Dawainusa.com — Ledakan besar yang terjadi di Beirut, ibukota Lebanon, pada Selasa (4/8) petang telah mencabik-cabik sebagian penduduk di kawasan di kota itu.

Otoritas kesehatan Lebanon, seperti diberitakan CNN, melaporkan pada Kamis (6/8) siang bahwa ledakan besar tersebut telah menewaskan 137 orang dan melukai 5.000 penduduk.

Sementara itu, ratusan orang dilaporkan hilang, yang menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas akan meningkat seiring upaya evakuasi pasca ledakan.

Pemerintah Lebanon juga melaporkan bahwa lebih dari 300 ribu orang dinyatakan mengungsi dari rumah mereka akibat ledakan di pelabuhan Kota Beirut itu.

Presiden Lebanon Michel Aoun menyatakan Beirut sebagai “kota bencana” dan memberlakukan keadaan darurat selama dua minggu ke depan. Presiden Aoun juga telah menggelontorkan dana sebesar US$66 juta (setara Rp961,9 miliar) untuk tangani bencana.

Gambar satelit titik ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/CGTN.
Gambar satelit titik ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon. Foto/CGTN.

Penyebab Ledakan Masih Diselidiki

Sampai saat ini otoritas Lebanon masih melakukan penyelidikan cermat untuk mengetahui penyebab ledakan, atau “pihak yang bertanggung jawab” atas bencana tersebut.

Namun Perdana Menteri Libanon Hassan Diab mengatakan penyelidikan akan fokus pada sekitar 2.750 metrik ton amonium nitrat peledak yang disimpan di sebuah gudang selama enam tahun, titik awal ledakan itu terjadi.

Diberitakan Reuters, media lokal dan sumber keamanan Lebanon mengatakan pekerjaan pengelasan yang dilakukan di lubang di gudang itu yang memicu ledakan besar.

Ledakan ini terjadi persis di sebelah pelabuhan, sentra ekonomi penting bagi Lebanon. Ledakan membuat pelabuhan tersebut hancur total dengan radius lebih dari 100 meter.

Menteri Penerangan Lebanon Manal Abdel Samad mengatakan kepada media lokal bahwa Kabinet Lebanon setuju untuk menempatkan semua pejabat pelabuhan yang mengawasi penyimpanan dan keamanan sejak 2014 di bawah tahanan rumah.

Asap tebal dan hitam mengepul dari sumber ledakan Lebanon. Foto/Reuters.
Asap tebal dan hitam mengepul dari sumber ledakan Lebanon. Foto/Reuters.

Negara-negara Kirimkan Bantuan

Setelah kejadian, PM Hassan Diab meminta “negara-negara sahabat” untuk mendukung negaranya yang sudah terhuyung-huyung dari krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade serta wabah virus corona yang telah menginfeksi lebih dari 5.000 orang.

Lantas, negara-negara pun mengirimkan bantuan medis darurat, rumah sakit lapangan, ahli penyelamat dan anjing pelacak ke Lebanon pada Rabu (5/8), menurut CGTN.

Negara-negara Teluk, seperti Qatar, mengirim rumah sakit keliling untuk mengurangi tekanan pada sistem medis Lebanon, yang sudah tertekan oleh pandemi virus corona.

Kuwait juga mengirim pasokan medis saat Palang Merah Lebanon mengatakan lebih dari 4.000 orang dirawat karena cedera setelah ledakan.

Sementara itu, unit medis dari pasukan penjaga perdamaian China yang ditempatkan di Lebanon mengatakan pada Rabu mengatakan pihaknya siap dan akan menuju ke Beirut, membawa persediaan medis dan peralatan pelindung.

Satu warganegara China dilaporkan terluka akibat ledakan ini.

Dari Eropa, otoritas di Belanda, Republik Ceko, Inggris, dan Polandia serta Jerman menawarkan berbagai bantuan termasuk dokter, polisi, dan pemadam kebakaran, bersama dengan ahli penyelamat dan anjing pelacak.

Italia mengatakan telah mengirim 14 petugas pemadam kebakaran khusus dalam menilai risiko kimia dan struktur yang rusak untuk memberikan dukungan teknis.

Sementara, Prancis mengatakan pihaknya mengirim ahli pencarian dan penyelamatan menggunakan tiga pesawat militer yang dilengkapi dengan klinik keliling dan berton-ton persediaan medis dan sanitasi.

Presiden Emmanuel Macron sendiri melakukan perjalanan ke Lebanon pada Kamis ini, pemimpin dunia pertama yang melakukannya setelah bencana, ketika Prancis berupaya untuk segera mendorong rekonstruksi di negara itu.

Otoritas Prancis melaporkan bahwa akibat ledakan, ada 21 warga Prancis yang terluka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan mengirim peralatan bedah dari pangkalannya di Dubai setelah tragedi yang mengejutkan itu.

Presiden Joko Widodo pun menyampaikan belasungkawa atas perisitiwa naas melukai ribuan orang tersebut. Ia mengatakan Indonesia akan selalu bersama Lebanon.

“Saya turut berbelasungkawa untuk saudara-saudariku di Lebanon,” kata Jokowi seperti terlihat dalam cuitan di akun Twitter-nya, Kamis (6/8).

Satu warganegara Indonesia yang dikabarkan terluka akibat insiden ini, seperti dilaporkan oleh Kementrian Luar Negeri pada Rabu (5/8).*