Ma'ruf Amin Ungkap Penyebab Dunia Hadapi Pelanggaran HAM, Kemisikinan dan Perang
Foto/Ist

Dawainusa.com – Wakil Presiden RI, Kia Haji Ma’ruf Amin mengungkap penyebab terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), kemiskinan dan perang.

Ma’ruf Amin menilai, terjadinya berbagai macam kasus pelanggaran HAM disebabkan kurangnya penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Hal itu dikatan Ma’ruf ketika menghadiri secara daring pada Seminar Internasional Al-Qur’an dan Kongres Al-Qur’an I dalam Rangkaian Milad Ke-50 Tahun Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta, Selasa (1/6/2021).

“Baik karena ketertinggalan kelompok masyarakat tertentu maupun karena arogansi pihak-pihak tertentu yang sudah kuat terhadap kelompok atau pihak-pihak yang lemah,” ungkapnya.

KH Maruf
KH Maruf/Ist

Baca jugaRisma Minta Jajarannya Perkokoh Pengamalan Nilai-nilai Pancasila

Ma’ruf Amin Ungkap Persoalan Dunia Saat Ini

Masalah kemiskinan turut menjadi hal krusial yang perlu ditangani bersama oleh masyarakat dunia.

Menurut Wapres sayangnya kemiskinan dihadapi oleh negara dengan mayoritas penduduk muslim.

“Kemiskinan dan keterbelakangan yang saat ini masih banyak terjadi di negara-negara berkembang, baik di Afrika, Amerika Latin maupun Asia. Bahkan di Amerika dan Eropa pun masih ada persoalan kemiskinan ini. Di antara negara-negara yang menghadapi persoalan kemiskinan itu adalah negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam,” imbuhnya.

Dijelaskannya jumlah orang miskin dunia mengalami penambahan pada 2020.

“Menurut laporan Bank Dunia, pada tahun 2020 jumlah orang miskin di dunia sekitar 664 juta, sedikit mengalami penambahan, yakni sekitar 119-124 juta orang dari tahun sebelumnya (2019),” papar Wapres.

Baca jugaWagub NTT Harap Warga Terus Jaga Kerukunan Hidup Beragama

PBB telah berusaha untuk mengatasi kemiskinan global dengan memasukkannya sebagai urutan pertama dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

“Masing-masing negara, termasuk Indonesia, telah berusaha keras untuk mengatasi kemikinan tersebut melalui upaya-upaya peningkatan bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja,” ucap Wapres.

Konflik perang juga turut menjadi penyumbang masalah besar bagi penduduk dunia.

Dijelaskan Wapres akibat adanya konflik hampir setengah juta orang tewas.

“Menurut data PBB, di tahun 2017 hampir setengah juta (500.000) orang di dunia tewas karena perang, konflik, dan serangan teroris,” terangnya.

Konflik yang terjadi di dunia disebut terjadi secara internal di sebuah negara maupun antara satu negara dengan negara lainnya.

“Konflik atau kekerasan dalam sebuah negara ini adakalanya berbentuk konflik antarkelompok sosial yang berbeda dan adakalanya konflik karena perbedaan agama, politik, atau ideologi,” pungkas Wapres.*