Ilustrasi - ist

KUPANG, dawainusa.com Kasus pemerkosaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur kembali terjadi. Kali ini, nasib tragis itu menimpa seorang pelajar.

Gadis yang baru berusia 18 tahun itu menjadi korban pemerkosaan oleh orang tak dikenal. Korban mengaku tak mengenali pria tersebut. Pelaku diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat, namun tidak dilengkapi nomor polisi.

Baca juga: Protes IMB Gereja di Semarang, Warga: Bukan Intoleransi

Atas inisiatif bersama pamannya, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dia alami itu ke Polsek Kupang Tengah. Ia lalu menceritakan semua perlakuan keji pelaku terhadapnya.

“Saya dari rumah hendak ke sekolah untuk membayar uang SPP, karena hari Senin nanti saya akan ikuti ujian sekolah,” jelasnya seperti yang dilansir Merdeka.com, Minggu (8/32020).

Korban saat memberikan keterangan kepada polisi – ist

Kronologi Pelajar di Kupang yang Diperkosa

Kisah pelajar di Kupang yang diperkosa itu berawal saat korban dari rumah diantar ke cabang AURI Penfui oleh saudaranya menggunakan sepeda motor.

Saat korban sedang menunggu angkutan umum, tiba-tiba korban dihampiri pelaku dan menawarkan jasa ojek, namun korban menolak dengan alasan tidak mempunyai uang lebih untuk membayar.

Baca juga: Intip Potret Tiara Idol Bersama Cowok yang Disebut Kekasihnya

Karena terus memaksa, korban pun tak menaruh curiga dan langsung naik ke motor pelaku. Dalam perjalanan, pelaku mengajak cerita dengan menanyakan identitas korban.

Setengah perjalanan, korban diajak ke salah satu tempat bernama Kuaklao, pelaku beralasan usai membersihkan makam sang nenek barulah mengantar korban ke sekolah.

Tiba di pemakaman umum itu, pelaku turun dan membersihkan makam neneknya, sementara korban menunggu tanpa curiga apapun. Setelah dianggap makam nenek telah bersih, pelaku menghampiri korban dan mulai merencanakan kejahatannya.

“Setelah dia bersihkan, dia datang dan mengajak berhubungan badan, karena saya tidak mau dia paksa dan perkosa saya,” kata korban.

Setelah menyalurkan hasrat bejatnya, pelaku mendorong dan menendang korban ke dalam jurang, sehingga korban mengalami patah tulang pada tangan kiri.

Tidak sampai di situ, korban yang dalam keadaan tidak berdaya di dalam jurang, masih diikuti oleh pelaku. Pelaku menarik korban dan kembali memerkosa korban kali kedua. Setelah itu korban diajak pulang.

“Saya tidak mau pulang dengan dia lagi tapi karena lokasi kejadian sepi dan jauh dari rumah orang, jadi saya terpaksa ikut,” ujarnya.

Ketika dalam perjalanan dia melihat ada perumahan, korban langsung melompat dari atas motor dan meminta pertolongan warga sekitar. Karena takut pelaku langsung melarikan diri dan kini menjadi buronan polisi.

Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya telah mengambil keterangan korban pada Jumat (6/3) kemarin, sambil mengungkap keberadaan pelaku.

“Korban sudah kita bawa ke RSU Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum, sambil mencari saksi dan pelaku dalam kasus ini,” jelasnya, Sabtu (7/3).