Kendarai Sepeda Motor, Bupati Deno Kunjungi Beberapa Poktan di Lelak

Kendarai Sepeda Motor, Bupati Deno Kunjungi Beberapa Poktan di Lelak

RUTENG, dawainusa.com  Bupati Manggarai, Deno Kamelus sambangi beberpa kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Lelak,Kabupaten Manggarai dengan mengendarai motor.

Kunjungan Bupati Deno itu, bersamaan dengan agenda menghadiri ritus adat Roko Molas Poco di Gendang Wakel di kecamatan Lelak.

Usai mengikuti ritus tersebut, Bupati Deno bersama rombongan lansung bergegas mendatangi beberapa poktan dan meninjau program simantri di wilayah itu.

Dalam kunjungannya kali ini, Bupati Deno mengawali kunjungan dengan mendatangi kelompok tani Weang Gerak, di Desa Letang. Selanjutnya dia juga mendatangi lokasi Simantri 16 dan lokasi peternakan serta hortikultura Wae Teku Tedeng.

Atas kunjungan ini, warga setempat nampak sangat antusias menjamu kedatangan Bupati Deno. Mikael Madel, Ketua kelompok Weang Gerak mengaku merasa terharu atas kunjungan Bupati Deno.

“Kami menyampaikan terima kasih karena Pa Bupati bisa datang di tempat kami ini. Kelompok Weang Gerak berdiri sejak tahun 2007 dengan jumlah anggota 29 kepala keluarga. Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami,” kata Madel.

Madel mengaku, sampai saat ini bantuan sapi yang diberikan oleh pemerintah kepada kelompok tani tersebut sejumlah 10 ekor sedangkan dari bantuan Pemerintah Pusat sebanyak 40 ekor, yakni pada tahun 2012. Sampai saat ini sudah berkembang menjadi 117 ekor.

Kendarai Sepeda Motor, Bupati Deno Kunjungi Beberapa Poktan di Lelak

Bupati Deno Kunjungi Beberapa Poktan di Lelak – Dawainusa/Elvys Yunani

Pantau Perkembangan Poktan

Bupati Deno di sela-sela dialog dengan para petani menjelaskan, tujuan kunjungannya adalah untuk melihat perkembangan kelompok-kelompok tani yang sudah mendapat bantuan pemerintah.

“Terima kasih karena sudah menerima kami di sini. Saya mau melihat langsung yang ada di lokasi. Kelompok ini sudah berkembang maju sekali. Karena itu ke depan pendekatan integrasi bukan hanya berhenti di pikiran tapi juga perbuatan,” kata Deno

“Harapannya kelompok ternak ini bukan hanya pengembangan, tapi cirit sapi bisa bikin pupuk dan tanam hortikultura. Nanti Dinas Pertanian akan siap benih, pupuk, dan lain-lain,” tambahnya.

Dia berharap, kelompok tani di wilayah pengadministrasian dengan baik, dipikirkan mekanisme penjualannya, serta hal-hal lainnya. Selain itu, dirinya berharap agar Pemerintah Desa juga bisa mengambil peran dengan mengalokasikan anggaran dana desa untuk kebutuhan kelompok.

Tak hanya mendatangi petani, Bupati juga melakukan monitoring lumbung pangan yang dibangun tahun 2013. Dengan melewati jalan berbatuan Bupati Deno melakukan monitoring kantor produksi pupuk bokasi yang dibuat tahun 2012 yang dibangun oleh Dinas Peternakan Propinsi NTT.* (Elvys Yanani)

COMMENTS