Dawainusa.com — Pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggelontorkan dana Rp1,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Proyek infrastruktur untuk pariwisata super premium itu meliputi pembangunan sumber daya air, jalan, jembatan, pemukiman dan perumahan.

Adapun alokasi anggaran untuk pemukiman sebesar Rp646,3 miliar, kemudian untuk jalan dan jembatan senilai Rp420,1 miliar, perumahan sebesar Rp174,5 miliar, dan pembangunan infrastruktur sumber daya air senilai Rp67,7 miliar.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan, semua proyek infrastruktur tersebut dikerjakan untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo dan mendukung pertemuan KTT G-20 pada 2023 mendatang.

“Pemerintah akan membangun berbagai infrastruktur yang memadai di Labuan Bajo dalam menghadapi KTT G-20 nanti,” kata VBL, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pemerintah pusat sendiri telah menunjuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Golo Mori sebagai lokasi pertemuan KTT G-20 tahun 2023.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Labuan Bajo Jadi Pintu Gerbang Pariwisata NTT

Pemerintah Bangun Jalan Labuan Bajo-Wae Rebo

VBL menjelaskan, pemerintah pusat saat ini memang gencar membangun infrastruktur jalan mulai dari Bandara Komodo hingga ke lokasi perhelatan pertemuan KTT G-20.

Ia berharap pembangunan jalan itu nantinya bisa memangkas perjalanan dari Bandara Komodo ke Golo Mori, lokasi pertemuan KTT G-20, menjadi lebih cepat.

VBL tak menampik bahwa nantinya Wae Rebo di Kabupaten Manggarai akan menjadi lokasi wisata yang potensial untuk dikunjungi para peserta pertemuan KTT G-20.

Selain terkenal di dunia internasional karena eksotisme rumah tradisional, letak Wae Rebo tidak jauh dari Labuan Bajo, pintu gerbang wisata NTT.

“Lokasi wisata Wae Rebo merupakan salah satu destinasi wisata budaya yang sedang disiapkan Pemerintah NTT untuk dikunjungi peserta G-20 karena destinasi wisata ini sangat unik di dunia yang tentu akan banyak dikunjungi wisatawan,” ujar VBL.

Karena itu, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan infrastruktur jalan raya dari Labuan Bajo menuju lokasi wisata Wae Rebo.

“Kunjungan wisatawan yang banyak itu akan berdampak pada lompatan pendapatan ekonomi masyarakat yang sangat luar biasa. Kami sangat yakin itu. Kondisi ekonomi warga tidakl lagi seperti ini dengan hadirnya banyak wisatawan ke Wae Rebo,” tutur VBL.

Politisi Partai Nasdem itu sendiri mengaku akan berkunjung ke Wae Rebo pada 6 September 2020 untuk melihat lokasi yang tepat untuk kepentingan pembangunan fasilitas untuk para wisatawan yang berkunjung ke Wae Rebo.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan Labuan Bajo sebagai pintu gerbang pariwisata di NTT untuk mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat NTT.

Hal itu disampaikan Staf Ahli bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Frans Teguh, Senin (31/8).*