Home Info Publik Kemenkominfo Terus Lakukan Investigasi Kebocoran Data Pribadi

Kemenkominfo Terus Lakukan Investigasi Kebocoran Data Pribadi

Menurut Dedi, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan audit forensik terhadap data di lembaga terkait.

Kemenkominfo Terus Lakukan Investigasi Kebocoran Data Pribadi
Jubir Kemenkominfo, Dedi Permadi/Ist

Dawainusa.com – Kebocoran data pribadi 279 juta penduduk di BPJS Kesehatan membuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus melakukan investigasi.

Hal itu diungkapkan juru bicara Kominfo Dedi Permadi di Kementerian Kominfo Jakarta, Jumat (28/5/2021).

“Sampai sekarang koordinasi terus dilakukan. Bahkan, pagi ini kami ada rapat bersama yang dihadiri juga oleh pihak pihak terkait,” kata Dedi.

Menkominfo/Johnny Plate

Baca jugaDukung Kemajuan UMKM, Begini Kata Wali Kota Kupang

Investigasi dan Langkah Praktis Kemenkominfo

Dalam pernyataannya, Dedi Permadi mengatakan, Kemenkominfo masih melakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait termasuk BPJS kesehatan guna proses investigasi kebocoran data pribadi itu.

Ia menjelaskan, Kemenkom Info tengah melakukan langkah langkah praktis demi mencegah perluasan akses publik terhadap data pribadi.

“Jadi, fokus pertama kita adalah mencegah kebocoran yang lebih luas dengan langkah-langkah yang tidak hanya pemutusan akses. Tetapi, juga perbaikan sistem keamanan data di Kementerian/Lembaga atau pihak atau kita sebut sebagai PSE Penyelenggara Sistem Elektronik terkait, dalam hal ini BPJS Kesehatan di internalnya, kemudian dicegah untuk kebocoran yang lebih dalam,” kata Dedi.

Langkah selanjutnya, lanjut Dedi, adalah dengan melakukan audit forensik terhadap data di lembaga terkait.

“Hasilnya tidak bisa keluar dalam hitungan hari atau hitungan minggu. Pasti membutuhkan proses yang panjang karna ini butuh teknologi, butuh resources yang betul betul bisa dipertanggungjawabkan. Supaya hasilnya pun nanti bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Dedi.

Baca jugaGubernur Laiskodat Harapkan Bambu Dibudidayakan Sebagai Tanaman Utama

Kemenkominfo, kata dia, mengimbau kepada para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan perbaikan teknologi keamanan siber yang dimiliki.

“Dan melakukan evaluasi secara berkala untuk meminimalisir insiden serupa di kemudian hari,” tegas dia.

Dedi berharap seluruh PSE wajib mengembangkan sumber daya manusia untuk perlindungan data pribadi.

“Seluruh PSE kami harapkan atau bahkan wajib mengembangkan sumber daya manusia untuk perlindungan data pribadi, karena kalau teknologinya sudah bagus,” ujar dia.

Tapi, menurut dia, SDM PSE masih lemah. Lebih lanjut dia juga menjelasakan soal bagaimana tata kelola perlindungan data pribadi.

“Itu juga kita akan ikut lemah. Dan yang terakhir adalah tata kelola perlindungan data pribadi di internal seluruh PSE di Indonesia,” pungkasnya.*

Exit mobile version