dawainusa.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru saja mengumumkan penambahan sembilan kasus positif corona di NTT, pada Kamis (30/4/2020) lalu.

Dari penambahan sembilan kasus tersebut, tujuh kasus berasal dari Kota Kupang, dan dua kasus dari Kabupaten Manggarai Barat. Sebelumnya, terdapat satu kasus positif, di mana pasien tersebut telah sembuh.

Dalam catatan Pemprov NTT, dua orang pasien positif corona itu pernah melakukan perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan saat menghadiri sebuah acara bernama Ijtima Ulama Dunia 2020.

Beberapa hari ini, sejumlah eks peserta tabligh akbar klaster ijtima ulama Gowa memang sedang disoroti. Banyak dari mereka dinyatakan positif corona setelah melakukan tes swab. Ada juga yang dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes.

Baca juga: Kabar Terkini: Lion Air Group Batal Terbang Mulai 3 Mei 2020

Di NTT, kehadiran mereka menjadi bahan perbincangan publik pasca dua warga Manggarai Barat eks peserta tabligh akbar dinyatakan positif corona. Pemeriksaan di sejumlah daerah pun gencar dilakukan.

Meskipun belum mendapatkan hasil swab, yang bisa memastikan apakah mereka positif corona atau tidak, sejumlah eks peserta tabligh akbar tersebut dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes. Kemungkinan untuk positif corona pun tentu ada.

Di Kabupaten Ende misalnya. Lima orang eks peserta tabligh akbar klaster ijtima ulama Gowa asal Kabupaten Ende dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes.

Kelima eks peserta tabligh akbar tersebut langsung dipindahkan dari Stadion Marilonga ke RSUD Ende menggunakan mobil ambulans, Sabtu (2/5/2020) malam.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, Ignas Gharu, mengatakan, ada 28 eks peserta tabligh akbar klaster Gowa yang berhasil dikumpulkan di Stadion Marilonga.

Namun hingga saat ini, Gugus Tugas Covid-19 Ende belum bisa memastikan total keseluruhan jumlah eks peserta tabligh akbar klaster Gowa asal Ende.

“Dari 28 itu yang sudah kita kumpulkan sejak sore tadi, lima orang hasil rapit tes dinyatakan reaktif, sementara yang lain, yakni 23 orang kita karantina terpusat di rumah jabatan Bupati Ende,” ungkapnya seperti dilansir Pos Kupang, Sabtu (2/5/2020).

Hal yang sama terjadi di Kabupaten Sikka. Melansir Kumparan.com, Sabtu (2/5/2020), berdasarkan hasil rapid tes terhadap 45 jamaah eks peserta tabligh akbar klaster ijtima ulama Gowa asal Kabupaten Sikka, sebanyak 19 orang dinyatakan reaktif berdasarakan rapid tes.

Sebelumnya mereka tiba di Kabupaten Sikka pada tanggal 24 Maret 2020 melalui Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Mereka datang menggunakan KM. Lambelu dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan dengan melakukan cek suhu tubuh oleh tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Sikka.

Pada tanggal 07 April 2020 mereka selesai melaksanakan karantina mandiri, akan tetapi para jamaah tabligh tidak ada satu pun yang melaporkan perkembangan kesehatan di Posko Gugus Tugas COVID-19 Sikka.

Sementara itu, di Kabupaten Manggarai, dua Orang Tanpa Gejala (OTG) klaster Gowa dinyatakan reaktif berdasarkan rapid tes. Keduanya bahkan memiliki riwayat kontak erat dengan dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Manggarai Barat.

Juru Bicara Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Lodovikus Moa, mengatakan hasil tersebut diketahui usai menjalankan dua kali rapid tes.

“Kedua OTG sudah dua kali dilakukan pemeriksaan cepat, dan hasil pemeriksaan keduanya reaktif,” ujarnya seperti dilansir VoxNTT.com.

Fakta Penyebaran Corona Klaster Gowa

Medio Maret, sebuah acara bernama Ijtima Ulama Dunia 2020 sedianya digelar selama empat hari, mulai 19 Maret 2020 hingga 22 Maret 2020 di Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan.

Namun acara yang menuai polemik tersebut akhirnya dibatalkan lantaran digelar di tengah pandemi corona. Meski dibatalkan, Warga Negara Asing (WNA) dari berbagai negara terlanjur berdatangan ke Gowa.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tes SKB Penerimaan CPNS 2019 Tetap Ada

Jumlahnya sekitar 474 WNA dari 12 negara di dunia. Tak hanya itu, acara tersebut juga terlanjur didatangi oleh ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Usai pembatalan acara, para WNA dipulangkan. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat itu meminta agar sebelum dipulangkan, para WNA dikarantina supaya tak berkontak langsung dengan warga.

Lokasi Ijtima Ulama Dunia 2020 juga disemprot dengan disinfektan. Namun setelah kejadian itu, sejumlah kasus positif corona yang menimpa peserta acara bermunculan di berbagai daerah.

