Pasca Bencana, Listrik 105 Desa di Pulau Adonara Belum Normal
Gambar Ilustrasi/Ist

Dawainusa.com – Pasca bencana banjir bandang siklontropis, listrik 105 desa di Pulau Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) belum normal.

Dilansir dari RRI.co.id, hal itu diungkapkan Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Adonara,Theo Aji Caraka, Rabu (14/04/2021).

“Dari total desa itu yang berhasil menyala 101 desa sementara gardu yang berhasil menyala sebanyak 118 gardu,” ujarnya.

Baca jugaWaspada Bencana, BNPB Surati 30 Provinsi

Kendala Listrik di 105 Desa 

Diketahui, semua wilayah desa dari total 105 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada pulau Adonara,kabupaten Flores Timur tersebut ada sebagian desa yang akses jalannya putus total.

Ia mengatakan secara keseluruhan sistem kelistrikan di pulau Adonara hingga saat ini sudah mencapai 98 persen.

Dari 105 desa itu tinggal 5 desa lagi yang belum diterangi listrik karena terkendala akses jalan yang masih putus.

Theo Aji Caraka menambahkan 5 desa yang belum menyala yakni desa Beloto kecamatan Adonara Timur,desa Kawela, kecamatan Wotanulumado, desa Demondei dan desa Danibao di kecamatan Adonara Barat karna akses jalan masih putus.

“Untuk akses ke lokasi desa itu, hingga saat ini belum bisa sehingga petugas PLN belum bisa mengangkut material ke lokasi,” tutupnya.

Pihaknya masih menunggu perbaikan jalan yang dilakukan oleh pemerintah agar pendropingan material listrik bisa diangkut.

Pulau Adonara
Gambar Ilustrasi/Ist

Baca jugaTerkait Kebakaran Kilang Pertamina, Begini Hasil Investigasi Ombudsman

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir bandang siklon tropis yang menghantam beberapa wilayah di NTT baru-baru ini menimbulkan banyak kerusakan.

Ada pun wilayah yang terdampak bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur seperti, Pulau Sabu, Rote, Kupang, Malaka, Sumba Timur, Lembata, Alor dan Pulau Adonara.

Sementara itu, di Pulau Adonara, banjir bandang siklon tropis telah menimbulkan berbagai macam kerusakan di wilayah tersebut.

Ratusan warga harus mengungsi lantaran rumah mereka terendam banjir.

Tidak hanya itu, bencana tersebut juga telah merenggut puluhan nyawah terutama di wilayah yang mengalami bencana.

Di Pulau Adonara, banjir bandang yang disertai hujan lebat dan angin kencang itu menerjang tiga kecamatan di Pulau Adonara, Flores Timur.

Ketiganya adalah Kecamatan Ile Boleng dengan titik bencana di desa Lamanele, Kecamatan Adonara Timur dengan titik bencana di desa Waiburak, dan kelurahan Waiwerang serta desa Oyangbarang di Kecamatan Wotan Ulumado.*