Melihat Sejumlah Pernyataan Kontroversial Viktor Laiskodat

Melihat Sejumlah Pernyataan Kontroversial Viktor Laiskodat

KUPANG, dawainusa.com Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat kerap mengeluarkan pernyataan kontraversial yang menghebohkan masyarakat NTT.

Setelah dilantik menjadi guburnur NTT, Viktor memang membuat beberapa terobosan baru yang dinilai dapat membawa kemajuan bagi NTT. Namun, dalam bererapa kesempatan, mantan Ketua Fraksi DPR RI Nasdem itu melontarkan beberapa pernyataan yang menjadi perbincangan di kalangan masyarakat NTT.

Baca juga: Gubernur Viktor Laiskodat dan Posisi Pendatang di NTT

Ada yang setuju dengan pernyataan orang nomor 1 di NTT itu, namun tidak sedikit juga yang menolak dan menentang. Dilansir dari Pos Kupang, berikut pernyataan-pernyataan Viktor Laiskodat yang dinilai kontraversial.

Beberapa Pernyataan Kontraversial Gubernur Viktor Laiskodat

Baca juga: Berhentikan Kadis Nakertrans, Gubernur Laiskodat Dinilai Otoriter

“Kerja sama Pemerintah dan Gereja bukan munafik dan pura-pura”

Viktor laiskodat mengharapkan agar kerja sama yang terjalin antara Pemerintah dan Gereja benar-benar dilakukan untuk kemajuan NTT bukan karena munafik dan pura-pura. “Saya harapkan kerja sama pemerintah dan gereja bukan munafik dan pura-pura tetapi semangat bangun,” ujarnya.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri tahbisan Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, Rabu (26/9) di Maumere, Kabupaten Sikka. Saat itu, Viktor mengatakan apa yang dia sampaikan itu merupakan pidato pertama dalam tahbisan Uskup di NTT.

“Ini sejarah hidup saya. Saya akan catat dengan baik. Ini (pidato) beda dengan pidato politik berhadapan dengan puluhan ribu massa,” ujarnya.

Ia mengatakan tahun 2018 menjadi tahun yang berbahagia bagi masyarakat Sikka karena memiliki Uskup baru dan Bupati baru. “Kita sama-sama orang baru dalam jabatan baru di NTT. Saya dan Pak Wagub baru 21 hari dilantik. Di sini juga bupatinya baru,” kata Viktor.

“Kedepannya provinsi tidak ada lagi rapat. Rapat itu pakai telepon genggam saja”

Hal lain adalah Viktor akan meniadakan kegiatan rapat-rapat oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTT. Menurut Viktor Laiskodat, rapat yang selama ini dilakukan jelas telah menghabiskan anggaran, dibandingkan anggaran untuk pelayanan publik.

“Jadi ke depannya provinsi ini tidak ada lagi rapat-rapat. Rapat katanya cukup pakai telepon genggam saja. Tinggal sampaikan ke saya, bapak kami mohon petunjuk,” tegas Viktor, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12).

“Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga”

Yang paling heboh dari pernyataan Viktor adalah Pernyataan yang menyatakan, Tidak ada Orang Bodoh dan Miskin yang Masuk Surga. Ia menyampaikan hal itu dalam rangka mendorong warganya agar mengubah pola pikir guna membangun wilayahnya.

Menurut Viktor Laiskodat, NTT harus hidup dengan tangan dan keringatnya sendiri untuk membangun sumber daya manusia. Viktor bahkan menyebut, hanya manusia cerdas yang bisa masuk surga. “Karena orang cerdas saja yang masuk surga. Tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” tegasnya.

Kalau sudah bodoh dan miskin, kata Viktor, tentu akan memberatkan diri sendiri, memberatkan lingkungannya, memberatkan keluarganya, memberatkan negaranya, dan memberatkan Tuhan. “Saya sudah berulang kali katakan bahwa tidak ada orang bodoh dan miskin yang masuk surga,” imbuhnya.

“Tidak ada lobi jabatan melalui istri, anak atau keluarga”

Gubernur Viktor berjanji akan intens melakukan reformasi birokrasi di wilayah itu. Viktor akan memilih aparatur sipil yang berkompeten dan berkualitas bagus untuk menduduki jabatan eselon di lingkup Setda NTT, dengan metode sistem merit.

Dia akan meninjau kembali jabatan birokrasi yang ada, untuk mendapatkan pejabat yang profesional dengan sistem seleksi jabatan, agar tercipta peluang yang sama bagi setiap aparatur sipil untuk berkompetisi dalam mengembangkan karyanya.

“Tidak ada lobi jabatan melalui istri, anak atau keluarga saya,” tegas Viktor dalam rapat paripurna istimewa DPRD NTT, di Kupang, Senin (10/9).

“Yang pilih Viktor atau tidak, itu tidak ada urusan. Suku yang sama dengan Viktor itu tidak ada urusan. Agamanya sama pun tidak ada urusan. Selama dia profesional berkomitmen untuk visi ini, maka kita akan pakai,” tegas Viktor.*

COMMENTS