Lewat Bukunya, Daniels Bercerita Soal Kelakuan Seksual Donald Trump

Lewat Bukunya, Daniels Bercerita Soal Kelakuan Seksual Donald Trump

NEW YORK, dawainusa.com Aktris film dewasa Stormy Daniels pekan lalu membantah adanya hubungan di luar nikah antara dia dengan Donald Trump pada tahun 2006. Namun, bantahan ini sangat berbeda dengan kisah wawancara yang ia ungkapkan sendiri pada tahun 2011.

Melansir nbcnews.com, majalah InTouch baru saja mengumumkan wawancara 7 tahun dengan Daniels. Dalam majalah tersebut, Daniels mengklaim bahwa hubungan seksual dengan Trump dimulai setelah dia bertemu dengan sang calon presiden di turnamen golf selebriti pada Juli 2006 di Lake Tahoe, Nevada.

Baca juga: Ludahi Rombongan Presiden di Jalan Tol, Perempuan Ini Ditangkap Polisi

“Saya sebenarnya tidak ingat mengapa saya melakukannya, tetapi saya ingat ketika kami melakukan hubungan seks, saya seperti berkata ‘Tolong jangan mencoba membayar saya,” ujar Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford.

Menurut InTouch, Daniels mengatakan, perselingkuhannya dengan Trump dimulai setelah Trump mengundangnya makan malam. Daniels muncul di kamar hotel dan bertemu dengan seorang pengawal bernama “Keith.”

Di dalam kamar hotel, Daniels mengatakan bahwa dia mendapatkan Trump  sedang tergeletak di sofa, sedang menonton TV, sambil mengenakan celana piyama. Mereka akhirnya makan malam di kamar dimana Trump membumbuinya dengan pertanyaan bisnis, sedangkan Daniels menanyakan istrinya.

“Dia pergi, oh, jangan khawatir tentang dia,” kata Daniels pada InTouch, meniru ucapan Trump.  Daniels bercerita bahwa mereka berbicara selama berjam-jam saat itu. Setelah itu, ia sempat pergi ke kamar mandi dan kemudian menemukan Trump yang duduk di tempat tidur sambil berkata “kemarilah”.

Kepada InTouch, Daniels mengatakan, perjumpaannya dengan Trump setelah itu terus berlanjut.  Dia mengunjungi Trump di kantornya dan menemuinya di beberapa acara lain setelah itu. Daniels mengakui, ia pernah berbicara dengan Trump melalui telepon beberapa kali.

 Kelakuan Aneh Roethlisberger, Teman Trump, yang Menakutkan

Beberapa tahun berselang, Daniels belum berhenti bersuara. Sebagian orang mengatakan bahwa ia barangkali sedang numpang tenar. Namun, apapun yang ia lakukan tentu tidak bisa disampingkan begitu saja. Biar bagaimanapun juga, ceritanya patut didengarkan.

CNN, melansir lamannya, melaporkan, mereka memiliki salinan eksklusif  pengakuan Daniels dalam bukunya, di mana Daniels merinci “pertemuan seksualnya” dengan Trump. Salinan tersebut membuat publik heboh dan memperpanjang cerita kontroversial mengenai Trump.

Baca juga: Sindiran Keras Adik Kandung Ahok untuk Ma’ruf Amin

Salah satu kutipan cerita yang menarik dari Daniels dalam buku tersebut adalah ketika ia menemui Trump dan temannya di sebuah klub malam. Daniels sempat “takut” dengan gelandang Pittsburgh Steelers Ben Roethlisberger setelah Donald Trump memperkenalkan keduanya pada 2006.

Daniels pergi ke klub malam dan diantar ke bagian VIP di mana Trump dan Roethlisberger sedang terlibat dalam suatu pembicaraan. “Trump sedang duduk di sudut dengan Ben Roethlisberger. Tak lama sebelum ulang tahunnya yang ke dua puluh empat,” tulis Daniels.

