dawainusa.com Berbatasan langsung dengan China, Vietnam mampu melewati masa lockdown tanpa adanya korban jiwa. Hal ini tentu membuat banyak orang menyoroti bagaimana hal itu bisa terjadi.

Vietnam memulai masa lockdownnya pada awal April, kini lockdown sudah mulai dilonggarkan. Melansir dari Liputan6, Dubes Indonesia untuk Vietnam, Ibnu Hadi memberikan 5 rahasia yang dilakukan Vietnam dalam menghadapi lockdown.

Baca juga: PDP yang Meninggal di Kupang Punya Dua Riwayat Penyakit Penyerta

Dirinya berkata kebijakan cepat di lapangan membuat kasus tidak bayak merebak.

“Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak,” ujar Dubes Ibnu Hadi.

5 Rahasia Vietnam Hadapi Lockdown

Berikut lima rahasia yang dilakukan Vietmam dalam menghadapi lockdown di tengah pandemi corona.

1. Mengikuti Saran WHO

Ibnu Hadi mengatakan, salah satu cara Vietnam untuk dapat menghadapi lockdown adalah selalu mengikuti saran dari WHO.

“Mereka sejak awal itu mereka selalu in close coordination with WHO. WHO punya kantor juga di sini, jadi segala advice yang disampaikan WHO saya berpikir Vietnam langusng menerapkan, sehingga mereka mendapat pujian dari WHO,” tegas Dubes Ibnu Hadi.

Pemerintah Saling Berkoordinasi
Ilustrasi – ist

2. Tidak Meremehkan Virus

Dari awal merebaknya kasus virus corona, Vietnam tidak pernah menganggap ancaman virus ini sebagai sesuatu yang remeh. Alasan inilah yang membuat pada akhirnya Vietnam menjadi lebih sigap dan waspada bahkan jauh ketika hari raya Imlek berlangsung.

“Jadi saya perhatikan seminggu sebelum hari raya Imlek atau tahun baru Lunar, tahun baru China yang jatuh pada 26 Januari mereka sudah ambil ancang-ancang. Di sini namanya Imlek kan banyak kemeriahan ada kembang api, ada perayaan, itu tidak ada. Langsung di-cut. Jadi tidak ada massa berkumpul,” ujar Ibnu.

Identitas Orang Terinfeksi Diungkap
Ilustrasi – ist

 

3. Identitas Orang Terinfeksi Diungkap

Berbeda dengan Indonesia, di Vietnam identitas dari orang yang terinfeksi diungkapkan. Transparansi ini membuat seseorang dapat mengetahui siapa yang terinfeksi, di mana alamatnya, dan ke mana saja orang tersebut berpindah.

“Dalam hal penangangan kasus, saya lihat juga mereka all-out dalam pengertian sampai ke titik agak mencampuri urusan pribadi atau privacy. Jadi kalau ada satu kasus itu kita langsung tahu namanya siapa, alamatnya di mana, dia itu ke mana saja,” ucap Dubes Ibnu Hadi.

4. Rakyatnya Patuh

Hal mendasar yang paling mencolok dan membuat lockdown di Vietnam dapat berjalan tanpa ada korban jiwa adalah kepatuhan rakyatnya. Rakyat Vietnam dinilai sangat patuh terhadap pemerintahan. Sehingga koordinasi dirasa menjadi lebih mudah.

“Ini Vietnam adalah negara komunis sosialis. Nama resminya Republik Sosialis Vietnam, jadi negara di atas segala-galanya. Jadi rakyatnya patuh,” kata Ibnu Hadi.

Pemerintah Saling Berkoordinasi
Ilustrasi – ist

5. Pemerintah Saling Berkoordinasi

Sistem pemerintahan sentralis yang dianut oleh Vietnam ternyata juga memberikan dampak baik bagi keberlangsungan lockdown. Kebijakan cepat di lapangan juga diduga oleh Ibnu sebagai alasan kenapa penyebaran kasus tidak meluas.

“Dia pemerintahannya sentralistis sehingga apa yang diputuskan pimpinan langsung bergerak ke tingkat paling bawah tanpa diskusi atau argumentasi. Jadi once it is decided, semua bergerak. Jadi kebijakannya cepat di lapangan. Dan itu mungkin yang membantu sehingga kasusnya tidak banyak merebak,” jelasnya.*