Kronologi AKBP Yusuf yang Tendang Seorang Ibu di Minimarket

Kronologi AKBP Yusuf yang Tendang Seorang Ibu di Minimarket

Vidio AKBP Yusuf, yang menendang seorang ibu di sebuah minimarket di Kota Bangka Belitung mendadak viral.  (Foto: AKBP Yusuf - ist)

BANGKA BELITUNG, dawainusa.com Vidio AKBP Yusuf, Kepala Subdirektorat Perwakilan Asing Direktorat Pengamanan Objek Vital (Kasubdit Kilas Ditpamobvit) Polda Bangka Belitung yang menendang seorang ibu di sebuah minimarket di Kota Bangka Belitung mendadak viral.

Kerabat pelaku, yang juga Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bangka Belitung Ajun Komisaris Besar Abdul Mun’im menguraikan kronologi kejadian yang memantik beragam reaksi publik tersebut. Ajun mengatakan, sebelum kejadian pada pukul 19.00 WIB itu, Yusuf sedang berada di rumahnya.

Yusuf kemudian bertolak ke minimarketnya yang berlokasi di Jalan Selindung, Pangkalpinang, setelah mendapatkan telepon dari anak buahnya terkait keberadaan tujuh orang yang hendak melakukan pencurian dengan pura-pura masuk untuk berbelanja.

Baca juga: Yusril Isak Mahendra Bersama Dua Orang Kawannya Hilang di Laut Sawu

Setelah tiba di minimarket tersebut, Yusuf langsung menemui dua orang ibu dan seorang anak yang berhasil ditangkap. Ketiganya diduga bagian dari tujuh orang yang hendak mencuri di minimarket milik Yusuf.

“Saat pemilik Y ada di rumah dapat telepon dari penjaga toko bahwa ada orang masuk toko pura-pura belanja berombongan tujuh orang. Akhirnya tiga tertangkap, dua ibu-ibu dan satu anak usia 14 tahun,” ucap Abdul di Babel, Jumat (13/7).

Yusuf lantas meminta identitas ketiga orang itu serta mempertanyakan alamat tempat tinggal dan keberadaan empat rekannya yang berhasil melarikan diri. Namun, Yusuf tidak mendapatkan jawaban sesuai harapannya.

Ketiga orang yang ditangkap tersebut mengaku tidak memiliki identitas, tidak punya tempat tinggal, dan tidak mengetahui keberadaan empat rekannya yang melarikan diri.

Mendengar jawaban itu, emosi Yusuf terpancing dan melakukan penganiayaan sebagaimana yang terekam dalam video yang telah viral di media sosial itu.

“(AKBP) Y terpancing emosi. Karena mereka ramai-ramai maling, saat yang ketangkap ditanya, bilangnya tidak tahu semua,” ujar Abdul.

Dalam rekaman tersebut, Yusuf terlihat menendang bagian wajah seorang ibu yang sudah bersimpuh. Selain menendang dia juga diduga memukul ibu tersebut.

Akibat aksinya, Yusuf kini menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Babel. Sementara kasus dugaan pencurian di minimarket Yusuf juga sudah ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Pangkalpinang.

Kapolri Marah Besar, AKBP Yusuf Dimutasi

Aksi AKBP Yusuf mendapat reaksi dari Kapolri Jendral Titio Karnavian. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Iqbal mengatakan, Kapolri Tito marah besar melihat aksi Yusuf tidak sejalan dengan upaya menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif yang dilakukan anggota Polri.

“Kapolri marah dan mencopot AKBP Y hari ini juga. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang Promoter (Profesional, Modern, dan Terpercaya),” kata Iqbal.

Baca juga: Setelah Ahok Bebas, Ini yang Akan Dilakukan PKS

Ia pun menegaskan aksi Yusuf tidak mencerminkan sosok pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat. “Kepada seluruh anggota Polri, Kapolri sering mengatakan, keras boleh, tapi terhadap pengganggu ketertiban umum, pelaku kriminal yang membahayakan nyawa masyarakat, membahayakan nyawa petugas, harus tegas. Bila perlu, ditembak mati,” ucapnya.

“Malah diberi penghargaan oleh Pak Kapolri. Sudah banyak yang tembak dan tangkap begal, tembak dan tangkap bandar narkoba, tembak dan tangkap teroris diberi penghargaan,” lanjutnya.

Tapi apa yang dilakukan AKBP Yusuf, demikian Iqbal, jelas bukan jiwa seorang polisi yang Promoter dan sosok pelindung dan pengayom masyarakat.

“Kapolri marah sekali. Untuk itu, Kapolri akan memerintahkan Kapolda Babel untuk mencopot yang bersangkutan hari ini juga. Yang bersangkutan salah satu kasubdit di Direktorat Pamobvit. Tentunya, setelah dicopot, akan ada mekanisme yang bersangkutan akan lalui di Propam,” sambungnya.

Atas perbuatanya, Yusuf kini telah dimutasi dari jabatannya ke perwira menengah di Pelayanan Markas (Yanma) Polda Babel berdasarkan Surat Telegram Kapolda Babel Nomor ST/1786/VII/2018 tertanggal 13 Juli 2018. Jabatannya akandiisi oleh AKBP Steyvanus Saparsono.

Harus Diproses Secara Pidana

Terpisah, Pengamat hukum pidana dari Universitas Riau Erdianto Effendy mengatakan bahwa AKBP Yusuf harus ditindak menurut hukum pidana maupun kode etik Polri karena menendang ibu-ibu dan memukul seorang anak di minimarket Selindung, Bangka.

“Sebab apa yang dilakukan AKBP Yusuf itu adalah perbuatan main hakim sendiri, apalagi terhadap seorang perempuan dan juga anak-anak,” kata Erdianto di Pekanbaru, sperti dilansir Tirto, Jumat (13/7).

Menurut Erdianto, terlepas dari aspek hukum, secara sosiologis seharusnya AKBP Yusuf bisa menempuh cara lain tanpa harus melakukan pelanggaran hukum.

Baca juga: Mahfud MD Beberkan isi Pembicaraan Tertutup dengan Jokowi

Ia memandang bahwa pencurian termasuk “recht delicten”, bukan “wet delicten”, yaitu perbuatan yang senyatanya jahat. Akan tetapi apa yang telah dilakukan AKBP Yusuf juga tindak pidana, apalagi sebagai seorang polisi seharusnya ia tahu bagaimana seharusnya bersikap atas pencuri yang tertangkap tangan.

“Yang seharusnya ia lakukan adalah mengamankan pelaku untuk selanjutnya diproses secara hukum, bukan dengan main pukul. Suatu kebenaran akan menjadi kesalahan ketika diselesaikan dengan cara yang salah,” katanya.*