Kisah Bapak-Anak, Korban Lion Air J610 Usai Nonton Timnas U-19

Kisah Bapak-Anak, Korban Lion Air J610 Usai Nonton Timnas U-19

JAKARTA, dawainusa.com – Wahyu Alldila (32) bersama putranya bernama Xherdan Fachridzi (4) menjadi korban tragedi jatuhnya pesawat Lion Air J610 dengan rute penerbangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Pangkalpinang, Senin (29/10) pagi.

Mertua Wahyu Alldia bernama Fatma menceritakan bahwa kedua korban tersebut menumpangi pesawat Lion Air J610 itu setelah mereka menyaksikan laga Timnas U-19 di babak perempat final Piala Asia 2019 yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (28/10).

Baca juga: Kisah-kisah Korban yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Terbang

“Terakhir Wahyu dan Xherdan mengirim foto pada saat di Stadion Gelora Bung Karno,” kisah Fatma di Posko Crisis Center, Bandara Depati Amir dilansir Detik, Senin (29/10).

Wahyu merupakan warga Desa Padang Baru, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Dari kisah Fatma, Wahyu dan Xherdan berangkat ke Jakarta pada Sabtu (27/10) untuk menyaksikan pertandingan Piala Asia Usia 19 tersebut.

“Tidak ada firasat, tetapi Wahyu pernah menghubungi dirinya mengatakan Xherdan merengek pulang untuk menemui saya,” cerita Fatma.

Maskapai Penerbangan Lion Air

Maskapai Penerbangan Lion Air – ist

Fatma sendiri tetap berharap bahwa kedua korban selamat dalam insiden tersebut. Apalagi, terang Fatma, istri Wahyu saat ini sedang dalam kondisi hamil tua dan sedang menunggu kelahiran. “Ya Allah, selamatkan mereka apalagi istri wahyu sedang hamil, kami yakin kuasa mu ada,” ungkap Fatma.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610

Adapun detik-detik jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 yang membawa 189 orang itu telah dijelaskan oleh pihak Basarnas. Kronologi jatuhnya Lion Air disampaikan Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Muhammad Syaugi dalam jumpa pers bersama KNKT di kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pihak Basarnas, berikut ini kronologi jatuhnya Lion Air JT 610:

Senin, 29 Oktober 2018, Pukul 06.21 WIB Pesawat Lion Air JT610 take off. Pukul 06.33 WIB Pesawat Lion Air JT 610 hilang kontak. Pukul 06.50 WIB Basarnas menerima laporan dari ATC bahwa pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengalami hilang kontak.

Baca juga: Pengakuan Conchita Caroline: Lion Air JT-610 Bermasalah di Malam Sebelum Jatuh

“Kalau kami lihat di peta, lost contact ada di atas sini (Karawang, Jawa Barat). Ini jaraknya kalau dari kantor SAR Jakarta 34 nautical mile. Kalau Tanjung Priok 25 nautical mile. Kalau dari Tanjung Karawang 11 nautical mile. Jadi tidak terlalu jauh. Kami dapat informasi bahwa pesawat itu lost contact di ketinggian 2.500 saat itu,” kata Syaugi.

Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air J610

Kronologi Jatuhnya Pesawat Lion Air J610 – ist

Setelah mendapat informasi itu, tim SAR Basarnas melakukan konfirmasi ke Lion Air dan ATC. “Konfirmasinya bahwa pesawat itu terbang dan lost contact sehingga kami berangkatkan armada, baik kapal laut, tim, dan helikopter,” ujar dia.*