Labuan Bajo akan Mendapatkan Kapal Pengangkut Air dan Sampah

Labuan Bajo akan Mendapatkan Kapal Pengangkut Air dan Sampah

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat akan menerima bantuan berupa kapal pengangkut air dan sampah dari pemerintah pusat.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula menerangkan, kapal yang akan segera diterima tersebut berjumlah dua buah dan akan beroperasi di sekitar perairan laut Labuan Bajo.

Baca juga: Kronologi Tenggelamnya Dua Pemuda di Pantai Pede Labuan Bajo

“Kami sedang menunggu sekarang, dua kapal bantuan dari pusat untuk mengangkut air dan sampah untuk dioperasikan di Labuan Bajo dan sekitarnya,” tutur Agustinus Ch Dula di Labuan Bajo, seperti diberitakan Antara Kamis (23/8).

Bantuan dua kapal tersebut, demikian Dula, diberikan pemerintah pusat untuk mendukung kegiatan wisata para delegasi rapat tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada Oktober mendatang.

Sebab, dalam agendanya, berbagai delegasi rapat itu direncanakan akan berkunjung ke daerah di ujung barat Pulau Flores tersebut.

Untuk kapal pengangkut air, jelas Dula, nantinya akan dimanfaatkan untuk menyalurkan air bersih dari Labuan Bajo ke berbagai pulau yang berada di sekitarnya bahkan sampai di kawasan Taman Nasional Komodo.

Sementara terkait kapal pengangkut sampah, hal itu akan digunakan untuk mengambil berbagai jenis sampah yang berada di pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo dan perairannya untuk diangkut menuju tempat pembuangan akhir yang terletak di Kota Labuan Bajo.

Benahi Infrastruktur

Selain mengatakan demikian, Dula juga menjelaskan, pemerintah Kabupaten Manggarai Barat sendiri juga telah berkomitmen untuk mendukung kegiatan IMF-Bank Dunia tersebut.

Bentuk komitmen mereka itu, kata dia, ialah dengan cara terus membenahi berbagai macam infrastruktur di daerah tersebut di bawah kerja sama dengan pemerintah pusat itu sendiri.

Baca juga: Soal Penataan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pemerintah Terbitkan Perda

Sejauh ini, terang Dula, berbagai jenis infrastruktur sedang dibangun di daerahnya seperti tempat pembuangan akhir sampah, jalan raya serta pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo.

“Nanti ada lagi dermaga niaga baru yang akan dibangun pada tahun depan. Sedang, yang tengah dikerjakan saat ini adalah pelabuhan Marina,” ujar dia.

Sementara untuk para investor yang berada di Labuan Bajo, Dula mengatakan, mereka sudah sedang membangun berbagai macam fasilitas perhotelan untuk mendukung ribuan peserta IMF-Bank Dunia yang akan mengunjungi daerah tersebut.

Karena itu, Dula sendiri berharap agar berbagai macam pembangunan infrastruktur yang sudah sedang dibangun tersebut akan dapat secara bertahap mengimbangi kebutuhan kunjungan wisatawan yang terus meningkat menuju daerah Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Tingkatkan Pengamanan Wisata

Pembenahan berbagai macam infrastruktur secara khusus untuk mendukung pengembangan dan peningkatan potensi wisata di daerah Labuan Bajo memang mesti terus diperhatikan.

Selain memperhatikan hal tersebut, pemerintah daerah itu sendiri juga mesti terus meningkatkan soal keamanan dan kenyamanan para wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata di daerah itu.

Baca juga: Unjuk Rasa Sambut Kedatangan Tim KLHK di Labuan Bajo

Apalagi seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata NTT Eden Klakik pada Juni lalu, Pemerintah Pusat sendiri telah menetapkan daerah tersebut sebagai salah satu destinasi wisata superprioritas di Indonesia.

Karena itu, sangat dimungkinkan bahwa tingkat kunjungan atau arus wisatawan menuju daerah tersebut akan semakin meningkat.

Untuk menjawab hal tersebut, pemerintah daerah setempat memang telah membuat suatu rencana untuk menata urusan wisata di daerah tersebut secara lebih baik seperti dengan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang penataan berbagai kapal wisata yang beroperasi di wilayah perairan daerah itu.

“Keberadaan kapal-kapal wisata di Labuan Bajo sekarang semakin banyak. Untuk itu kami sementara siapkan Perda-nya agar tidak beroperasi sewenang-wenang,” kata Dula di Labuan Bajo, Senin (20/8).

Jumlah kapal wisata yang beroperasi di sekitar perairan Labuan Bajo memang sudah semakin meningkat. Berdasarkan catatan yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan, hingga akhir 2017, sudah lebih dari 300 kapal yang setiap hari beroperasi di sekitar kawasan laut Labuan Bajo.

Selama ini, jelas Dula, keberadaan berbagai kapal wisata tersebut sudah cukup memprihatinkan. Sebab, mereka menemukan terdapat sejumlah kapal sering beroperasi tidak sesuai dengan standar fasilitas keselamatan.

Padahal, jelas Dulla, ketidakpatuhan mereka terhadap hal tersebut sangat dapat berakibat fatal bagi keselamatan pelayaran.

“Tentang KIR, mesin, nahkoda, kapasitas, hingga fasilitas keselamatan seperti pelampung dan lainnya harus tertib, sekarang kami sementara persiapkan aturannya,” ujar Dulla.

Karena itu, dengan akan diterbit dan berlakunya Perda tersebut, pemerintah akan memiliki landasan hukum untuk mengatasi persoalan kapal wisata yang beroperasi di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo tersebut.

“Semunya harus standar karena ini menyangkut keselamatan wisatawan, termasuk nanti juga diatur kapal-kapal harus membawa tong sampahnya sendiri,” tutur Dulla.*