Dawainusa.com — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan Din Syamsuddin cs sebagai gerakan moral pada Selasa (18/8) lalu.

Menurut Megawati, kemunculan gerakan oposisi tersebut membuat banyak tokoh yang tergabung di dalamnya menginginkan diri menjadi Presiden.

Adapun beberapa tokoh yang hadir dalam deklarasi KAMI berasal dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy, dan Ahmad Yani, dan masih banyak lainnya.

Belakangan mantan pendiri PAN Amien Rais juga mendukung gerakan yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, tersebut.

“Jadi kemarin-kemarin ini ada pemberitaan ada orang kan yang membentuk KAMI, itu KAMI. Di situ kayaknya banyak banget yang kepengin jadi presiden,” ujar Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, melansir Detik.com, Kamis (27/8).

Baca Juga: Dihadiri 150 Tokoh, “KAMI” Siap Dideklarasikan di Jakarta

Megawati: KAMI Harus Berbentuk Partai Politik

Presiden ke-5 RI itu menegaskan bahwa sesuai Undang-undang, setiap orang yang maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden harus didukung oleh partai politik.

Karena itu, Megawati menyarankan agar KAMI berubah menjadi partai politik. Sebab calon independen di Pilpres akan kesulitan mendapatkan dukungan parlemen.

“Saya itu mikir, lah daripada bikin KAMI seperti itu, kenapa ya nggak dulu bikin partai ya,” ujar Megawati.

Baca JugaHeboh, Najwa Shihab Blak-Blakan Ingin Jadi Calon Presiden

Menanggapi sindiran Megawati, KAMI pun menjawab soal alasan mereka tak membuat partai. KAMI menyatakan tak ingin mengubah diri dari gerakan moral ke partai politik.

“Nggak, kami memang tidak mau (jadi partai), kita menjadi partai maka gerakannya bukan gerakan moral lagi, politik, ada politik moral, politik tinggi, high politic, bukan politik rendah,” kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, Rabu (26/8).

Yani menjelaskan soal politik rendah dengan pembentukan partai politik. Dia mengatakan KAMI tak melakukan politik rendah dan ingin berkontribusi kepada negara.

“Kalau politik rendah itu dalam rangka merebut posisi atau menjatuhkan posisi seseorang, (kita) nggak, itu semata-mata kita ingin berkontribusi betul dengan pikiran, data, argumentasi yang ada tentunya address yang kita alamatkan itu adalah institusi formal negara ini,” ujarnya.

Baca JugaViral Kisah Anak Kecil Berani Naik Pesawat Sendiri demi Jenguk Ayahnya yang Sakit

Yani pun secara tegas mengatakan KAMI tak tergoda ingin menjadi partai politik. Namun mempersilakan pihak lain bermain politik praktis di partai politik.

“Nggak akan, itu komitmen kita, karena kita berlatar belakang juga orang-orang yang berlatar belakang politik juga, jadi kita tidak akan mau tergoda betul,” pungkasnya.*