Kemenkes Minta Masyarakat Waspadai Kluster Baru Covid-19
Siti Nadia Tarmizi, juru bicara kemenkes/Ist

Dawainusa.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai kluster terbaru Covid-19.

Hal itu diungkapkan juru bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers secara virtual, Jum’at (30/4/2021).

Dalam pernyataannya, Siti Nadia Tarmizi meminta agar masyarakat tetap waspada selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Baca jugaTNI AL Gelar Tabur Bunga Untuk Korban KRI Nanggala 402

Kemenkes Ungkap Klaster Baru Covid-19

Siti Nadia Tarmizi mengumbau agar masyarakat tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan yang dapat memicu penularan covid-19.

Pasalnya, dalam sepekan terakhir, Kemenkes, lanjut Nadia, melaporkan adanya temuan kluster baru di sejumlah daerah di Indonesia.

“Kita sudah mengetahui beberapa minggu ini munculnya berbagai klaster yang kita lihat mulai dari adanya klaster perkantoran, kelas buka bersama, kemudian klaster tarawih di Banyumas, klaster mudik di Pati, dan klaster takziah di Semarang,” kata Nadia.

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa kemunculan klaster baru ini sangat mengkhawatirkan.

Hal itu terjadi karena berpotensi munculnya superspreader atau kemampuan individu menularkan covid-19 ke banyak orang dalam waktu singkat.

“Dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan kita karena kemungkinan terjadinya superspreader terjadi pada klaster ini,” ujar Nadia.

Jubir Kemenkes
Jubir Kemenkes/Ist

Baca jugaJualan Sabu, PNS Dishub DKI Ini Ditangkap

Selain itu Nadia menjelaskan superspreader ini bisa terjadi dalam waktu singkat dikarenakan interaksi tanpa menjalankan protokol kesehatan ketat, sehingga menyebabkan munculnya kasus positif di berbagai klaster ini.

“Terutama kita ketahui bahwa terdapat tiga faktor utama yang diduga terkait dengan adanya klaster ini. Yang pertama adalah tentunya kelalaian kita dalam melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat melaksanakan ibadah tarawih berjamaah,” kata Nadia.

Ia pun mencontohkan klaster tarawih di Banyumas. Kelalaian protokol kesehatan Covid-19 saat beribadah bisa memicu penularan virus yang sangat tinggi.

“Ada klaster di Banyumas terdapat 51 orang yang positif Covid-19, dan 51 orang ini sholat tarawih di dalam masjid yang berbeda dan terpapar Covid-19 setelah ada satu jamaah yang memang sudah positif Covid-19. Jemaah tersebut walaupun sudah sakit tetap berangkat tarawih. Kita sudah tahu bahwa ini demi keselamatan bersama pemerintah tetap memberikan relaksasi selama Covid-19 ini,” tandasnya.*