Kronologi Tewasnya Suporter Persija Jakarta Setelah Dikroyok Massa

Kronologi Tewasnya Suporter Persija Jakarta Setelah Dikroyok Massa

JAKARTA, dawainusa.com Suporter Persija Jakarta Haringga Sirila (23) tewas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, usai dikroyok massa pada Minggu (23/9). Haringga Sirila merupakan warga Kelurahan Cengkareng Timur Kecamatan Cengkareng Kota Jakarta Barat.

Melansir Tribunnews.com, peristiwa tersebut terjadi di area Pintu Biru Stadion GBLA, sebelum pertandingan dimulai. Bersamaan dengan kejadian itu, sekelompok orang meneriaki ‎ada suporter Persija, The Jak Mania, yang datang ke lokasi tersebut.

Kemudian, berdasarkan informasi itu, korban dikeroyok. Aksi pengeroyokan itu pun sempat beredar di sejumlah grup Whatsapp. Korban sempat meminta tolong namun massa tetap mengeroyoknya.

Baca juga: Pilpres 2019, Ini Formasi Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf Vs Prabowo-Sandi

Dalam video yang beredar, korban tampak dianiaya oleh lebih dari satu orang berbaju biru. Tampak seorang penganiaya memukulkan benda mirip pipa besi pada korban yang sudah dalam keadaan telanjang dada.

“Korban mengalami luka, dibawa ke RS Sartika Asih, kemudian meninggal dunia dengan luka di kepala dan dada. Kejadian di Gerbang Biru, tepatnya di tempat parkir,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Jalan Jawa, Kota Bandung, Minggu (23/9).

Saat pengeroyokan berlangsung, sekelompok penganiaya tampak meneriakan bahwa korban merupakan suporter Persija Jakarta, The Jak Mania. Saat dikeroyok sejumlah oknum suporter, Haringga sempat meminta pertolongan kepada seorang tukang bakso.

“Yang jelas berdasarkan pemeriksaan saksi, korban beralamat di Jakarta Barat lari ke tukang bakso untuk minta tolong tapi banyak yang narik korban kemudian terus dianiaya,” ujar Yoris.

Oknum suporter Persib yang berjumlah banyak itu berteriak kalau orang yang dikejar merupakan anggota The Jak Mania atau pendukung Persija Jakarta. Korban yang dikejar sempat meminta tolong kepada tukang bakso di sekitar stadion.

Namun oknum suporter lain kemudian melakukan pengeroyokan dengan memukul menggunakan balok kayu, piring, botol dan benda-benda lainnya. Korban yang hanya sendirian kemudian tewas di tempat dengan keadaan yang mengenaskan.

Kemudian anggota Polrestabes Bandung saat ini telah melakukan upaya penangkapan para pelaku pengeroyokan. Berkat video yang beredar, polisi sementara telah mengamankan enam orang yang diduga pelaku pengeroyokan.

Anies Baswedan Minta Aparat Tindak Tegas

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan meminta aparat bertindak tegas terhadap pelaku pengroyokan kepada suporter Persija. Anies berharap insiden tersebut tidak terulang kembali.

“Kita mengharapkan untuk ditindak dengan tegas, dan semua pelakunya jangan ada yang tersisa. Semua pelakunya harus diperiksa dan ada keadilan ditegakkan,” kata Anies di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018).

Anies mengaku sudah mencoba berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dia akan kembali menghubungi Ridwan Kamil untuk mencari solusi atas permasalah tersebut.

Baca juga: Alasan SBY Walk Out dari Deklarasi Kampanye Damai di Monas

“Saya tadi malam coba untuk berhubungan tapi beliau sudah istirahat, malam. Mungkin pagi ini kita komunikasi, tapi sebetulnya ini adalah tindakan pidana. Tindak pidana bukan dengan pemda. Tindak pidana dengan aparat penegak hukum,” jelas Anies.

Anies meminta suporter Persija tidak terprovokasi. Dia percaya aparat penegak hukum bisa menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya mengimbau kepada Jakmania, meskipun berduka, marah, kecewa. Mari tunjukkan bahwa pendukung Persija, adalah orang-orang yang menjunjung tinggi supremasi hukum. Menghargai prinsip-prinsip penegakan hukum,” paparnya.*