Pada akhir bulan Maret, tepatnya Minggu (29/3/2020), seorang pasien positif virus corona di Balikpapan, Kalimantan Timur meninggal dunia. Pasien laki-laki berusia 60 tahun tersebut rupanya baru kembali dari Gowa menuju Balikpapan menggunakan kapal.

“Yang bersangkutan adalah pasien dari klaster acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan,” kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi melansir Kompas.com.

Sepulang dari acara itu, lanjut dia, pasien mengeluh sakit dan dirawat di RSUD Kanujoso pada 20 Maret 2020. Hasil tes swab menyatakan, pasien itu positif terinfeksi Covid-19.

Kemudian, di awal April 2020, empat peserta Ijtima Ulama Gowa asal Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur juga dinyatakan positif corona.

“Empat pasien ini semuanya jadi peserta Ijtima Ulama Gowa tapi kembali ke Kaltim masing-masing,” ungkap Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak seperti dilansir Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Medio April, jumlah pasien positif corona di Kaltim yang merupakan peserta Ijtima Ulama Dunia Gowa mencapai tujuh orang.

Pada awal April 2020, Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah mengumumkan kasus pertama di Kabupaten Kotawaringin, Pangkalan Bun. Pasien berinisial SB itu memiliki riwayat mengikuti Ijtima Ulama di Gowa.

“Saya diinformasikan oleh Kadinkes dan Direktur RSUD Sultan Imanuddin, PDP kita yang berinisial SB positif Covid-19,” kata Nurhidayah, seperti dilansir Kompas, Jumat (3/4/2020).

Selain pasien berusia 48 tahun itu, kata Nurhidayah, rombongan peserta Ijtima Ulama Dunia yang berasal dari wilayahnya berjumlah mencapai 60 orang.

“Makanya ini (harus) menjadi langkah cepat khususnya Tim Gugus dan teman-teman di lapangan untuk segera melakukan tracing kepada 59 jemaah tabligh yang melaksanakan kegiatan bersamaan dengan Saudara SB yang saat ini dinyatakan positif Covid19,” tutur dia.

Sementara itu, melansir Kompas.com, di Kalimantan Utara (Kaltara) belasan peserta Ijtima Ulama Gowa dinyatakan positif corona.

“Dari total pasien positif itu, 12 pasien berasal dari Tarakan dan Nunukan merupakan peserta Ijtima Ulama Gowa,” ungkap Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Agust Suwandy.

Selain itu, 114 paserta Ijtima Ulama lainnya asal Kaltara berhasil dilacak Tim Gugus Tugas dan di karantina. Mereka tersebar di Nunukan sebanyak 47 orang, Bulungan ada 21 orang, Tana Tidung ada dua orang, Tarakan ada 42 orang dan Malinau ada dua orang.

“Kita masih mencari lagi peserta asal Kaltara yang ikut,” tutur Agust.

Jumlah pasien positif corona di Kaltara dari klaster Ijtima Ulama kemudian berkembang menjadi 19 orang pada pertengahan April 2020.

Di Banyumas pun sama. Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, satu keluarga di Banyumas, Jawa Tengah terkonfirmasi positif Covid-19.

Satu dari empat orang anggota keluarga itu, kata Bupati, rupanya pernah mengikuti acara Ijtima Ulama di Gowa.

“Kelurahan Kober ada empat orang yang positif, bapak, ibu, anak dan cucu,” kata Bupati Banyumas seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (18/4/2020).

Dari wilayahnya, ungkap Husein, ada sekitar 60 orang ang berangkat mengikuti acara tersebut. Ada di antara mereka yang menggunakan mobil pribadi, namun ada pula yang menggunakan pesawat

Kota Solo dan Kabupaten Wonosobo pun mengonfirmasi kasus yang sama. Di Solo tiga warga terpapar Covid-19 usai mengikuti Ijtima Ulama Dunia. Sedangkan di Wonosobo, Jawa Tengah, 11 orang pesertanya positif terinfeksi corona.

“Lalu, dari 11 orang itu kita lakukan tracing dan diketahui ada 4 keluarga yang juga positif tertular,” kata Kepala Dinas Kesehatan Yulianto Prabowo seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (18/4/2020).

Padahal, kata Yulianto, merujuk data, peserta asal Jateng yang menghadiri acara tersebut sebanyak 1.500 orang.

“Perkiraan kami ada sekitar 1.500-an orang lebih yang berasal dari Jateng. Menurut laporan per kabupaten/kota yang paling banyak dari Wonosobo,” terang Yulianto.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), dari sembilan pasien positif corona, tujuh orang pernah melakukan perjalanan dari Sukabumi, Jawa Barat. Sementara dua lainnya melakukan perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan.

“Tujuh orang di Kupang itu adalah klaster Sukabumi. Sedangkan dua orang di Manggarai Barat itu klaster Gowa,” ujar Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominggus Mere dalam jumpa pers dengan sejumlah wartawan, Kamis (30/4/2020).*