Kemensos Akan Salurkan Bantuan untuk Kampung Adat Gurusina

Kemensos Akan Salurkan Bantuan untuk Kampung Adat Gurusina

KUPANG, dawainusa.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) diketahui akan segera memberikan bantuan berupa uang senilai Rp25 juta per rumah untuk pembangunan setiap rumah yang terbakar di Kampung Adat Gurusina, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Marianus Ardu Jelamu di Kupang, Selasa (21/8).

“Kementerian Sosial sudah menjanjikan untuk segera membantu Rp25 juta per rumah bagi warga di Kampung Gurusina yang rumahnya terbakar,” terang Jelamu seperti dikutip Antara.

Baca juga: DPRD NTB Surati Jokowi Soal Status Gempa di Lombok

Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut, demikian Jeramu, akan diprioritaskan untuk pembangunan rumah yang mengalami kerusakan berat dan akan disalurkan secara langsung ke dalam rekening setiap warga yang terdampak kebakaran.

“Untuk sementara sentuhan bantuannya itu sesuai kriteria kerusakan berat, nantinya pihak kementerian akan menyalurkannya ke rekening warga yang terdampak,” jelas Jeramu.

Sebelumnya, pihak dari Dinas Pariwisata NTT sendiri bersama sejumlah pihak lainnya, yakni Direktur Bencana Alam Kementerian Sosial, Dinas Kebudayaan dan Dinas Sosial tingkat provinsi telah melakukan pengamatan langsung di lokasi kejadian.

Dalam pengamatan itu, terang Jelamu, mereka telah meninjau segala bentuk dampak dari kebakaran yang menimpa Kampung Adat Gurusina di Kecamatan Jerebu’u tersebut dan juga telah berhasil mencatat sejumlah kerugian yang terjadi.

Segala bentuk kerusakan yang terjadi dalam peristiwa tersebut juga, terang Jelamu, sudah disampaikan secara rinci kepada pihak Kementerian Pariwisata.

Karena itu, selain mengharapkan bantuan dari Kementerian Sosial, bantuan juga diharapkan akan datang dari pihak Kementerian Pariwisata sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Selain itu kami juga sangat berharap ada bantuan CSR dari BUMN karena dampak kerugian ini cukup besar,” kata Jeramu.

Butuh Dana Rp200 juta untuk Satu Rumah Adat

Bantuan dari sejumlah pihak tersebut memang sangat diharapkan. Sebab, untuk pembangunan kembali satu rumah adat yang hangus terbakar itu, dibutuhkan dana yang cukup besar.

Jeramu mengatakan, setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ngada, untuk pembangunan kembali satu rumah adat tersebut, dibutuhkan biaya mencapai Rp200 juta.

Baca juga: Soal Penataan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Pemerintah Terbitkan Perda

Dana tersebut, terang dia, akan dipakai tidak hanya untuk pengadaan material bangunan seperti alang-alang, kayu, dan bambu. Tetapi juga untuk mendanai hal-hal lainnya seperti soal ritual adat yang akan dilakukan selama proses pembangunan rumah adat tersebut.

“Ada banyak varian yang dilakukan dalam membangun kampung adat dari ritual adat yang bisa saja harus mengumpulkan banyak pihak, ada penyembelihan hewan, dan pengadaan lainnya. Belum lagi ada barang-barang sakral yang ikut hangus terbakar,” ujar Jeramu.

Karena itu, kerja sama dan bantuan sejumlah pihak terkait hal ini menjadi sangat dibutuhkan. “Jadi memang ini harus dibangun bersama-sama, terlebih saya mengajak BUMN dengan dukungan CSR-nya agar kampung adat Gurusina ini bisa secepatanya dibangun kembali sebagai bagian dari kekayaan wisata Indonesia,” ujar dia.

Jumlah Kerugian

Seperti diketahui, kebakaran yang menimpa Kampung Adat Gurusina yang terletak di Desa Watumanu, Kabupaten Ngada ini sendiri terjadi pada Senin (6/8) lalu. Dalam peristiwa tersebut, terdapat 27 dari 33 rumah adat yang dihuni warga berserta rumah baca hangus terbakar.

Sementara terkait dampak dari peristiwa kebakaran tersebut, pihak Kementerian Sosial telah melakukan pendataan dan menemukan jumlah kerugian yang secara keseluruhan diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,4 miliar.

Baca juga: Jawaban Polos Joni Soal Uang Rp 50 Juta dari Hotman Paris

“Setelah kami hitung-hitung kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp5,4 miliar lebih,” jelas Jeramu di Kupang, Selasa (14/8).

Selama ini, terang Jeramu, Kampung Adat Gurusina tersebut merupakan salah satu destinasi wisata megalitik yang sangat diminati oleh sejumlah wisatawan baik domestik maupun internasional.

Akan tetapi, daya tarik terhadap kampung tersebut menjadi hilang setelah peristiwa kebakaran tersebut. Karena itu, pembangunan kembali kampung adat sebagai aset wisata tradisional ini menjadi sangat penting untuk segera dilaksanakan.*