Melki Laka Lena Usulkan Pelaku Perjalanan ke NTT Wajib Tes PCR
Melki Laka Lena/Ist

Dawainusa.com – Anggota DPR RI, Melki Laka Lena menganjurkan agar para pelaku perjalanan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib melakukan tes PCR.

Hal itu diaunjurkan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI tersebut kepada Pemerintah Provinsi NTT agar menetapkan ketentuan kewajiban pelaku perjalanan dari luar daerah pada Senin (21/6/2021).

“Saya kira keluar masuk orang-orang dari daerah yang hari ini tingkat penyebaran COVID-19-nya tinggi itu harus dicek betul statusnya bahwa dia bebas dari COVID-19 dengan menunjukkan hasil tes PCR,” katanya dikutip dari ANTARA.

Baca jugaLuncurkan 5 Aplikasi Pelayanan, Begini Penjelasan BPOM Kupang

Melki Laka Lena Sebut Wajib Tes PCR Guna Mencegah Varian Baru COVID-19

Agggota DPR RI dari Dapil NTT II itu mengatakan hal tersebut penting ditempuh guna mencegah penyebaran varian baru COVID-19 di NTT.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan bahwa tes COVID-10 menggunakan PCR jauh lebih akurat dibandingkan dengan tes cepat antigen yang jika digunakan untuk tes COVID-19 varian baru tidak cukup akurat.

“Dari data yang saya baca bahwa tes cepat antigen tidak cukup akurat jika seseorang terpapar COVID-19 varian baru, oleh karena itu kalau saya secara pribadi lebih memilih tes PCR karena memang akurat,” kata Melki Laka Lena.

Baca jugaSoal Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden, DPR Sebut Khianati Reformasi

Melki mengakui bahwa pasti akan ada penolakan dengan hal ini khususnya masyarakat yang kurang mampu, tetapi hal ini dilakukan untuk kebaikan bersama.

Namun, ujar dia, bagi warga dari daerah minim COVID-19 ingin ke daerah zona merah cukup menggunakan hasil tes antigen karena memang tidak terlalu berisiko.

Melki menambahkan para kepala daerah di NTT perlu mempertimbangkan usulnya tersebut sebagai langkah menekan angka COVID-19 di NTT.

Berdasarkan laporan dari Gugus Tugas COVID-19 nasional per Senin, kasus COVID-19 mengalami penambahan 14.536 kasus, sedangkan yang sembuh bertambah 9.233 orang dan yang meninggal bertambah 294 orang. Sebanyak 14.536 penambahan kasus corona ini membuat total kasus menjadi 2.004.445 kasus.*