Mantan Legenda AC Milan Menangkan Pemilihan Presiden Liberia

Mantan Legenda AC Milan Menangkan Pemilihan Presiden Liberia

Mantan pemain sepak bola George Weah, berhasil memenangkan pemilihan presiden Liberia dengan presentase 61,5 persen dari 98,1 persen surat suara yang dihitung. (Foto: George Weah - ist)

PROFIL, dawainusa.com Mantan pemain sepak bola George Weah, berhasil memenangkan pemilihan presiden Liberia dengan presentase 61,5 persen dari 98,1 persen surat suara yang dihitung. Legenda Ac Milan itu mengalahkan pesaingnya Joseph Boakai yang hanya mengantongi 38,5 persen suara.

Pengumuman hasil pemilihan presiden tersebut, seperti yang dilaporkan BBC pada Jumat (29/12), dilakukan oleh Ketua Komisi Pemilihan Jerome Korkoyah. Menurut Jerome, partisipasi pemilihan presiden putaran kedua ini mencapai 56 persen.

Baca juga: Israel Abadikan Trump Jadi Nama Stasiun Kereta Yerusalem

Domah Johnson, salah satu pendukung Weah mengatakan, terpilihnya Weah akan mebawa angin segar perubahan di Liberia.

“Saya tahu bersama dia kita bisa mendapatkan Liberia yang lebih baik. Dia akan memberdayakan kaum muda, para wanita, dan akan membangun negara ini,” kata Domah seperti dilansir theguardian.

Merayakan kemenangan Weah, para pendukungnya menggelar arak-arakan di sepanjang jalan ibukota Monrovia dan membunyikan kakson. Weah akan menggantikan Ellen Johnson Sirleaf, presiden wanita pertama yang terpilih di Afrika.

Pemain Terbaik dunia dari FIFA

Weah dibesarkan di perumahan kumuh Clara Town di Monrovia. Ia pernah bergabung dengan klub sepak bola AC Milan, Paris St Germain, dan Chelsea.

Weah menjadi satu-satunya pesepak bola Benua Hitam yang meraih gelar pemain terbaik dunia dari FIFA dan piala pesepak bola terbaik di Eropa, Ballon d’Or.

Baca juga: Balas Dendam, Diplomat Senior Venezuela Diusir dari Brasil

Selama hampir 20 tahun karirnya, Weah juga tercatat sebagai penyokong dana bagi timnas Liberia. Kesempatan terakhir Weah untuk membela The Lone Stars adalah di Piala Dunia Korea-Jepang 2002 silam.

Namun, di akhir babak kualifikasi zona Afrika, Weah harus menuai nestapa karena Liberia tertinggal satu poin dari Nigeria yang berada di peringkat pertama grup B. Akhirnya Tim Elang Super yang lolos ke Jepang bersama empat juara grup zona Afrika lainnya

Pemain Terbaik Dunia 1995

Weah mendapatkan gelar pemain terbaik dunia FIFA dan Ballon d’Or pada tahun 1995 saat dia baru membela AC Milan. Pada perebutan piala Ballon d’Or, Weah meminggirkan bintang Bayern Munich Jurgen Klinsman dan penyerang Ajax Amsterdam Jari Litmanen di posisi kedua dan ketiga.

Namun hanya sebagian kecil dari kontribusi Weah di AC Milan yang membuat dua gelar individu paling bergengsi itu diberikan kepadanya.

Baca juga: Jomblo, Cara Pria Ini Protes ke Tuhan Bikin Seluruh Dunia Marah

Permainan sensasional Weah bersama Paris St Germain (PSG)–sebelum pindah ke Milan–adalah penilaian terbesar diberikannya dua penghargaan itu.

Weah turut membantu PSG mencapai semifinal Liga Champion Eropa. Walaupun gagal mencapai final, Weah menjadi pencetak gol terbanyak turnamen itu dengan torehan 7 gol.

Pada 1996, Weah bisa mengulangi prestasinya menjadi pemain terbaik dunia. Namun, tahun itu ia hanya mampu menjadi runner up di bawah Ronaldo yang bermain untuk Barcelona.

Tak hanya itu, Weah juga akan menggantikan peraih nobel perdamaian yang menjabat sebagai presiden saat ini, Ellen Johnson Sirleaf pada bulan depan. Weah juga akan memimpin transisi demokrasi pertama di negara tersebut sejak 1944.

Tentang Liberia

Republik Liberia adalah sebuah negara di pesisir barat Afrika yang berbatasan dengan Sierra Leone, Guinea, dan Pantai Gading. Liberia pernah dilanda dua perang saudara (1989–1996 dan 1999–2003) yang mengakibatkan ratusan ribu penduduknya mengungsi sekaligus menghancurkan ekonomi Liberia.

Liberia merupakan salah satu negara republik tertua yang dibebaskan dari perbudakan Amerika Serikat pada 1847. Perpindahan kekuasaan secara demokratis terakhir kali terjadi pada tahun 1944, sebelum diambil alih melalui kudeta militer pada 1880, dan perang sipil 14 tahun yang berakhir pada 2003.

Baca juga: Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, 10 Negara yang Ikuti Jejak AS

Bersamaan dengan Ethiopia, Liberia merupakan salah satu dari dua negara modern di Sub-Sahara Afrika tanpa berakar di kolonisasi Eropa Afrika. Berawal pada tahun 1820, wilayah itu dijajah oleh orang kulit hitam dari Amerika Serikat dan sebagian besar dari mereka dibebaskan dari seorang budak.

Imigran ini mendirikan negara baru dengan bantuan dari Masyarakat Kolonisasi Amerika, sebuah organisasi swasta yang percaya bahwa bekas budak akan memiliki kebebasan yang lebih besar dan kesetaraan di Afrika.

Tawanan Afrika dibebaskan dari kapal budak namun bukan dikirim ke negara asal mereka. Pada tahun 1847, berdirilah sebuah negara bernama Republik Liberia yang beribukota di Monrovia.

Kondisi Liberia dalam beberapa dekade terakhir telah stabil, setelah perang sipil yang panjang dan berdarah. Namun, persoalan yang masih tersisa saat ini adalah kemiskinan dan korupsi yang akut.* (AT)