Kisah Ronaldo yang Dituding Pernah Memerkosa Kathryn Mayorga

Kisah Ronaldo yang Dituding Pernah Memerkosa Kathryn Mayorga

JAKARTA, dawainusa.com – Mega bintang Juventus Christiano Ronaldo saat ini sedang ditimpa sebuah isu bahwa dirinya pernah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap seorang mantan guru asal Amerika Serikat bernama Kathryn Mayorga.

Isu pemerkosaan ini muncul di hadapan publik setelah sebuah majalah di Jerman bernama Der Spiegel membuat laporan terkait hal tersebut. Dalam berita yang dipublikasikannya itu dituliskan bahwa perempuan yang kini berusia 34 tahun tersebut pernah diserang oleh Ronaldo di sebuah hotel di Las Vegas pada 2009 lalu.

Awalnya, kasus ini ditutupi. Akan tetapi, demikian pengacara Mayorga yang bernama Leslie Stovall menjelaskan, kliennya itu baru berani mengungkit kasus ini ke publik setelah dirinya mendapat inspirasi dari gerakan #MeToo.

“Gerakan MeToo dan para perempuan yang berdiri serta mengungkap serangan seksual telah memberikan banyak keberanian kepada Kathryn,” ujar Stovall dilansir BBC, Senin (15/10).

Christiano Ronaldo Dibela Sejumlah Pihak

Tudingan terhadap Christiano Rodaldo tersebut telah memantik reaksi dari berbagai pihak. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa apa yang dituduhkan kepada peraih lima kali Ballon d’Or tersebut sama sekali tidak benar.

Nike misalnya mengungkapkan keprihatinannya atas tuduhan tersebut. Perusahaan perangkat olahraga yang punya kontrak sponsor bernilai US$1 miliar (Rp15,1 triliun) dengan Ronaldo itu mengatakan demikian, “akan terus memantau situasi dari dekat,” seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Komentar serupa juga datang dari EA Sports. Mereka berjanji akan terus memantau bahkan akan menangani masalah ini secara profesional. Tidak hanya itu, pihak Juventus yang merekrut Christiano Ronaldo dari Real Madrid dengan harga Rp1,8 triliun pada Juli lalu juga menyatakan akan siap membela pemainnya itu dalam kasus ini.

“Cristiano Ronaldo telah menunjukkan profesionalisme dan dedikasinya selama beberapa bulan terakhir, yang diapresiasi semua orang di Juventus,’ tulis pihak Juventus melalui akun Twitternya.

Juventus

Cuitan Juventus – ist

Tanggapan Christiano Ronaldo

Christiao Ronaldo sendiri telah memberikan tanggapan terkait dengan tuduhan pemerkosaan yang menimpa dirinya itu. Menurut bintang sepakbola asal Portugal itu, apa yang diberitakan oleh majalah Der Spiegel itu merupakan sebuah berita palsu.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya, mantan pemain Manchester United tersebut dengan tegas membantah bahwa dirinya pernah melakukan hal demikian kepada Mayorga. Ia dengan tegas mengatakan bahwa semua tuduhan itu sama sekali bertentangan dengan keyakinan pribadinya.

“Pemerkosaan adalah kejahatan terkutuk yang berlawanan dengan diri saya dan semua yang saya yakini. Meski saya ingin sekali membersihkan nama saya, saya menolak memberikan kepada media kehebohan yang diciptakan orang-orang yang ingin menaikkan dirinya dengan mengorbankan saya,” tulis Ronaldo.

“Akal sehat yang saya miliki membuat saya bisa menunggu dengan tenang hasil-hasil seluruh investigasi,” lanjut dia.

Ronaldo

Cuitan Christiano Ronaldo – ist

Majalah Der Spiegel sendiri dalam berita yang dimuatnya itu menulis bahwa pada tahun 2009 Mayorga pernah menyampaikan laporan kepada polisi Las Vegas tak lama setelah kejadian yang dituduhkan itu terjadi.

Laporan tersebut, pada saat itu diterima oleh pihak kepolisian Las Vegas dan langsung dikukuhkan. Akan tetapi, mereka tidak menetapkan tersangka untuk kasus tersebut.

“Pada saat laporan itu diambil, kepada detektif kami, korban tidak memberikan rincian lokasi kejadian atau paparan tentang tersangka,” demikian kutipan pengacaa Mayorga dalam berita yang dimuat Der Spiegel tersebut.

“Pada September 2018, kasus itu dibuka kembali dan detektif kami menindaklanjuti informasi yang diberikan,” lanjut pengacara Mayorga.

Sementara dalam berkas tuntutannya, Mayorga mengaku bahwa kejadian itu berlangsung ketika dirinya bertemu Ronaldo di Rain Nightclub di Hotel dan Kasino Palms. Saat itu, kata dia, Ronaldo memperkosa dirinya di kamar hotel tersebut.

Atas kejadian itu, demikian klaim pengacara Mayorga, kliennya tersebut mengalami depresi berat dan sempat ingin bunuh diri. Psikiater juga, lanjut dia, pernah mendiagnosa bahwa Mayorga mengalami gangguan stress pascatrauma.

Kasus ini, kata dia, memang pernah diselesaikan, yakni pada 2010 lalu. Saat itu, Ronaldo menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan dengan kesepakatan bahwa ia harus membayar sejumlah uang tebusan kepada Mayorga sebesar US$375.000 (sekitar Rp5 miliar).

Semua ini dilakukan agar kasus pemerkosaan terhadap Mayorga ini tidak dibuka di publik. Meski demikian, pengacara Mayorga mengaku telah memutuskan untuk mengakhiri perjanjian itu dan akan memproses masalah ini di pengadilan.*