Kronologi Pengungsi Gempa Palu Diperkosa Tiga Pemuda di Makasar

Kronologi Pengungsi Gempa Palu Diperkosa Tiga Pemuda di Makasar

MAKASAR, dawainusa.com Sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Kira-kira begitulah gambaran penderitaan yang dialami oleh SH, seorang anak korban bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) yang mengungsi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban SH (7), siswa kelas 1 SD ini diperkosa tiga pemuda di tempat pengungsiannya di Makassar, Selasa (16/10) sore. Kasus Pemerkosaan ini telah ditangani aparat kepolisian. Korban pun telah menjalani visum di RS Malebu, Sudiang.

Kepala Polsekta Biringkanaya, Kompol Anugraha mengungkapkan, seorang dari tiga pelaku berinisial I (14) adalah warga Makassar. Sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam proses pencarian.

“Kasus ini sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polrestabes Makassar. Seorang pelaku sudah kita serahkan di Polrestabes dan dua orang lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Anugraha seperti dilansir Tribunnews, Rabu, (17/10).

Kronologi Pemerkosan

Pada kesempatan yang sama Nugraha menjelaskan, pemerkosaan terjadi ketika SH yang merupakan warga Palu sedang bermain sendirian. Kemudian ketiga pelaku menarik paksa korban ke sebuah lahan kosong lalu memperkosanya secara bergiliran dan berulang kali.

“Setelah melancarkan aksinya, pelaku membawa korban ke depan rumahnya. Saat masuk ke dalam rumah, korban merintih kesakitan dan menceritakan secara singkat kepada keluarganya,” ungkapnya.

Warga sempat melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku dan seorang di antaranya berhasil diamankan. “Dua pelaku lainnya yang diketahui berdomisili di Kabupaten Maros berhasil kabur dan kini masih dalam pencarian polisi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anugraha memastikan korban pemerkosaan tiga pemuda di Makassar adalah korban bencana dari Kota Palu. Namun, apakah korban terdata atau tidak, kata Anugraha, polisi masih melakukan pengecekan di Asrama Haji, Sudiang, Makassar.

“Pengungsi dari Sulteng ke Makassar secara resmi ditangani Pemerintah Provinsi Sulsel ditampung di Asrama Haji, Sudiang, Makassar. Korban apakah terdata atau tidak, kita akan cek. Karena lokasi korban berada di luar Asrama Haji Sudiang dan berada di kompleks BPS,” katanya.

Nugraha mengungkapkan, banyak korban pengungsi bencana di Sulteng yang berada di Kota Makassar tidak terdeteksi. Sebab, banyak pengungsi enggan masuk ke asrama haji dan memilih langsung ke rumah keluarganya di Kota Makassar.

“Jalur pengungsian, kan, banyak, ada lewat udara, laut, dan darat. Kita belum tahu korban ini lewat mana mengungsi. Karena banyak orang mengungsi lewat jalur darat juga,” ujarnya.*