Dawainusa.com Video seorang pria injak Alquran viral di media sosial. Pria yang diketahui berinisial HM (30) itu merupakan warga Desa Salebu, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasiklmaluaya, Jawa Barat.

Geram dengan aksinya, pada Sabtu (9/5/2020), warga setempat melaporkannya ke polisi dengan kasus dugaan penistaan agama dan penyebaran ujaran kebencian.

Baca juga: Dikecam, Ini Alasan Jerinx Ajak Masyarakat Jangan Mau Test Covid-19

Pihak kepolisian Tasikmalaya kemudian mengamankan HM dan juga ZN (24) yang diduga menyebarkan video tersebut.

Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana didampingi Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan, menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penistaan agama penginjakan kitab suci Alquran, Minggu (10/5/2020).
Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana didampingi Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo De Cuellar Tarigan, menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penistaan agama penginjakan kitab suci Alquran, Minggu (10/5/2020).

Kronologi Kejadain Injak Alquran

Melansir Kompas.com, Minggu (10/5/2020), Kepala Polres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana menjelaskan terkait kronologi pria injak alquran di Tasikmalaya tersebut.

Hendria mengatakan, kejadian itu bermula ketika tersangka HM dituduh mencuri ponsel warga saat digelar musyawarah di kampungnya.

Tak terima dituding mencuri, HM bersedia disumpah di bawah Alquran. Namun saat proses sumpah akan berlangsung, entah kenapa HM malah menginjak-injak Alquran dan aksinya direkam oleh ZN.

Baca juga: Geger Foto Syur Dadanya ‘Diremas’ Pria di Kelab Malam, Syahrini: Itu Memang Aku

“Dia awalnya menyangkal mencuri dengan sumpah Alquran. Tapi, dia malah menginjaknya. Saat itu masyarakat hanya menonton dan ada yang merekamnya dengan HP,” jelas Hendria, Minggu (10/5/2020).

Kemudian, oleh ZN, rekaman video itu disebarkan melalui media sosial, dengan tujuan tersangka HM dihukum oleh publik karena telah melakukan hal yang tak sepatutnya.

Setelah video itu viral, ada pihak yang mengadukan kasus tersebut ke Polres Tasikmalaya. HM dan ZN pun ditangkap aparat kepolisian Tasikmalaya.

“Dari situlah kami bergerak mengusut kasus tersebut. Kita tangkap dua tersangka. Satu menginjak Alquran dan satunya yang merekam aksi itu lalu menyebarkannya di media sosial,” katanya.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti satu buah Alquran, satu surat pernyataan dari tersangka saat menyangkal tuduhan pencurian.

Selain itu pihak kepolisian juga mengamankan tangkapan layar tersangka injak Alquran, tangkapan layar laman Facebook tersangka, dan satu unit ponsel tersangka.

“Kini dua tersangka mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya. Tersangka HM dijerat Pasal 156 KUHPidana tentang penistaan agama dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun. Sedangkan tersangka ZN dikenakan Pasal 45a Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman 6 tahun penjara,” ujarnya.*