Kronologi 2 Pemuda yang Terseret Ombak di Pantai Lela, NTT

Dalam pencarian itu, 1 pemuda yang terseret ombak tersebut ditemukan warga dalam kondisi selamat.

Kronologi 2 Pemuda yang Terseret Ombak di Pantai Lela, NTT
Ilustrasi - ist

dawainusa.com Dua orang pemuda hilang terseret ombak di Pantai Lela Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (12/4/2020) sore.

Mengutip Kumparan.com, salah seorang warga Desa Lela, Epifania Sadi mengatakan, kedua pemuda yang terseret ombak ini berenang bersama kawan – kawannya di Pantai Lela tepatnya di Kampung Ruwolong.

Belum lama berselang, terdengar teriakan dari pantai bahwa ada yang tenggelam terseret ombak. Warga sekitar Kampung Ruwolong pun mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian.

Dalam pencarian itu, 1 pemuda yang terseret ombak tersebut ditemukan warga dalam kondisi selamat. Pemuda itu pun dilarikan ke Rumah Sakit St. Elisabet Lela untuk menjalani perawatan.

Sedangkan 1 pemuda lainnya yang ikut tenggelam, belum ditemukan oleh warga, nelayan serta Tim SAR yang melakukan pencarian.

Baca juga: YouTuber di NTT, Subscriber Melonjak Setelah Umumkan Positif Corona

Kronologi 2 Pemuda yang Terseret Ombak di Pantai Lela

Melansir Kumparan, korban Kanisius Johan alias Pewet (34), warga Varanus, Kampung Kabor, Kelurahan Kabor, Kota Maumere, sekitar pukul 15.30 WITA, datang dari Kampung kabor Maumere dan hendak menuju ke Kampung Sikka, Desa Sikka, Kecamatan Lela.

Sesampainya di rumah saksi 1, Servasius Ignasius Sintu, korban melihat beberapa orang temannya di rumah saksi 1, korban pun berhenti dan bergabung bersama.

Selanjutnya korban meneguk secangkir moke (miras). Saat melihat beberapa orang anak sedang bermain bola di pantai, korban pun langsung berjalan menuju pantai dan ingin bermain bola bersama anak – anak tersebut.

Namun anak – anak tidak mau bermain bola bersama korban, selanjutnya korban masuk ke dalam laut dan mandi.

Selang beberapa menit kemudian beberapa anak yang sedang bermain bola tersebut berteriak minta tolong dan sambil menunjuk ke arah korban.

Mendengar teriakan anak – anak tersebut saksi 1,2 dan 3 langsung bergegas lari menuju laut dan berenang untuk membantu korban.

Saksi 2, Yohanis Antonius Dominggo sempat menggapai korban dan berusaha untuk membantu korban namun karena kondisi fisik korban lebih besar dari saksi 2 dan gelombang laut pun cukup besar maka saksi 2 kewalahan untuk mengevakuasi korban.

Saksi 1 sempat memberi bantuan dengan melemparkan jerigen ke arah saksi 2 dan korban.  Ketika saksi 2 hendak mengambil jerigen tersebut korban mengatakan kepada saksi 2 ” saya sudah tidak bisa lagi ” seketika itu pun munculah gelombang dan langsung menutup korban.

Saksi 1 kembali ke pantai dan meminta bantuan kepada beberapa orang nelayan yang berada di sekitar rumah saksi 1.

Baca juga: Pemprov Belum Berencana Menutup Penerbangan di NTT

Dievakuasi Nelayan

Beberapa saat kemudian 3 orang nelayan turun kelaut dengan sampan untuk mengevakuasi korban, namun korban belum di temukan sehingga beberapa orang nelayan tersebut hanya dapat mengevakuasi saksi 3, Edward (23) yang hampir tenggelam karena kecapaian.

Selanjutnya saksi 3 langsung di bawa ke Rumah Sakit Sta. Elisabeth Lela untuk mendapatkan perawatan. Sedangkan beberapa orang nelayan tersebut bersama Anggota Polsek Lela kembali melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan sampan.

Usaha dari anggota Polsek Lela dan beberapa orang nelayan tersebut mengalami kesulitan karena hari sudah gelap dan gelombang besar.

Upaya pencarian oleh Anggota Polsek Lela dan para nelayan sementara di hentikan karena kondisi gelap dan gelombang besar.

Saat ini, Tim SAR dari kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B sedang melakukan penyisiran pantai untuk mencari korban yang belum ditemukan tersebut.*

Artikulli paraprakYouTuber di NTT, Subscriber Melonjak Setelah Umumkan Positif Corona
Artikulli tjetërPasien Corona Pertama di NTT Mengaku Tertekan Dibully Netizen