Keracunan Makanan, Puluhan Siswa SLB di Ruteng Dilarikan ke RS

Keracunan Makanan, Puluhan Siswa SLB di Ruteng Dilarikan ke RS

RUTENG, dawainusa.com Sebanyak 40 orang siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Karya Murni Ruteng mengalami keracunan makanan pada Kamis (15/11) pagi. Mereka yang terdiri dari pelajar tuna rungu dan juga tuna netra ini mengalami musibah itu setelah sarapan pagi di asrama milik SLB tersebut.

Karlo Alfonsius Kasus, salah seorang korban keracunan yang ditemui Dawai Nusa di IGD RSUD Ben Mboi mengatakan, ia bersama teman-temannya sarapan bersama sekitar pukul 06.40 WITA sepulang misa pagi.

Saat sarapan, siswa tuna rungu kelas 6 SD ini mengaku mencium aroma yang aneh dari makanannya. Adapun makanan mereka saat itu terdiri dari nasi, kacang hijau serta brokoli.

Baca juga: Kadis Kesehatan Manggarai: Vaksin DPT 1 Dipastikan Akan Segera Tiba

“Saat makan tadi pagi, dari makanan kami cium bau seperti bau kencing dan minyak tanah dari nasi dan sayur,” kata Karlo kepada Dawainusa.

Selanjutnya, saat memulai pelajaran di kelas, dia mengaku mulai merasa pusing disertai mual-mual dan hendak muntah. Atas apa yang dialami Karlo, guru selanjutnya mengijinkannya untuk pulang dan istirahat di asrama.

“Waktu saya mulai pusing dan mual, guru persilahkan saya pulang untuk istrahat di asrama. Sampai di asrama saya muntah dua kali,” jelasnya.

Apa yang dialami Karlo ternyata dialami juga oleh puluhan siswa lain. Atas kejadian itu, para guru dan suster selanjutnya melarikan para siswa ke RSUD Ben Mboi Ruteng

Penanggung Jawab Panti SLB Pastikan Semua Jenis Makanan Sehat

Sementara itu, penanggung jawab Panti SLB Karya Murni, Suster Silvani menegaskan pihaknya menjamin semua jenis makanan yang disajikan sehat.

Saat ditanya terkait pengakuan pelajar yang menyebut makanan mereka berbau busuk, Suster Silvani membantah dan menyebut para pelajar korban keracunan hanya “ngarang”.

Baca juga: Masyarakat Keluhkan Kelangkaan Vaksin DPT 1 di Kabupaten Manggarai

“Ngarang itu namanya karena saya yang persis mengatur di gudang. Itu tambahan anak-anak karena mereka sakit. Semua makanan memenuhi syarat kesehatan kok,” katanya.

Meski demikian, dia menduga salah salah satu penyebab para siswanya keracunan bisa jadi karena yang bertugas masak pada hari itu kurang teliti sehingga masakan jadi kurang matang.

Pantauan Dawai Nusa, sekitar pukul 11.00 WITA, belasan pelajar korban keracunan berangsur membaik dan telah dipulangkan ke SLB Karya Murni Ruteng.

Korban Alami Dehidrasi

Direktur BLUD RSUD Ben Mboi dr. Elisabeth Frida Adur kepada awak media di ruang IGD menjelaskan, pihaknya lansung mengambil tindakan bagi puluhan siswa tersebut.

Menurut dia para pelajar itu mengalami dehidrasi ringan, sedang dan berat. “Biasanya karena mereka muntah-muntah karena mengalami dehidrasi. Ada yang dehidrasi ringan ada juga dehidrasi berat,” kata Adur.

Baca juga: ‘Sesamaku adalah Aku yang Lain’ bagi Komunitas Perempuan Manggarai

“Kita akan kurangi gejalanya menghilangkan dehirasinya dan setelah itu akan melakukan pengobatan selanjutnya,” tambahnya.

Sementara terkait jenis racun yang terakandung dalam makanan, pihak RSUD masih menunggu kedatangan pihak Loka Pengawasan Obat dan Makanan (LOKA POM) yang sedang dalam perjalanan dari Labuan Bajo.

Bupati Manggarai: Para Pelajar Akan Dirawat Gratis

Bupati Manggarai Deno Kamelus yang juga hadir menyambangi para siswa korban keracunan di RSUD Ben Mboi pada Kamis (15/11) menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa para pelajar SLB tersebut.

Deno Kamelus

Deno Kamelus – ist

Bupati Deno mendatangi satu per satu para pelajar dan menanyakan kondisi mereka. Tidak hanya itu, dia juga sempat bertanya pada suster penanggung jawab dan petugas masak seputar kronologi kejadian.

Baca juga: Hendak Melapor, Seorang Ibu di Manggarai Dibully Oknum Polisi

Di hadapan awak media, Bupati Deno juga menjelaskan Pemkab Manggarai akan menanggung beban biaya para pelajar yang tidak memiliki BPJS.

“Soal biaya saya masih cari tahu, seingat saya, saya sudah meminta suster untuk membuat BPJS bagi mereka. Tapi kalau nanti ada yang tidak memiliki BPJS akan kita gratiskan,” tegas Deno.*(Elvis Yunani).

COMMENTS