Kegerahan Memuncak, Jokowi Ingin Tabok Penyebar Isu PKI

Kegerahan Memuncak, Jokowi Ingin Tabok Penyebar Isu PKI

JAKARTA, dawainusa.com Salah satu isu yang ditiupkan ke ruang publik hari-hari ini adalah tuduhan kepada Presiden Joko Widodo sebagai aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tuduhan tersebut memantik kegerahan sang petahana. Dalam sebuah kesempatan saat membagikan sertifikat tanah di Lampung tengah pada Jumat (23/11), Jokowi kembali mengungkapkan kekesalannya.

“Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” ujar Jokowi.

Baca juga: Gaji Guru Rp20 juta, Ketika Ide Mardani Dibantah Prabowo-Sandi

Kegerahan Jokowi rupanya dipahami secara berbeda oleh kedua kubu yang bakal bertarung dalam Pilpres 2019. Direktur Komunikasi dan Informasi Tim Kampanye Nasional Jokowi – Ma’ruf Amin, Dwi Badarmanto, mengatakan pernyataan Jokowi tersebut adalah hal yang wajar.

“Sebab, kata dia, sudah empat tahun Jokowi menahan sabar akan isu tersebut. “Itu sangking geramnya Pak Jokowi, dia sudah bersabar selama 4 tahun,” kata Dwi seperti dikutip Tempo.

Dia pun tak khawatir jika pernyataan Jokowi tersebut nantinya ‘digoreng’ oleh kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. “Biar saja, nanti kalau digoreng, ya kami makan. Pak Jokowi sudah cukup sabar selama ini,” kata Marsekal purnawirawan TNI ini.

Jokowi Harus Hati-hati

Di sisi lain, Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan, menyebut Jokowi harus berhati-hati dan tidak mendramtisasi. Sebab, katanya, Jokowi tidak semata-mata sebagai kandidat presiden tetapi juga presiden.

“Kalau saya sih menjadi, apa, ya harus hati-hati karena kan beliau itu pusat berita. Beliau itu hari ini tidak semata-mata kandidat presiden, hari ini beliau adalah presiden. Jadi ketika beliau bicara ini kan menjadi ada proses dramatisasi menurut saya,” kata Ferry di Jakarta (23/11).

Baca juga: Alasan Kubu Prabowo Usulkan Gaji Guru Naik jadi Rp20 Juta

Ferry meminta Jokowi tidak marah dan bersikap ‘simpel’ apabila merasa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Ferry juga menyebut Prabowo pun menerima banyak tuduhan, tapi tim pemenangan selalu menenangkan.

“Saya kira kan begitu, Prabowo juga banyak menyampaikan ngomong dikit salah, ngomong ini salah. Makanya tapi kan kita sebagai bagian dari tim ini kita bilang, ‘Sudah Pak, tenang aja,” ungkapnya.

“Pokoknya yang penting itu kan orang melihat apakah itu sebetulnya sikap asli Bapak atau ada yang memelintir, membuat salah, membuat jadi mispersepsi atau disalahartikan. Yang penting kan Bapak tidak ini (tidak salah),'” lanjut Ferry.

Semantara itu, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BNP) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, menyarankan Jokowi menuntut dan melapor kepada polisi jika merasa tidak nyaman dengan isu yang beredar.

“Ya itu wajarlah, kesel dituduh-tuduh padahal nggak, ya kan. Ya dituntut aja. Kita negara hukum kok. Kalau nggak nyaman, tuntut, lapor polisi,” kata Djoko di Jakarta.

Djoko juga menanggapi pernyataan Partai Hanura yang menyebut isu PKI itu jadi ‘jualan’ kubu Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014. Djoko mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Saya tidak tahu, iya kan. Lebih baik tidak tahu, nanti pura-pura tahu malah diperiksa polisi gue,” akunya.

COMMENTS