Likuiditas Bank NTT Aman di Tengah Pandemi Corona

Direktur Umum Bank NTT, Johanis Umbu Landu Praing mengatakan, kondisi Likuiditas Bank NTT di tengah terpaan wabah Virus Corona atau Covid-19 disebut masih tetap aman.

Likuiditas Bank NTT Aman di Tengah Pandemi Corona
Direktur Umum Bank NTT, Johanis Umbu Landu Praing - ist

Dawainusa.com Kondisi Likuiditas Bank NTT di tengah terpaan wabah Virus Corona atau Covid-19 disebut masih tetap aman.

Direktur Umum Bank NTT, Johanis Umbu Landu Praing mengungkapkan, meski saat ini terdapat perlambatan ekonomi secara global yang dipicu oleh pandemi Virus Corona, Bank NTT masih mencatatkan kinerja yang positif.

Baca juga: Mengapa Pemprov NTT Belum Salurkan Bansos ke Masyarakat?

“Dari sisi likuiditas, kami berani sampaikan bahwa meski dalam kondisi (Corona) yang sulit ini, Likuiditas Bank NTT masih sangat aman,” kata Umbu Praing kepada wartawan di Kupang, Kamis (13/5/2020).

Kondisi tersebut menurutnya diproyeksikan akan sampai hingga akhir tahun 2020. Ia mengatakan, beberapa skenario juga telah dilakukan untuk pengelolaan likuiditas bank berupa langkah-langkah antisipatif.

Cetak Laba 143 Miliar

Catatan positif Bank plat merah milik Provinsi NTT ini juga dibuktikan dengan perolehan laba pada triwulan kedua tahun 2020.

Bank NTT tercatat memupuk laba mencapai 143 miliar. Capaian ini disebut sangat baik mengingat banyaknya debitur yang terkendala akibat terdampak virus Corona.

Baca juga: 23 Warga Kota Kupang Kontak Erat dengan Pasien Corona yang Meninggal

“Kita tetap bersyukur karena bisa mendapat laba hingga 143 miliar lebih di tengah situasi sulit ini,” ujar Umbu Praing.

Ia mengatakan, pencapain tersebut tidak terlepas dari komitmen Bank yang terus berpegang teguh pada prinsip dan komitmen untuk terus menjaga tata kelola perusahaan yang baik.

“Kita berharap dan yakin, capaian positif ini akan terus berlangsung ke depannya,” ucapnya.

Langkah-Langkah Strategis

Pada sisi lain, Bank NTT juga terus melakukan pembenahan sistem pelayanan kepada masyarakat. Layanan baru yang dilakukan adalah berupa Sistem Core Banking.

“System Core Banking yang baru bertajuk T24 Bank NTT telah resmi digunakan Bank NTT terhitung sejak Senin 11 Mei 2020,” kata Umbu.

Baca juga: Wagub: Mulai 18 Mei ASN di NTT Kembali Bekerja Seperti Biasa

Langkah strategis ini disebutnya menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat di mana dan kapan
saja.

Ia menjelaskan, sistem aplikasi tersebut merupakan aplikasi inti perbankan berstandar dunia yang dipakai lebih dari 2000 bank di seluruh dunia dengan fitur regulasi yang terintegrasi dan lengkap seperti Antasena, Apolo, PSAK 71, APUPPT, dan telah mengikuti aturan regulasi/roadmap arahan regulasi perbankan (OJK dan BI) serta data center Tier tertinggi di Indonesia (Tier IV).

Dengan T24 ini, demikian Umbu Praing, semakin memperkuat posisi bank NTT sebagai salah satu bank digital di Indonesia serta menjamin sistem informasi dan teknologi (IT) dan ready for the future/ siap menghadapi masa depan.

“Ini adalah pencapaian yang membanggakan bagi Bank NTT karena peralihan System Core Banking dilakukan secara serentak di seluruh kantor cabang di Provinsi NTT dan Surabaya yang memiliki 2 perbedaan waktu. Hal ini merupakan migrasi big bang yang pertama kali didilakukan oleh Bank NTT serta dilakukan pada 250 kantor Bank NTT,” ujar Umbu Praing.*(Juan Pesau)

Artikulli paraprakTak Dilibatkan Dalam Proyek Rp 17 Miliar, Bupati Diancam Bunuh oleh Wakilnya
Artikulli tjetërHeboh Video Syur Mirip Syahrini, Netizen Ungkap Sejumlah Bukti