Kompensasi Gaji Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Kompensasi Gaji Adelina, TKW Asal NTT yang Meninggal di Malaysia

Retno tidak memberikan detail berapa uang kompensasi yang diterima Adelina. Dalam kesempatan tersebut Retno hanya mengatakan tim KJRI Penang saat ini sedang menunggu hasil detail autopsi jenazah. (Foto: TKW Adelina meninggal di Malaysia - ©courtesy of Steven Sim's office)

JAKARTA, dawainusa.com Pembayaran Kompensasi gaji Adelina, Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang tewas akibat tindakan keji majikannya sudah diterima pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang. Keterangan tersebut disampaikan Menteri Luar Negri Retno Marsudi.

“Kita harus sudah mengurus mengenai kompensasi yang harus dibayarkan oleh agen dan sudah disetujui, jadi uang kompensasi itu sudah ada dikita” sebut Retno saat ditemui di Hotel Borobudur, Rabu (14/2).

Retno tidak memberikan detail berapa uang kompensasi yang diterima Adelina. Dalam kesempatan tersebut Retno hanya mengatakan tim KJRI Penang saat ini sedang menunggu hasil detail autopsi jenazah.

Baca juga: Sebulan Tidur di Luar Rumah Bersama Anjing, TKI Asal NTT Ini Meninggal

Hasil tersebut sangat penting bagi penyelidikan. Sebab, akan terungkap penyebab sebenarnya kematian adelina dan kapan jenazah tersebut bias kembali ke Indonesia.

“Jadi sekarang kita tinggal menunggu hasil post mortem, dari hasil post mortem itu kemudian akan menentukan kapan jenazah akan dikembalikan,” ungkapnya.

Adelina lisao atau Adelina Sau adalah perempuan asal Kupang Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia berusia 21 tahun dan hanya tamat kelas empat sekolah dasar (SD). Adelina merupakan anak kedua dari empat bersaudara.

Ia telah bekerja sebagai TKI illegal di Malaysia sejak tahun 2014. Namun menurut keterangan ibu kandungnya, Yohana Banunaek, Adelina yang baru berusia 17 tahun diculik orang tak dikenal pada agustus 2015 untuk dipekerjakan di Malaysia.

Seperti diberitakan dawainusa.com sebelumnya, bahwa kekejian yang berujung pada kematian kembali dialami oleh PRT Migran Indonesia asal NTT, Adelia Lisao. Perempuan muda ini tak tertolong jiwanya setelah ditemukadalam kondisi tak berdaya di hamparan halaman majikannya di kawasan Taman Kota Permai , Bukit Pertajam, Penang, Malaysia

Sehari sebelum meregang nyawa, Adelina masih duduk diteras rumah majikannya detemani anjing penjaga, seekor Rottweiler hitam. Selama lebih dari sebulan ia dipaksa tidur diluar bersama anjing tersebut.

Pengakuan Warga yang Menyelamatkan Adelina

Kondisi Adelina Lisao yang menggenaskan berhasil diketahui berkat aduan warga kepada Stevan Sim, anggota Dewan Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. Pada sabtu (10/2), Steven lansung mengirim para asistennya ke rumah yang disuga memperlakukan tenaga kerja domestic Indonesia dengan tidak manusiawi itu. Salah satu yang dikirim adalah Por Ceng Hang dengan dua asisten lainnya.

Mendapati laporan soal kondisi pekerja migran yang buruk, Cheng juga menelpon LSM pelindung buruh migran Malaysia, Tenaganita.
Tiba dirumah itu, Ceng mendapati Adeli dalam kondisi yang menggenaskan. Foto-foto yang beredar diberbagai media adalah buah tangan Ceng.

Baca juga: Dulang Ringgit di Malaysia, TKW Ini Bawa Pulang Lumpuh

Dalam foto itu, perempuan 21 Tahun itu duduk bersandar ketembok dengan keadaan yang lemah lunglai. Didekatnya, ada seekor anjing Rottweiler yang terus menggonggong galak ke arah Ceng. Ceng menduga Adelina mengalami malnutrisi parah sehingga dia tidak mampu berbicara ketika ditanya.

“Saat kami bertanya sesuatu, dia tidak merespon. Kemudian saya bertanya apakah dia orang Indonesia, dia hanya mengangguk,” kata Ceng.

Kedua majikan Adelina, wanita berusia 36 dan 60 tahun bersama seorang pria berusia 39 tahun mencoba menghadang Ceng dan kawan-kawannya. “mereka ingin agar kami tidak ikut campur”, kata Ceng.

Saat Ceng lengah, wanita itu membawa kabur Adelina, lalu mereka kemudian menelpon wanita itu untuk mendapatkan Adelina. “Kami khawatir pada keselamatan Adelina, jadi kami melapor kepolisi. Polisi kemudian datang dan membawa Adelina ke rumah sakit,” ujar Cheng.

Sehari setelah diselamatkan, perempuan muda asal NTT itu meninggal dunia. Dalam autopsi, Adelina diketahui mengalami anemia yang menyebabkan kegagalan multi-organ. Luka-luka ditubuhnya disebut karena gigitan anjing. Kasus ini deselidiki atas dugaan pembunuhan dengan ancaman hukuman mati bagi para pelakunya.

“Saya berharap keadilan bisa ditegakkan,” tegas Cheng.