MA Kabulkan Kasasi Jaksa, Aset Yayasan Supersemar Dieksekusi

MA Kabulkan Kasasi Jaksa, Aset Yayasan Supersemar Dieksekusi

MA memenangkan kasasi pihak Kejaksaan untuk mengembalikan dana negara yang telah diselewengkan oleh Yayasan Supersemar sejak tahun 1970-an.  (Foto: Gedung Makhmah Agung RI, kabarpolisi.com)

JAKARTA, dawainusa.com Setelah melalui persidangan yang alot di pengadilan, akhirnya MA memenangkan kasasi pihak kejaksaan untuk mengembalikan dana negara yang telah diselewengkan oleh Yayasan Supersemar sejak tahun 1970-an.

Kasus bermula sejak Jaksa Agung mewakili rakyat Indonesia melayangkan gugatan terhadap Yayasan milik keluarga Soeharto tersebut  yang  dinilai telah mengakuisi hampir sebagian aset Negara.

(Baca jugaGolkar Diingatkan Ciptakan Sistem yang Menghentikan Nepotisme)

Sebagaimana dilansir detiknews.com, Selasa (31/10), MA, dalam putusan peninjauan kembali (PK) mengatakan, Yayasan Supersemar telah melakukan perbuatan melawan hukum, dan karena itu berkewajiban 75% dana yang terkumpul sejak 1974 dengan asumsi 25% dana telah disalurkan ke yang berhak.

Sebagai tindak lanjut dari putusan ini, ratusan rekening milik Yayasan Supersemar telah dibekukan  dan dalam waktu dekat kejaksaan akan melakukan penyitaan terhadap aset-aset tersebut untuk selanjutnya dikembalikan kepada Negara.

Sebelumnya, saat aset-aset milik yayasan bentukan Soeharto tersebut hendak dieksekusi. Namun, pihaknya keberatan dan mengajukan perlawanan eksekusi. Menyikapi hal ini kejaksaan meladeni upaya hukum yang diajukan oleh Yayasan Supersemar melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(Baca juga: Djarot Lebih Tertarik Komodo Ketimbang Hadiri Pelantikan Anies-Sandy)

Pada tanggal 29 Juni 2016, PN Jakarta Selatan menyatakan Yayasan Supersemar hanya menyelewengkan sekitar 309 miliar hingga 700 miliar aset negara, tidak seperti perhitungan Jaksa Agung sebelumnya yang menilai aset milik Yayasan Supersemar berjumlah triliunan rupiah.

Vonis ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 9 Desember 2016. Atas hal itu, Kejaksaan Agung tidak terima dan melayangkan kasasi. Alhasil, bak gayung bersambut, MA mengabulkan kasasi tersebut.

“Amar putusan kabul,” demikian lansir Panitera MA dalam putusannya.

Perkara nomor 2003 K/PDT/2017 antara Kejaksaan Agung yang diwakili HM Prasetyo melawan Yayasan Supersemar yang diwakili ketua umum Arisetyanto Nugroho. Putusan diketok oleh hakim ketua I Gusti Agung Sumantha dengan anggota Ibrahim dan Maria Anna Samyati.* (RAG)