Ketika Joko Widodo Menjawab Tudingan Soal Dirinya Disebut Anggota PKI

Ketika Joko Widodo Menjawab Tudingan Soal Dirinya Disebut Anggota PKI

JAKARTA, dawainusa.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kegusarannya soal tudingan bahwa dirinya ialah seorang anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jokowi menerangkan, sudah empat tahun ia menjadi Presiden RI. Akan tetapi, sampai saat ini, masih tetap ada banyak orang yang percaya bahwa dirinya ialah seorang keturuan PKI.

Dari hasil survei yang diterimanya, demikian Jokowi menjelaskan, ada sekitar 6 persen orang Indonesia yang termakan dan percaya bahwa dirinya ialah seorang PKI.

“Kelihatannya memang cuma 6 persen. Tapi itu setara dengan 9 juta masyarakat Indonesia. Masih banyak kan berarti,” kata Jokowi dalam acara silaturahim dengan kiai serta santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah, kawasan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (4/11).

Baca juga: Awal Mulanya, Sebuah Catatan Pinggir untuk Setahun Dawainusa

Kegusaran Jokowi terhadap tudingan itu juga disampaikannya pada hari yang sama di hadapan 1.000 calon anggota legislatif (caleg) perempuan di Hotel JHL Solitaire, Kota Tangerang.

Dalam acara pembekalan terhadap para caleg tersebut, ia mengatakan bahwa selama ini ia sudah cukup sabar menghadapi isu soal dirinya ialah seorang anggota PKI itu.

Hampir selama empat tahun, lanjut mantan Wali Kota Solo tersebut, ia memilih diam dan tidak ambil pusing atas tudingan tersebut.

Akan tetapi, karena dalam situasi menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang isu tersebut semakin berkembang, ia akhirnya memutuskan untuk mengklarifikasikan tudingan ini.

“Selama ini saya itu diem saja. Sabar, sabar, sabar, tapi kok kayak begini terus. Supaya enggak dibawa lagi ke mana-mana, perlu juga saya jawab sekarang. Saya bukan seorang PKI. Saya adalah Jokowi, yang tidak berkaitan dengan PKI,” tegas dia.

Tiga Penjelasan Bahwa Joko Widodo Bukan PKI

Menurut Joko Widodo, untuk menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang anggota PKI, ada tiga penjelasan yang bisa menguatkan hal itu.

Pertama, isu tersebut sama sekali tidak sesuai logika. Menurut Jokowi, melalui Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966, negara telah memutuskan bahwa PKI merupakan sebuah organisasi terlarang di Indonesia.

Sementara nyatanya, Jokowi baru lahir pada 1961. Hal itu berarti bahwa ketika PKI dibubarkan, Jokowi masih berusia 4 tahun.

“Masak ada PKI balita? Sampaikan begitu ke masyarakat. Dari sisi logikanya saja enggak bisa masuk,” jelas Jokowi.

Baca juga: Kementrian Agama Segera Kaji Draf RUU Pesantren Inisiatif DPR

Alasan kedua ialah tudingan Jokowi sebagai seorang anggota PKI sering dibarengi dengan menampilkan gambar Ketua Umum PKI DN Aidit yang sedang berpidato. Dalam gambar tersebut, terlihat bahwa di samping podium ada seseorang yang sangat mirip dengan Jokowi.

Akan tetapi, setelah dilakukan pengecekan, ternyata foto tersebut diambil pada tahun 1955. Artinya, pada saat itu, Jokowi belum lahir.

“Siapa yang membuat gambar nakal seperti ini? Tapi kok saya lihat-lihat, mirip saya. Ternyata memang benar saya. Tapi tahun segitu, saya belum lahir. Ya kok bisa-bisanya masuh percaya gitu lho,” ujar Jokowi.

Ketiga, isu PKI ini juga tidak hanya ditudingkan kepada dirinya. Akan tetapi hal itu juga dilekatkan pada kedua orang tuanya.

Tudingan ini, jelas Jokowi, jelas tidak benar. Jika ingin membuktikan bahwa apakah benar demikian, ia mempersilahkan setiap orang yang ingin mengeceknya secara langsung.

“Datangi saja masjid di dekat rumah saya, dekat rumah orangtua saya. Tanya, apa benar? Gitu saja kok enggak bisa? Di Solo itu NU ada, Muhammadiyah ada, Persis ada, LDII ada, FPI ada, semuanya ada. Tanyakan saja ke mereka, apa susahnya tho?” tutur Jokowi.*

COMMENTS