Kunjungi Pesona 10 Kampung Adat di Sumba Tengah

Kunjungi Pesona 10 Kampung Adat di Sumba Tengah

TRAVEL, dawainusa.com – Kabupaten Sumba Tengah punya sejumlah tempat yang dapat menjawab kerinduan akan warisan para leluhur berupa kearifan lokal dan peninggalan sejarah nenek moyang Nusantara. Hingga saat ini, di Sumba Tengah, tempat-tempat tersebut masih utuh menyimpan fakta sejarah dengan keaslian yang terpelihara dengan baik.

Jika Anda ingin menelusuri pola perkampungan dan rumah adat zaman dahulu, maka datanglah ke Sumba Tengah. Di sana ada koleksi rumah adat yang aura mistis dan magisnya masih terasa.

Berikut ini 10 Kampung Adat di Sumba Tengah yang layak untuk Anda kunjungi:

Kampung Adat Wawarongu

Menjelajahi Sumba Tengah, jangan lupa untuk mampir sejenak di Kampung Adat Wawarongu. Kampung ini merupakan salah satu kampung adat tertua yang masih menyimpan aura magis.

Keasliannya masih terpelihara selain karena konstruksi rumah adat yang masih asli, tetapi juga karena masih adanya kubur-kubur batu asli yang diletakkan di depan rumah.

Kampung Adat Wawarongu SBD

Kampung Adat Wawarongu – Instagram/oppieandaresta

Saat memasuki kampung ini, Anda akan disambut oleh keberadaan rumah kilat (Marapu) di tengah perkampungan tempat orang melaksanakan ritual adat Tauna Usu Manua. Selain itu, tempat ini juga masih menyimpan benda-benda keramat warisan leluhur.

Kampung Adat Wawarongu terletak di Desa Wendewa Barat, Kecamatan Mamboro, dengan jarak tempuh sekitar 5 Km dari Kecamatan Mananga.

Baca juga10 Tempat Wisata Menarik di Sumba Barat Daya

Kampung Adat Manua Kalada

Mengunjungi Sumba Tengah, anda juga akan menemukan salah satu Kampung Adat yang pernah menjadi istana Raja. Kampung ini merupakan tempat Raja Mamboro bertahta dan dimakamkan.

Kampung Adat Manua Kalada SBD

Kampung Adat Manua Kalada – Instagram/indahsyptri

Memang kampung ini sudah dimodifikasi dan mengalami perubahan pada atap rumah yang menggunakan seng. Walau demikian, aura magisnya masih terasa karena di tengah kampung masih terlihat berbagai kubur batu yang berusia ratusan tahun.

Kampung Adat Manua Kalada terletak di Desa Wendewa Selatan, Kecamatan Mamboro dengan jarak tempuh 25 Km dari Kota Waibakul dan 1 Km dari ibukota kecamatan Mamboro.

Kampung Praiwola

Salah satu kampung adat yang paling unik di Sumba Tengah adalah Kampung Praiwola. Dikatakan unik, karena kampung ini merupakan tempat peristirahatan para ratu ketika sedang melaksanakan ritual adat Purung Ta Kadong Ratu.

Kampung Praiwola SBD

Kampung Praiwola – Instagram/rein.hard.35

Di kampung adat ini, Anda hanya bisa menemukan 3 buah rumah dengan barisan kubur batu yang masih tertata rapi di depannya. Kampung Adat Praiwola terletak di Desa Wailawa, Kecamatan Katiku Tana Selatan. Jarak tempuh 8 Km (20 menit) perjalanan dari pusat kota Waibakul.

Baca jugaPulau Sumba di NTT Terpilih Sebagai Pulau Terbaik Dunia

Kampung Tradisional Bondotera

Di Sumba Tengah, Anda juga akan menjumpai sebuah Kampung Adat yang masih dihiasi kuburan batu megalitik. Usia kuburan batu ini sekitar ratusan tahun. Pada batu-batu kuburan tersebut, Anda akan melihat penggunaan benang yang dijadikan sebagai alat penarik batu kubur pada masa lampau.

Kampung Tradisional Bondotera SBD

Kampung Tradisional Bondotera – Pariwisatasumtengsite

Kampung ini terletak di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay. Jarak tempuh menuju Bondotera kurang lebih 15 Km dari Kota Waibakul.

Kampung Adat Deri Kambadjawa

Sumba Tengah tidak hanya terkenal dengan kampung adatnya. Tetapi juga dengan masyarakat yang masih menganut agama asli. Jika penasaran, datanglah ke Kampung Adat Deri Kambadjawa.

Di kampung ini Anda akan menemukan masyarakat yang masih menganut agama asli, yakni kepercayaan Marapu. Kampung ini dijuluki sebagai Kampung Para Rato.

Anda juga akan menjumpa pola hidup masyarakat yang masih tradisional menetap di rumah-rumah yang beratapkan alang-alang.

Kampung Adat Deri Kambadjawa SBD

Kampung Deri Kambadjawa – awalnya.blogspot.com

Aura magis kampung ini sangat terasa karena masih terdapat kubur-kubur batu yang tidak bisa disentuh dan dilangkahi, balai-balai rumah yang hanya bisa diduduki dan tempat-tempat penyembahan Marapu.

