Kronologi Ibu yang Diduga Tewas di Tangan anak Kandung dan Menantu

Kronologi Ibu yang Diduga Tewas di Tangan anak Kandung dan Menantu

Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ditemukan tewas dibunuh. Tuminem (50) diduga tewas di tangan lima anggota keluarganya sendiri, salah satu diantaranya adalah anak kandung korban. (Ilustrasi pembunuhan - times)

JAWA TIMUR, dawainusa.com Seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ditemukan tewas dibunuh, Senin (5/3). Tuminem (50) diduga tewas di tangan lima anggota keluarganya sendiri, salah satu diantaranya adalah anak kandung korban.

Tuminem diduga telah dianiaya secara sadis dengan cara dicekoki air melalui selang. Kasatreskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andhana mengatakan, saat ini kelimanya telah diamankan dan diperiksa atas dugaan turut serta dalam kasus penganiayaan yang berujung kematian.

“Betul ada penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa orang yang masih ada ikatan keluarga dengan korban. Salah satu dari pelaku merupakan anak kandung korban, lainnya masih ada ikatan keluarga, yakni menantu dan iparnya. Penganiayaan ini dilakukan secara sadis,” ungkap Sumi, seperti diberitakan Kompas, Selasa (6/3).

Baca juga: Diduga Terbelit Persoalan Asmara, Ibu Ajak Tiga Anaknya Tenggak Racun

Kejadian ini terungkap setelah jajaran Polsek Bendungan mendapat laporan dari warga bahwa ada seorang ibu yang meninggal karena tersedak air. Melihat kematian yang tidak wajar, aparat Polres Trenggalek melakukan otopsi terhadap jenazah korban di RSUD Dokter Soedomo Trenggalek dengan mendatangkan tim dokter forensik dari RS Bhayangkara Kediri, Jawa Timur.

“Pada Minggu sore (4/3), kami menerima laporan dari masyarakat dan karena korban meninggal dunia tidak wajar, maka kami bawa ke rumah sakit untuk menjalani otopsi,” kata Sumi.

Kematian Tidak Wajar

Berdasarkan hasil otopsi, kematian korban terindikasi tidak wajar. Tim menemukan saluran udara tertutup air dan terdapat tanda kekerasan pada mulut dan hidung. Bahkan, rongga paru-paru dan rongga dada terisi oleh cairan air sehingga korban mati lemas.

“Ada beberapa luka tanda kekerasan di mulut dan hidung, serta terisi air di beberapa bagian organ dalam tubuh korban meninggal dunia,” ujar Sumi.

Baca juga: Gara-gara Kalimat Ini, Anggota Brimob Dikroyok Empat Orang Warga Kupang

Tim penyidik Satreskrim Polres Trenggalek saat ini masih memeriksa sejumlah saksi dan kelima terduga pelaku. Belum diketahui motif penganiayaan yang mengakibatkan kematian ini.

“Kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam. Pelaku saat ini masih belum bisa memberi keterangan secara detail karena masih terlihat syok,” tutur Sumi.

“Ada sebanyak sekitar 10 saksi yang kami periksa. Namun, dugaan kuat yang berpotensi menjadi tersangka sebanyak lima orang yang masih ada ikatan keluarga dengan korban,” tambahnya.

Salah satu tetangga korban yang ikut dalam proses otopsi menuturkan, mereka hanya mendengar kabar bahwa di salah satu keluarga korban ada yang kesurupan. Namun, tidak lama kemudian terdengar kabar bahwa ada salah satu dari keluarga ini yang meninggal dunia.

“Saya melihat mereka sudah melakukan penganiayaan terhadap korban. Namun, warga tidak berani mendekat karena lagi mengamuk. Ketika polisi dan dari anggota koramil tiba, korban sudah meninggal dan mereka (kelima pelaku) masih kesurupan,” tutur tetangga korban.

Dari olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa selang air. Selain itu, polisi juga akan melibatkan psikiater untuk memperlancar penyelidikan karena para pelaku masih terlihat syok.*