Khofifah: Antara Sindiran Gus Ipul dan Dukungan Adik Kandung Gus Dur

Khofifah: Antara Sindiran Gus Ipul dan Dukungan Adik Kandung Gus Dur

Bakal calon Gubernur Jawa Timur, Saiful Yusuf (Gus Ipul), melontarkan sindiran terhadap partai pendukung Khofifah Indar Parawansah sebagai pesaingnya dalam Pilkada Jawa Timur mendatang.(Foto: Mensos Khofifah - ist)

JAKARTA, dawainusa.com Bakal calon Gubernur Jawa Timur, Saiful Yusuf (Gus Ipul), melontarkan sindiran terhadap partai pendukung Khofifah Indar Parawansah sebagai pesaingnya dalam Pilkada Jawa Timur mendatang.

Beberapa partai pendukung Khofifah itu ialah Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Baca juga: Tiga Nama Ini Bakal Dilirik Jadi Cawapres 2019 Mendatang

Sindiran Gus Ipul lantaran menilai keempat partai pendukung menteri sosial itu tidak memiliki konsistensi terhadap mekanisme internal masing-masing partai terkait pemilihan calon gubernur yang akan diusung.

“Ibarat partai-partai tersebut menyelenggarakan lomba, pemenangnya justru yang tidak ikut lomba,” ungkap Saiful ketika menghadiri Rapimwil PPP Jatim di Surabaya, Minggu (3/12).

Lebih lanjut, Saiful melihat ada suatu kejanggalan yang telah dilakukan keempat partai itu. Hal itu terjadi karena, katanya, Khofifah sebenarnya tidak melakukan pendaftaran secara resmi di masing-masing partai, tetapi DPP masing-masing partai itu justru memutuskan untuk mengusungnya.

“Tapi saya tetap menghormati apapun keputusan dan mekanisme partai. Karena saya sadar, keputusan partai politik masih tersentral di DPP,” ujarnya.

Adapun Saiful Yusuf diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam Pilkada Jatim mendatang. Dalam Pilkada itu, Ia akan berpasangan dengan Abdullah Azwar Anas yang saat ini sedang menjabat sebagai Bupati Banyuwangi.

Ketum Hanura; Partai Hanura Kedepankan Kualitas dan Integritas

Sebelumnya, Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang mengungkapkan alasan partainya mengusung Khofifah. Ia mengatakan, Hanura adalah partai politik yang mengendepankan kualitas dan integritas.

Bagi Oesman, komitmen kebangsaan mesti didahulukan daripada kepentingan sesaat. “Ada partai, terima uang tapi menggembosi. Itu akhlaknya jelek. Saya tidak mau partai kita seperti itu,” ujarnya.

Baca juga: Gelar Aksi di Jakarta, Ini 6 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Papua

Menurut Oesman, berbagai ketentuan itu telah ada dalam diri Khofifah. Ia menilai Khofifah ialah sosok pemimpin yang cerdas serta memiliki karakter keibuan. Keputusan itu, katanya, juga telah dilakukan melalui proses politik yang rumit.

Hanura adalah partai ketiga yang sudah resmi mengusung calon Khofifah-Emil dalam Pilkada Jatim.sebelumnya, usungan serupa juga telah dilakukan oleh Partai Demokrat dan Golkar. Sementara itu, tiga partai yang belum nenentukan sikap, yakni Gerindra, PAN dan PKS.

Sindiran Gus Ipul dan Dukungan Adik Gus Dur

Pengusungan Khofifah untuk maju sebagai calon gubernur Jawa Timur mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH Sholahuddin Wahid mengatakan, pengusungan Khofifah itu seharusnya menjadi kabar gembira bagi warga Jawa Timur (Jatim).

Menurutnya, warga Jatim akan rugi apabila tidak memilih Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu sebagai gubernur dalam Pilkada Jatim 2018 mendatang.

Baca juga: Bendera HTI Masih Dikibarkan, Mengapa Bendera Bintang Kejora Dilarang?

“Bu Khofifah ini orangnya pintar, pekerja keras, dan visioner. Rugi jika warga Jatim tidak memilih Khofifah jadi gubernur,” ujarnya seusai menghadiri penyerahan rekomendasi Partai Hanura untuk pasangan Khofifah-Emil di Surabaya, Minggu (3/12).

Sebagai bentuk dukungan terhadap Khofifah, Sholahuddin berkomitmen akan melakukan sosialisasi terkait figur Khofifah dan Emil kepada seluruh warga Jawa Timur.

“Kami sudah dua pecan bergerak untuk terus sosialisasi Khofifah dan emil,” jelas adik kandung mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid ini.

Selain tokoh di atas, dukungan terhadap Khofifah juga datang dari ratusan relawan dari wilayah Mataram. Mereka menyatakan komitmennya untuk memenangkan Khofifah dalam Pilkada Jawa Timur mendatang.

Ikrar dukungan sekaligus silaturrahmi para relawan itu dilaksanakan di Hall Hotel Hayam Wuruk, di Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (2/12) lalu.

Dalam kesempatan itu, hadir juga sejumlah tokoh seperti Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Salahudin Wahid (Gus Solah), KH Suyuti Thoha dari Banyuwangi, KH Asep Syaefudin Chalim dari Ponpes Amanatul Ummah serta Bacawagub Emil Elestianto Dardak.* (YAH).