Maju ke Senayan, Bupati Manggarai Timur Mundur dari Jabatan

Maju ke Senayan, Bupati Manggarai Timur Mundur dari Jabatan

Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote, dipastikan mundur dari jabatan sebagai Bupati lantaran dirinya hendak maju sebagai salah satu caleg DPR RI dapil NTT 1 pada 2019 mendatang. (Foto" Yoseph Tote - ist)

BORONG, dawainusa.com Bupati Manggarai Timur, Yoseph Tote, dipastikan mundur dari jabatan sebagai Bupati. Bupati dua periode ini mundur lantaran dirinya hendak maju sebagai salah satu caleg DPR RI dapil NTT 1 pada 2019 mendatang.

Bupati Tote saat dijumpai awak media di ruang kerjanya, Selasa (31/07) lalu, membenarkan hal tersebut. Pengunduruan dirinya karena telah resmi terdaftar sebagai caleg DPR RI periode 2019-2024. Atas keputusannya, Tote mengaku telah siap melepas jabatannya sebagai Bupati.

“Saya sudah resmo daftar ke KPU untuk maju calon DPR RI. Persyaratan sudah saya lengkapi ke partai dan ke KPU. Tentu saya juga sudah siap untuk mundur diri dari jabatan bupati. Untuk syarat pengunduran diri itu masih dalam proses”, ungkap Bupati Tote.

Baca juga: 1000 Lilin di Ruteng untuk Empat Bulan Kasus Penembakan Fredy Taruk

Bertarung ke Senayan Atas Permintaan Masyarakat

Menurut Tote, dirinya maju caleg DPR RI dari Partai Demokrat. Setelah KPU menetapkan daftar calon tetap (DCT), maka sudah dipastikan kursi bupati dia tanggalkan.

Menurut dia, Keinginan maju ke DPR RI, selain karena banyak permintaan dari masyarakat, juga masih ada PR selama dirinya menjabat bupati Matim 2 periode.

Sejumlah pekerjaan yang masih menjadi PR di kabupaten Matim itu, disebutnya seperti pembangunan bandara, perguruan tinggi, jembatan hilir Wae Musur, dan bidang infrastruktur lainnya. Selain untuk wilayah Kabupaten Matim, juga berjuang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seluruh kabupaten di Flores-Lembata.

Baca juga: Kronologi Percobaan Bunuh Diri yang Berhasil Digagalkan Warga

Ia mengatakan, untuk bisa menjalankan semua itu, tentu butuh kerja sama antara pemerintah daerah dan pusat. Di sini, kata Tote, bukan berarti bahwa selama ini DPR RI tidak bekerja.

Tote juga mengaku bahwa dirinya sangat memahami kondisi di Flores-Lembata, khususnya di wilayah Manggarai Raya, serta sudah paham tentang apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.

“Selama ini banyak masyarakat Matim yang minta saya agar bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di Senayan. Permintaan ini salah satu yang membulatkan niat saya untuk maju ke senayan. Yang paling penting, masih ada pekerjaan yang belum tuntas dan menjadi PR. Itu nantinya butuh kontribusi dari pemerintah pusat,” jelas Tote.

Menolak Pemutihan EB 1

Masih terkait pengunduran dirinya, Bupati Tote juga menyatakan menolak adanya pemutihan mobil jabatan bupati atau plat merah EB 1 untuk pribadinya. Menurut Tote, mobil jenis Toyota Fortuner ini,kata dia, masih bisa digunakan oleh pemkab matim kedepan.

“Kalau saya tidak maju DPR RI, berarti saya tidak mundur dari kursi bupati dan masih menjabat hingga Februari 2019. Tapi karena saya sudah resmi masuk partai Demokrat dan resmi mendaftar sebagai calon DPR RI, pernyataan pengunduran diri ini sedang diproses. Mobil plat merah EB 1 juga saya tolak untuk dilakukan pemutihan,” katanya.

Baca juga: Penembakan Fredy Taruk, Upaya Polisi Setelah Kantongi Calon Tersangka

Dalam kesempatan itu, Bupati Tote juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Matim dan seluruh stake holder yang mendukungnya sebagai bupati Matim selama dua periode bersama wakil bupati Matim Agas Andreas.

Tote berharap, niatnya ke Senayan bisa mendapat dukungan penuh dari masyarakat Flores, khususnya Matim.* (Elvys Yunani)