Kenang Jokowi Akan Rambut Gondrongnya Saat Jadi Mahasiswa UGM

Kenang Jokowi Akan Rambut Gondrongnya Saat Jadi Mahasiswa UGM

Dibalik Kesuksesan dan popularitasnya sebagai orang nomor satu di Negeri ini, Presiden Joko Widodo ternyata punya cerita yang menarik semasa kuliahnya. (Foto: Jokowi ketika masih muda - ist)

PROFIL, dawainusa.com Dibalik Kesuksesan dan popularitasnya sebagai orang nomor satu di Negeri ini, Presiden Joko Widodo ternyata punya cerita yang menarik semasa kuliahnya. Hal itu dikisahkan Jokowi saat memberikan kuliah umum di Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (19/12).

Di hadapan Mahasiswa, mantan Wali Kota solo itu mengenang cerita 37 tahun silam saat masih menjadi Mahasiswa UGM yang berambut gondrong dan bercelana “cutbray”.

“Tadi ketika saya masuk ke kampus kita yang kita cintai ini, kenangan saya kembali ke 37 tahun yang lalu sebagai mahasiswa yang gondrong, celananya “cutbray,” kisah Jokowi.

Baca juga: Jomblo Semasa Kuliah, Ini yang Dilakukan Jokowi

Ia kemudian menunjukkan koleksinya fotonya saat menjadi mahasiswa dan sempat mengundang dua orang dosen untuk menebak dirinya.

“Coba ibu maju ke depan, satu saja. Saya hanya ingin bertanya. Di Gambar itu saya yang mana?” ajak Jokowi. Seorang Ibu maju ke depan. Ia langsung menjawab pertanyaan Presiden.

“Yang mana bu?” tanya Presiden kembali. “Yang di bawah,” jawab si Ibu. “Yang di bawah, duduk itu?” timpal Presiden. Ternyata jawaban si Ibu salah. “Nah keliru kan,” jawab Presiden.

Presiden Jokowi kemudian meminta Ibu itu menunjuk ulang. Presiden memberikan petunjuk sambil bercanda. “Pokoknya ibu lihat yang paling ganteng, langsung tunjuk, langsung dapat,”kata Presiden.

Si ibu menjawab gambar Presiden Jokowi berada di sebelah paling atas, berdiri nomor dua di sebelah kiri. Namun ibu itu masih terlihat ragu-ragu.

“Ibu ini ragu? Di atas mana tanya Presiden,”? “Yang paling atas nomor dua dari kiri,” jawab si ibu. “Ya betul,” kata Presiden diiringi tepuk tangan hadirin.

Layaknya kuis-kuis yang diadakan Presiden, si ibu turut meminta sepeda kepada Presiden. Permintaan si ibu disambut tawa hadirin. “Sepeda? hanya tunjuk begitu saja sepeda minta sepeda,” jawab Peresiden.

Setelah si Ibu, Presiden juga memberi kesempatan kepada peserta lainya untuk menebak fotonya. Ada peserta laki-laki yang berhasil. “Ternyata saya dibisiki ada sepedanya. Ya sudah nanti sepedanya diambil,” pungkas Presiden.

Bercita-Cita Jadi Pegawai Perhutani

Presiden yang merupakan lulusan dari Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 ini mengaku saat kuliah memiliki cita-cita jadi pegawai perhutani.

“Dulu saya memiliki cita-cita menjadi pegawai perhutani tapi nggak kesampaian dan ternyata jadi Presiden RI,” kata Jokowi yang disambut tepuk tangan para mahasiswa dan para dosen yang hadir.

Baca juga: Pengukuhan Ditunda, Tiga Opsi Jawab Perdebatan Soal Airlangga

Presiden lalu mengatakan jika cita-cita memang tidak selalu sejalan dengan apa yang kita inginkan.

“Kadang-kadang cita-cita itu boleh tapi Allah yang berkehendak lain, katanya. Jokowi lantas mengaku bahwa keberhasilannya saat ini semuanya berkat pendidikan UGM.

“Pendidikan yang membuat alumninya mencintai Indonesia. Pendidikan yang melahirkan pembela Pancasila. Pendidikan yang menanamkan integritas dan profesionalisme,” katanya.

Presiden menambahkan Perguruan Tinggi sampai kapan pun akan menempati peran sentral dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

“Sentral dalam menciptakan sumber daya manusia yang handal, sentral dalam karya riset yang unggul dan sentral dalam menjawab tantangan zaman,” tutup Jokowi.* (RAG)