Keluhan Warga Kampung Nanga Soal Air Minum Bersih

Keluhan Warga Kampung Nanga Soal Air Minum Bersih

NANGA, dawainusa.com – Warga Kampung Nanga, Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluh soal kekurangan air minum bersih di daerah tersebut.

Kepada Dawainusa.com, salah seorang warga yang diketahui berinisial RG mengungkapkan bahwa sudah bertahun-tahun lamanya, seluruh warga di kampungnya itu sama sekali tidak pernah merasakan atau menikmati air minum bersih.

Untuk memenuhi segala kebutuhan yang terkait dengan air semisal untuk minum, masak, mandi, dan cuci, mereka secara terpaksa harus menggunakan air kali yang mengalir di Sungai Wae Racang, yang sebenarnya sangat tidak layak untuk dimanfaatkan warga. Jarak antara Kampung Nanga dengan Sungai Wae Racang tersebut sekitar 200 meter.

Baca juga: PDAM Labuan Bajo Siap Kelolah Kapal Pengangkut Air

“Air yang mengalir di Sungai Wae Racang ini bersumber dari sejumlah titik di seputaran Kota Pagal dan Kota Ruteng. Kondisi airnya sangat kotor dan keruh.” tutur RG saat diwawancarai Dawainusa.com, Kamis (20/12).

“Kalau musim hujan, airnya akan berubah warna menjadi kuning, bahkan berwarna cokelat, karena sudah dicampuri oleh lumpur, dan juga kotoran-kotoran jenis lainnya,” lanjut dia.

Memang bahwa di saat musim hujan seperti itu, untuk mendapatkan air minum, para warga memanfaatkan air hujan. Caranya ialah dengan menyediakan tempat-tempat penadah atau bak-bak penampung air.

“Tetapi parahnya, kalau ada hujan lebat di Pagal dan Ruteng, sementara di kampung kami tidak ada hujan. Nah, Sungai Wae Racang ini sudah pasti akan banjir. Airnya akan menjadi kotor dan penuh lumpur. Pada saat seperti ini, kami terpaksa tetap menimbah air yang kotor dan penuh lumpur itu, sebab tidak ada sumber air alternatif yang dapat kami manfaatkan,” ungkap RG.

Tidak Ada Perhatian dari Pemerintah

Terkait keluhan warga ini, Dawainusa.com kemudian meminta keterangan dari tokoh masyarakat yang ada di Kampung Nanga. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi apakah selama ini pemerintah setempat pernah memerhatikan masalah air di kampung tersebut.

Diketahui, dari keterangan yang disampaikan oleh salah seorang tokoh masyarakat yang diketahui berinisial YH, ternyata pemerintah di wilayah tersebut tidak pernah memberikan perhatian atas masalah air minum bersih yang menjadi persoalan utama di Kampung Nanga ini.

Selama ini, demikian YH menjelaskan, sudah banyak warga Kampung Nanga yang memberikan keluhan bahkan mengajukan pengaduan kepada pemerintah desa atas masalah air tersebut.

Akan tetapi, semuanya itu tidak pernah ditanggapi secara serius oleh pemerintah desa setempat. Bahkan, mereka menemukan kesan bahwa pemerintah desa “masa bodoh” atas persoalan ini.

Baca juga: Atasi Masalah Kekeringan, NTT Butuh Dana Rp 20 Miliar

“Sejak zaman Kepala Desa Petrus Den sampai dengan kepala desa sekarang (Ignasius Beon), Kampung Nanga tidak pernah tersentuh dengan program air minum bersih,” jelas YH.

“Kami sudah sering membicarakan hal ini kepada pemerintah desa. Akan tetapi, sampai saat ini tidak ada jawaban dari mereka. Kami juga sudah bosan membicarakan masalah ini terus kepada mereka,” kata dia.

Sementara itu, tokoh masyarakat lainnya yang diketahui berinisial JM menyentil soal keberadaan dana desa di wilayah tersebut. Ia mengatakan bahwa “kenapa pemerintah desa tidak memanfaatkan dana desa untuk mengatasi masalah ini?”

“Setahu kami, pemerintah pusat sudah beri dana kepada setiap desa untuk pembangunan desa tersebut, dan ini diberikan setiap tahun. Dana ini jumlahnya bukan main. Yang kami tahu angkanya sampai miliaran rupiah. Nah, kemana dana desa tersebut? Kenapa tidak dipakai untuk pengadaan air minum bersih di kampung kami?” ujar JM dengan penuh kecurigaan.

Adapun Dawainusa.com sudah berusaha meminta tanggapan dari Kepala Desa Bere terkait keluhan sejumlah warga ini. Akan tetapi, hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bere, Ignasius Beon belum berhasil dihubungi.

Kondisi Warga Kampung Nanga yang Menimba Air Keruh

Berikut aktivitas warga Kampung Nanga, Desa Bere, Kecamatan Cibal Barat seputar usaha mendapatkan air minum yang berhasil dipotret Dawainusa.com.

Anak-anak Kampung Nanga usai menimbah air di Sungai Wae Racang 2

Anak-anak Kampung Nanga usai menimbah air di Sungai Wae Racang – Dawainusa.com

Anak-anak Kampung Nanga usai menimbah air di Sungai Wae Racang 5

Anak-anak Kampung Nanga sedang mandi di Sungai Wae Racang – Dawainusa.com

Anak-anak Kampung Nanga usai menimbah air di Sungai Wae Racang 4

Anak-anak Kampung Nanga sedang menimbah air di Sungai Wae Racang – Dawainusa.com

COMMENTS