Home Info Publik Kemenkominfo Targetkan 112 Juta UMKM Gunakan Digital di Tahun 2024

Kemenkominfo Targetkan 112 Juta UMKM Gunakan Digital di Tahun 2024

Pemerintah menargetkan hingga tahun 2024 ada 112 juta pelaku UMKM di Indonesia menggunakan sistem digital.

Kemenkominfo Targetkan 112 Juta UMKM Gunakan Digital di Tahun 2024
Foto Ilustrasi/Ist

Dawainusa.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan 112 juta UMKM gunakan digital di tahun 2024.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Pengembangan Profesi dan sertifikasi Kemenkominfo, Hedi M Idris saat membuka kegiatan pelatihan dan praktik digitalisasi proses bisnis kelompok usaha eks pekerja migran Indonesia di Kupang, NTT, Senin, (21/6/2021).

“Sistem digitalisasi dalam melakukan pemasaran produksi sangat membantu dalam pengembangan usaha bisnis UMKM,” katanya.

Kegiatan pelatihan dan praktik digitalisasi proses bisnis kelompok usaha eks pekerja migran Indonesia di Kupang, NTT/Antara

Baca jugaKondisi Orangtua Sakit Parah di Nagekeo, Belasan PMI Pulang Lewat Jalur Ilegal

Prioritas Kemenkominfo soal UMKM

Hedi M Idris mengatakan Kemenkominfo menargetkan hingga tahun 2024 ada 112 juta pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) menggunakan sistem digital dalam memasarkan produknya.

Menurut dia, saat ini ada 60 juta orang lebih pelaku UMKM di Indonesia telah menggunakan sistem digitalisasi dalam melakukan pemasaran hasil produknya dengan hasil yang sangat menggembirakan.

Pihaknya terus mendorong agar pelaku UMKM termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan sistem digital dalam pengembangan usaha agar lebih cepat berkembang.

Baca jugaDi Manggarai Barat, Vaksinasi Nakes Capai 90 Persen

Pemerintah kata dia menargetkan hingga tahun 2024 ada 112 juta pelaku UMKM di Indonesia menggunakan sistem digital dalam menjalani usahanya dengan tetap meningkatkan kualitas produksi sehingga diminati konsumen.

Kemenkominfo kata dia mengapresiasi terhadap antusiasme 90 orang peserta pelatihan yang merupakan eks pekerja imigran di NTT untuk mengikuti kegiatan pelatihan dan praktik digitalisasi proses bisnis bagi kelompok usaha eks pekerja migran.

Menurut dia, pengembangan bisnis dengan sistem digital sudah menjadi penting di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat.

Sementara itu Kordinator panitia pelatihan praktik digitalisasi bisnis, eks pekerja migran Kementerian Kominfo RI, Dr. Nur Choirul Afif mengatakan kegiatan pelatihan ini juga untuk meningkatkan keterampilan peserta mengelola bisnis mulai manajemen, pengemasan produk hingga pemasaran hasil produk.

“Apabila usaha yang dilakukan eks pekerja migran berkembang pesat maka ekonomi keluarga menjadi lebih baik. Pelatihan ini juga untuk meminimalisir adanya kasus pengiriman tenaga kerja secara ilegal dari NTT,” tegas Nur Choirul Afif.*

Exit mobile version