“Mereka tengah mengobrol, tetapi Trump berhenti dan tersenyum padaku. Dia membuat wajah ciuman yang mengundang, dan aku hanya mengangguk,” ungkap Daniels.

Bersama Roethlisberger, Daniels mengakui bahwa ia terlibat percakapan tentang banyak hal. Mengakhiri percakapan tersebut, Roethlisberger meminta nomor Daniels.

Daniels menulisnya dan Roethlisberger bertanya apakah itu nomornya yang sebenarnya? Sambil tertawa, Trump  meraih bahu Ben dan Bersandar. “Saya bilang, dia (adalah perempuan yang) pintar,” kata Trump.

Roethlisberger: “Bagaimana kalau ciuman selamat malam?”

Setelah lama bercakap-cakap, Trump kemudian menunjukkan gelagat yang aneh. Alih-alih menyuruh pengawalnya untuk mengantar Daniels ke kamar, ia malah mengutus Roethlisberger untuk menemani Daniels yang sudah kelihatan lelah.

“Tidak apa-apa, jika aku menyuruh Ben mengantarmu ke kamarmu? Apakah kamu keberatan?’ Tanya Trump. Daniels akhirnya diantar oleh Roethlisberger ke kamar. Sampai di kamar, Roethlisberger malah mulai berbasa-basi sambil bertanya, “Oh, bisakah aku melihat ke dalam?’

“Aku benar-benar lelah,” kata Daniels yang langsung memegang kunci dan memasukkannya ke lubang pintu. Ia berhasil menyelinap ke dalam, namun tangan Roethlisberger berhasil meraih pintu. Keduanya saling mendorong pintu dengan ringan dan Roethlisberger tetap saja bersikukuh untuk masuk.

Roethlisberger terus bertanya apakah ia boleh masuk ke kamar Daniels. Namun, Daniels tetap menjawab bahwa ia sangat lelah dan ingin segera tidur. Dengan lancang, Roethlisberger malah berkata, “Bagaimana kalau ciuman selamat malam?”

Mendengar perkataan itu, Daniels membanting pintu dan menutupnya sekuat tenaga. “Dia berdiri di luar dan tidak pergi,” tulis Daniels tentang Roethlisberger.  Si lelaki tetap mengetuk pintu dan mengulangi perkataannya sambil bernyanyi.

Dengan nada mengajak, ia bahkan mengatakan kepada Daniels bahwa ia tidak akan menceritakan hal itu pada Trump bila Daniels membiarkannya masuk ke kamarnya. Namun, karena merasa diganggu secara berlebihan, Daniels menolaknya.

Pengalaman Tersebut Cukup Mengguncang Daniels

Dalam buku tersebut, Daniels mengakui, dia terguncang oleh pengalaman itu. Sekalipun ia jarang takut, itu adalah pengalaman yang membuatnya ketakutan. Tentu, berhadapan dengan orang seperti itu, perempuan mana yang merasa nyaman?

Terkait pengakuan tersebut, CNN telah berulang kali menghubungi agen Roethlisberger, Ryan Tollner untuk mendapatkan komentar baliknya. Sebelumnya, CNN menerbitkan rincian cerita Daniels mengenai pertemuannya dengan Roethlisberger dari bukunya.

Tollner telah mengakui bahwa dia telah menerima pesan CNN dan akan menanggapinya. Di sisi lain, Trump masih tidak mengakui hubungan seksual dengan Daniels, tetapi pengacaranya mengakui membayar Daniels sebesar $ 130.000 untuk bungkam.

Terkait cerita ini, Gedung Putih memilih untuk tidak menanggapi hal tersebut, khususnya mengenai insiden Daniels dengan Roethlisberger. Namun, pada jejak kampanye di tahun 2016, Trump pernah memuji persahabatannya dengan Roethlisberger selama kampanye di Pennsylvania.*