).

Baca juga: Ucapan BKH atas Kemenangan Viktory-Joss dalam Pilgub NTT

Menurutnya, kemenangan dalam Pilkada bukan merupakan tujuan akhir, namun tujuan akhirnya yaitu membangun provinsi berbasiskan kepulauan itu untuk keluar dari ketertinggalan.

“Hari ini kita masih menjadi provinsi termiskin ketiga, kami ingin mencapai tingkat yang lebih baik dari sekarang,” katanya.

Selain itu, Viktor mengatakan, tiga pasangan calon lainnya masing-masing Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris), Marianus Sae-Emelia Nomleni (Marhaen) dan Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) merupakan putra-puteri terbaik NTT.

Untuk itu, Viktory-Joss mengajak para pasangan calon ini agar tetap bersatu dengan pihaknya untuk bersama-sama membangun Nusa Tenggara Timur ke arah yang lebih baik agar bisa keluar dari persoalan kemiskinan dan keterbelakangan.

Jaga Kepercayaan Masyarakat

Viktor pada kesempatan yang sama mengatakan, ia bersama wakilnya akan menjaga kepercayaan yang diberikan masyarakat dan berjanji akan melaksanakan dengan sungguh-sungguh. “Saya mengimbau kepada para pendukung agar tidak melakukan euforia secara berlebihan,” ujarnya.

Tak lupa pula pada kesempatan itu ia menyampaikan terima kasih kepada masyarakat NTT setelah dinyatakan unggul dalam perhitungan cepat pemilihan Gubernur NTT.

“Terima kasih kepada masyarakat NTT karena telah menjatuhkan pilihannya kepada kami untuk memimpin NTT lima tahun ke depan,” kata Viktor.

Baca juga: Tanggapan Ketua KPUD Soal Pelanggaran dalam Pilgub NTT

Sementara itu, terpisah, Benny Kabur Harman (BKH), salah satu calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menyampaikan ucapan selamat kepada rivalnya pasangan Victor Laiskodat dan Josep Nai Soi (Victory-Joss) yang sudah dipastikan menang versi hitung cepat atau quick count.

“Hasil quick count secara akademis memang tidak bisa dibantah. Saya menerima kekalahan versi perhitungan cepat sembari menunggu pengumuman resmi dari KPU,” kata Benny saat konferensi pers di Kupang.

“Saya menyampaikan selamat atas kemenangan saudara saya Victor Laiskodat dan Josep Nai Soi yang dipercayakan masyarakat NTT memimpin daerah ini lima tahun ke depan,” lanjutnya.*