Kirim Pemuda Ke Australia, Ini Penjelasan Josef Nae Soi

Kirim Pemuda Ke Australia, Ini Penjelasan Josef Nae Soi

Dawainusa.com – Wakil gubernur NTT Josef Nae Soi mengatakan, pihak pemprov tengah menyeleksi pemuda-pemudi NTT sebanyak 25 orang. Mereka yang terpilih akan dikirim ke Universitas Grifftuh Quennsland di Australia.

Menurutnya, rencana pengiriman pemuda-pemudi berbakat tersebut untuk pengembangan pembangunan NTT. Ini merupakan rencana jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang lebih handal.

“Pemprov NTT saat ini sedang menyiapkan sumberdaya manusia berkualitas untuk mengembangkan pariwisata di NTT,” kata Josef di Kupang, Selasa,(27/03/2019)

Baca juga: Potensi Kopi Lokal Tinggi, Ini Rencana Gubernur NTT

Ia juga menjelaskan, mereka yang akan dikirim akan mengikuti magang tentang pariwsiata. Upaya ini dilakukan untuk menjawab rencana pengembangan dan peningkatan pariwisata di Provinsi NTT.

“Sekarang kami lagi seleksi untuk mendapatkan pemuda-pemudi NTT sebanyak 25 orang untuk magang pendidikan vokasi pariwisata di Griffith University Quennsland Australia,” jelasnya.

Pengelolaan pariwisata membutuhkan sumber daya manusia yang memahami tentang pariwisata dengan benar. Karena itu, pemprov mendorong orang-orang berbakat untuk mengikuti proses seleksi tersebut.

 Seleksi Pemuda Kerja Sama Kampus Undana

Dalam menentukan 25 pemuda-pemudi akan dilakukan proses seleksi oleh lembaga yang sudah ditentukan. Saat ini, pemerintah provinsi telah melakukan kerja sama dengan kampus Undana Kupang untuk proses seleksi tersebut.

Kegiatan seleksi dilakukan secara selektif agar mendapatkan generasi muda yang betul-betul serius. Karena itu, pihak pemprov berharap proses seleksi berjalan dengan lancar tanpa adanya upaya manipulatif.

Nae Soi juga menjelaskan soal sumber pembiayaan dari program pengiriman pemuda ini ke Australia. Pembiayaan untuk program tersebut bukan dari APBD melainkan dari dana CSR yang sedang diusahakan oleh pemprov.

“Untuk pendanaannya bukan dari APBD tetapi dari dana CSR yang sedang kita upayakan,” jelasnya.

Baca juga: Dinas Pariwisata NTT Luncurkan Perpustakaan Berbasis Digital

Selain itu, pemerintah provinsi NTT juga intens melakukan koordinasi dengan Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara. Tujuannya yakni untuk pengemabangan jaringan internet diseluru provinsi Nusa Tenggara Timur.

Jaringan internet masih menjadi salah satu kendala terbesar di NTT. Pemerintah provinsi NTT terus mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian khusus soal internet.

Pengiriman Pemuda Terobosan Efektif

Saat ini, pemerintah provinsi NTT telah menetapkan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibuatkan beberapa terobosan strategis yang efektif.

Salah satunya yakni upaya mengirimkan pemuda-pemudi ke Negara Australia untun pendidikan pariwisata. Pemerintah provinsi juga melakukan upaya lain untuk mendukung kegiatan pariwisata di NTT.

Langkah nyata yang sedang dilakukan oleh pemprov NTT yakni pemberlakuan English Day. Selain itu, pihak pemprov juga mengusulkan upaya penataan kembali kawasan wisata pulau komodo.

“Orang dari seluruh dunia mau lihat Komodo yang asli. Kita mau kembalikan habitat komodo ke habitat semula. Komodo yang asli, begitu liat mangsanya, dia langsung kejar, liar dan buas,” jelasnya.

Baca juga: Fahri Hamzah Usul Bentuk UU Lembaga Survei Kepada Pemerintah

Wisata pulau Komodo memang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan asing maupun domestik. Tetapi, mesti ada terobosan baru agar ekosistem komodo tetap terjaga dengan baik.

“Juga kita ingin kembalikan ekosistem dan rantai makanan di pulau Komodo. Kemudian kita jual ke dunia dengan sistem kuota. Kalau mau liat yang asli, bayarnya harus mahal,”pungkasnya.*

COMMENTS