Maju di Pilgub Jatim, Khofifah Segera Pastikan Posisinya di Kabinet Kerja

Maju di Pilgub Jatim, Khofifah Segera Pastikan Posisinya di Kabinet Kerja

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dirinya akan segera memberikan kepastian terkait posisinya di Kabinet Kerja setelah mendapat tugas untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dalam pilkada mendatang. (Foto: Khofifah Indar Parawansa - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, dirinya akan segera memberikan kepastian terkait posisinya di Kabinet Kerja setelah mendapat tugas untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur dalam pilkada mendatang.

“Tanggal 8-9-10, Insya Allah sesuai jadwal KPUD. Antara 8-9-10 bismillah saya dan Mas Emil akan mendaftarkan diri sebagai paslon cagub dan cawagub Jawa Timur,” kata Khofifah di sela rapat koordinasi Tikor Bansos Pangan 2018 di gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, Kamis (04/01).

Menteri Khofifah juga menjelaskan, terkait rencana untuk maju di Pilgub Jatim, Ia telah menginformasikannya kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo dan Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Baca juga: MK Masih Utang Perkara di Tahun 2017, Kode Inisiatif Minta Selesaikan

Ia juga mengaku, telah melakukan berbagai upaya untuk pemenangan dirinya dalam pilgub tersebut dengan membuka posko pemenangan sejak akhir Desember 2017 lalu.

“Saya dan tim pokoknya enggak mengenal waktu dan jam. kami memaksimalkan seluruh konsolidasi pada seluruh proses pemenangan Pilkada Jatim 2018,” ungkap Khofifah seusai peresmian posko.

Sindiran PDIP

Kabar tentang majunya Khofifah dalam Pilkada Jatim menuai sindiran dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tidak akan pernah mengusung para tokoh yang haus akan jabatan.

“Pilkada 2018 aneh. Ada yang sudah jadi menteri ingin jadi gubernur; ada yang semula ngotot ingin menjadi gubernur, mendadak berubah menjadi wakil gubernur; ada yang sedang mengubah kepribadian dengan mendadak tebar pesona,” kata Hasto, Selasa (02/01) lalu.

Baca juga: Maju Dalam Pilgub Sumut, Djarot Mengaku Didukung Ahok

Memang Hasto tidak secara langsung menyebutkan terkait siapa menteri yang dimaksudkannya itu. Tetapi, Menteri Sosial Khofifah ialah satu-satunya menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK yang akan maju dalam pilkada tersebut.

Menurut Hasto, pemimpin yang dicari PDIP ialah sosok yang memiliki karakter kokoh pada keyakinan dan kepribadiannya sebagai pemimpin melayani serta memiliki kemampuan untuk memecahkan berbagai persoalan yang ada.

“Yang terpenting adalah watak kepemimpinan dan kepribadian untuk menyatu bersama rakyat. Karena itulah mengapa assestment psikotes dan Sekolah Partai kami jalankan dengan sungguh-sungguh,” ujar Hasto.

Maju Sebagai Cagub Jatim, Khofifah Dinilai Terbaik

Pengusungan Khofifah pada Pilgub Jatim juga mendapat tanggapan dari Ketua Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Salahuddin Wahid.

Mekipun kedua keponakannya yang lain, yakni Yenny Wahid, Saifullah Yusuf dikabarkan akan maju dalam pilgub itu, Ia mengatakan dirinya akan terus mendukung Khofifah. Sebab, diantara mereka, Khofifah tetap yang terbaik.

Baca juga: Maju Dalam Pilgub Sumut, Djarot Mengaku Didukung Ahok

“Dari ketiga itu (Saifullah Yusuf, Yenny, dan Khofifah) yang terbaik ya Khofifah. Jelas yang terbaik. Lebih memenuhi syarat, cuma itu saja. Ini kan memilih yang terbaik, bukan saudara atau bukan. Andaikan yang maju anak saya pun, tetap Khofifah, karena anak saya tidak lebih baik daripada Khofifah,” kata Gus Solah di Kantor DPP NasDem, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Pilkada Jatim memang akan diramai oleh kader Nahdalatul Ulama (NU). Terkait hal ini, Gus Solah mengatakan, hal itu sama sekali tidak akan mengganggu keberadaan NU.

“Ya nggak apa-apa, biar ramailah. Nggak ada masalah (bila ada perpecahan di NU). Memang (dua kali) kalah, karena waktunya mepet batas akhir pendaftaran itu baru bisa daftar setelah memenuhi syarat, dan partai diborong sama salon lain. Insyaallah saya sih optimistis,” tuturnya.

Adapun kabar tentang rencana Yenny Wahid untuk maju dalam Pilkada Jatim ternyata tidak menimbulkan kecemasan bagi Khofifah. Ia justru mengaku, dirinya tidak akan gentar menghadapi siapa saja yang akan menjadi pesaingnya dalam kontestasi itu.

“Saya tidak pernah melihat hadirnya, misalnya, kandidat baru, paslon baru itu, lebih berat atau lebih ringan,” ungkap Khofifah yang sudah mendapat rekomendasi dari DPP Partai NasDem.

Sebagai seorang petarung sejati yang ditugaskan untuk berlaga dalam pilkada itu, Ia mengatakan telah mempersiapkan diri sepenuhnya. “Jadi teman-teman bisa memaknai bahwa kita bangun demokrasi berkualitas. Jangan ada black campaign,” tuturnya.

Sementara itu, pihak keluarga Yenny Wahid sendiri telah menegaskan akan selalu mendukung Yenny terkai apapun termasuk keinginannya untuk mengikuti perhelatan Pilkada Jatim. Hal itu disampaikan kakak sulung Yenny, Allisa Wahid.

“Kami sekeluarga mendukung apapun yang diputuskan Yenny. Dalam konteks politik, kami mendukung Yenny. Silahkan menunggu, nanti Yenny akan berikan keputusan,” kata Allisa setelah jumpa pers ihwal mengatasi kesenjangan sosial bersama tokoh Muhhamadiyah, NU, dan organisasi Indonesia Tionghoa di Yogyakarta, Rabu (03/04) kemarin.* (YAH).