Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Vaksin DPT 1 di Kabupaten Manggarai

Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Vaksin DPT 1 di Kabupaten Manggarai

RUTENG, dawainusa.com – Warga Kabupaten Manggarai Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belakangan ini mengeluh soal langkanya ketersediaan vaksin DPT 1 untuk bayi yang berusia dua bulan di setiap Pustu dan Puskesmas yang ada di daerah tersebut.

Salah satu warga yang diketahui berinisial “U” kepada Dawainusa mengatakan, selama ini mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan vaksin DPT 1 tersebut. Padahal, jelas dia, vaksin DPT ini sangat dibutuhkan untuk kepentingan imunisasi bagi semua bayi yang usianya kurang lebih dua bulan.

“Kami kesulitan untuk mendapatkan vaksin DPT 1 ini untuk bayi kami. Kami sudah tanya ke Pustu dan Puskesmas yang ada, mereka bilang, vaksin tersebut sudah habis,” ujar dia kepada Dawainusa, Rabu (9/11).

Baca juga: Dianggap Haram, Sejumlah Warga Menolak Diimunisasi

Untuk memenuhi kebutuhan imunisasi vaksin DPT 1 tersebut, “U” mengaku bahwa mereka secara terpaksa membelinya ke dokter yang ada di Kota Ruteng dengan harga yang sangat mahal untuk satu kali suntik.

“Ya, karena tidak ada itu vaksin di Pustu dan Puskesmas, kami terpaksa membelinya di dokter. Di dokter kami harus menghabiskan uang sebesar Rp1,2 juta untuk satu kali suntik. Sementara menurut aturannya, suntik vaksin ini harus dilakukan selama 3 kali. Jadi, kami mesti keluarkan uang sejumlah Rp3,6 juta untuk penuhi imunisasi vaksin ini,” terang dia.

Mahalnya harga vaksin DPT 1 ini dikhawatirkan oleh “U” akan berdampak buruk bagi masyarakat yang secara ekonomi bisa dikategorikan sebagai masyarakat kurang mampu.

Karena itu, “U” berharap agar pemerintah sebaiknya segera memperhatikan masalah ini. Sebab, jika tidak demikian, banyak bayi yang ada di Kabupaten Manggarai akan terkena dampak dari persoalan ini.

Penjelasan Kadis Kesehatan Manggarai Soal kelangkaan Vaksin DPT 1

Keluhan warga soal kelangkaan vaksin DPT 1 ini sudah diinformasikan oleh pihak Dawainusa kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai. Kepada Dawainusa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai dr. Weng Yulianus mengakui bahwa hal ini memang benar terjadi.

Ia menerangkan, vaksin untuk imunisasi dasar bagi bayi seperti vaksin BCG, DPT, Polio, Campak, Hepatitis memang diadakan atau disediakan oleh pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Secara prosedural, pihak Kemenkes akan mendistribusikan berbagai vaksin tersebut ke pihak Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkesprov). Kemudian, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten mengambilnya secara rutin ke Dinas Kesehatan Provinsi.

Baca juga: Persoalan Gizi Buruk Bukan Semata-Mata Masalah Kesehatan

Akan tetapi, ia menjelaskan, sudah satu bulan, vaksin DPT 1 tersebut tidak disediakan dari Kemenkes sendiri. “Sejak sebulan ini stok vaksin DPT 1 kosong dari Kemenkes. Sehingga stok di kabupaten juga kosong. Kami baru menghubungi kembali Dinkesprov dan menurut mereka stok sudah dikirim oleh Kemenkes ke Dinkesprop, tetapi agak terbatas.” ungkap dr. Weng kepada Dawainusa, Kamis (9/11).

“Petugas dari Dinkes Kabupaten Manggarai sudah ke Dinkesprov untuk mengambil vaksin rutin yang lain termasuk DPT dan mudah-mudahan besok tiba di Aimere dan lusa sudah tiba di Ruteng. Dengan demikian pemberian DPT sudah bisa diberikan lagi kepada bayi yang membutuhkannya di Posyandu sebagaimana biasanya,”

Vaksin DPT 1 ini, demikian dr. Weng menjelaskan, akan diberikan kepada masyarakat pada saat Posyandu berlangsung. Vaksin ini diberikan secara gratis kepada masyarakat.*

COMMENTS