Jika mengunjungi tempat ini pada pertengahan bulan September hingga awal Oktober, Anda akan menjumpai masyarakat melakukan ritual adat tahunan yang dikenal dengan nama Purung Ta Liang Marapu.

Selain itu ada juga ritual pencucian benda-benda keramat seperti Tambur yang terbuat dari kulit manusia, tombak, gong besar berusia ratusan tahun, periuk dari tanah liat, sendok masak dari kayu, piring dari tempurung kelapa, dan bejana keramat yang bisa menyembuhkan penyakit kusta dan penyakit kulit lainnya.

Tempat ini terletak di Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat dengan jarak tempuh 8 Km dari Kota Waibakul. Tertarik? Ayo ke Sumba Tengah.

Baca juga10 Tempat Wisata di TTS yang Bisa Mambuat Kamu Jatuh Cinta

Kampung Adat Lai Tarung

Lai Tarung merupakan salah satu kampung adat yang masih asri dan masih terasing dari dunia luar. Di tempat ini, Anda akan merasakan keaslian kehidupan tradisional masyarakat setempat.

Kampung Adat Lai Tarung SBD

Kampung Adat Lai Tarung – Kompas

Di ujung kampung, Anda akan menjumpai dua buah bangunan tempat pelaksanaan ritual adat Purung Ta Kadongan Ratu yakni rumah kilat tempat penyelenggaraan ritual adat oleh para tetua adat (Rato) dan rumah pertemuan berbagai suku (Kabisu).

Kampung ini masuk dalam Cagar Budaya Nasional. Kampung Lai Tarung terletak di Desa Makatakeri, Kecamatan Katiku Tana.

Kampung Adat Pasunga

Jarang kita temukan kampung adat yang terletak di pusat kota. Namun berbeda dengan di Sumba Tengah. Jika mengunjungi tempat ini, Anda akan menjumpai kampung adat yang terletak di pusat kota Waibakul (Ibukota Kabupaten Sumba Tengah).

Kampung Adat Pasunga SBD

Kampung Adat Pasunga – Instagram/rein.hard.35

Walaupun konstruksi bangunan sudah bercampur dengan gaya modern, namun aura magisnya masih terasa. Di tempat ini, anda bisa menemukan batu-batu kubur megalitik yang berusia puluhan tahun.

Pada batu-batu tersebut terdapat ukiran-ukiran khas Sumba yang bernilai seni tinggi. Kampung ini terletak di Pusat Kota Waibakul.

Kampung Adat Galubakul

Di Kampung Galubakul, mata Anda akan terpesona dengan pemandangan di sepanjang perjalanan. Sebelum memasuki tempat ini, Anda akan melewati Pasar Tradisional, Kampung Adat Kabonduk, dan hijaunya hamparan persawahan yang membuat Anda tidak mudah jenuh.

Kampung Adat Galubakul SBD

Kampung Adat Pasunga – Instagram/umbu_marabah

Selain itu, akses transportasi menuju tempat ini sangat lancar. Di kampung ini Anda akan menemukan kubur megalitik terbesar yang dimiliki Umbu Sawola. Kubur ini dihiasi ornamen-ornamen indah yang mempesona.

Anda juga akan menjumpai bangunan rumah berarsitektur Sumba dengan barisan kubur batu yang berjejer di depan rumah. Kampung Galubakul terletak di Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan. Jarak tempuh menuju tempat ini kurang lebih 5 Km dari Kota Waibakul.

Baca jugaKunjungi 10 Fakta Menarik yang Ada di Ende, Flores

Kampung Adat Kabonduk

Kampung Kabonduk adalah salah satu kampung adat yang mudah dijangkau jika Anda mengunjungi Sumba Tengah. Kampung ini dijuluki sebagai Kampung Raja Anakalang dengan arsitektur semi modern.

Kampung Adat Kabonduk SBD

Kampung Adat Kabonduk – Instagram/avaluha

Di tempat ini Anda akan menemukan kubur batu Raja Anakalang “Umbu Sappi Pateduk” yang terkenal dengan nama “Watu Raihi Moni”. Di depan kubur dihiasi “Kadu Watu” (Menhir) dengan ukiran gambar yang sangat menarik dan unik.

Kampung Kabonduk terletak di Desa Makatakeri, Kecamatan Katiku Tana. Anda akan menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 1 Km dari Pusat Kota Waibakul.

Kampung Adat Padabar

Di Sumba Tengah ada juga Kampung adat yang masih membuat Anda terpesona oleh keindahan alamnya, yakni Kampung Padabar. Walaupun konstruksi bangunan rumah adat sudah terbilang semi modern, namun masih terlihat menarik untuk dikunjungi.

Kampung Adat Padabar SBD

Kampung Adat Padabar – nttprov.go.id

Deretan bangunan berarsitektur Sumba dan keramahan masyarakat setempat, membuat Anda merasa nyaman berada di tempat ini. Kampung Padabar terletak di Desa Waimanu, dengan jarak tempuh 10 km dari Kota Waibakul.

Demikianlah pesona 10 Kampung Adat di Sumba Tengah yang sulit Anda temukan di tempat lain. Jika anda tertarik untuk menyaksikan dari dekat koleksi kampung adat, datanglah ke Kabupaten Sumba Tengah, Provinsi NTT.*

COMMENTS