Kedapatan Mencuri, Gadis 15 Tahun Ini Dihajar Warga

Kedapatan Mencuri, Gadis 15 Tahun Ini Dihajar Warga

Mei Watun, seorang gadis berusia 15 tahun di Lewoleba dihajar warga karena kedapatan mencuri handphone milik warga. (Foto Ilustrasi: Gadis 15 tahun dihajar warga - bbc)

LEWOLEBA, dawainusa.com Mei Watun, seorang gadis berusia lima belas tahun asal kelurahan Lewoleba Selatan, kabupaten Lembata kedapatan mencuri handphone milik sesama warga bernama Lia Wuwur, pada Minggu (19/11).

Akibatnya, perempuan yang sedang beranjak remaja itu dihajar warga hingga babak belur sebelum polisi dari Polres Lembata hadir menangani dan membawanya ke Polres Lembata. Mei, demikian ia sapa dihajar dengan batu, kayu, sandal, bahkan ada warga yang datang membawa linggis.

Baca juga: Pembentukan Provinsi Sumba Kembali Diwacanakan

“Lebih baik pelaku ditelanjangi dan diarak keliling kota. Mungkin cara ini tidak baik, tapi lebih baik kita lakukan supaya memberi efek jera kepada pelaku. Pelaku mungkin menggunakan obat, karena walau dipukul berkali-kali tapi yang bersangkutan terlihat biasa-biasa saja,” tutur seorang saksi mata, seperti dilansir tribunews.com, Senin (20/11).

Kesaksian Pemilik Handphone

Lia Wuwur, sang pemilik handphone yang dicuri Mei menuturkan oknum pencuri datang ke rumahnya, sekitar pukul 07.00 Wita, Minggu, (19/11). Kehadiran Mei di rumahnya disambut bagai tamu yang datang berkunjung. Tak ada dugaan sedikitpun bahwa gadis itu datang untuk mencuri.

Karena dia mengenal oknum sebagai sesama warga dan belum pernah dengan ada kabar tamunya itu sering mencuri. Lia demikiaan sapaanya mempersilahkan Mei menunggu di depan rumah karena dirinya bersama adiknya pergi ke SPBU Lamahora untuk mengisi bensin sepeda motor.

Diperkirakan, ketika Lia dan adiknya itu di SPBU-lah, Mei merangsek masuk ke dalam rumah dan mengambil handphone Lia yang sedang di-charge. Sepulangnya dari SPBU, Lia tidak mendapati lagi Mei yang dimintanya tunggu di depan rumah dan handphone-nya yang sedang dicharge tidak ada.

“Saat itu saya yang mempersilakan Mei duduk dulu di luar rumah. Sebab saya dengan adik saya mau keluar isi bensin. Waktu itu Hp saya sedang dicharge di dalam rumah, dekat meja,” tutur Lia.

Lia menanyakan kepada orang tua dan seisi rumahnya barang kali ada yang menyimpan hp-nya tersebut, namun semuanya menjawab tidak. Dari seorang bocah 5 tahun, kemudian Lia mengetahui ada seorang perempuan jilbab mengambil hp-nya yang sedang dicharge tersebut. Lia pun menduga, perempuan yang dijumpainya tadilah yang dimaksud bocah lima tahun tersebut.

Lia kemudian menyampaikan hal tersebut kepada keluarga dan warga sekitar hingga kemudian sang oknum dikejar oleh warga. Keluarga Lia dan warga lain mengejar sang oknum dan mendapatinya di sekitar SMA Negeri I Lewoleba, di wilayah Komak, Kelurahan Lewoleba Selatan.

Di sekitar tempat itulah, gadis yang mengaku sering mencuri bersama dengan ketiga temannya yaitu Desi, Antika dan Safa yang sering disapa Nona Ambon dihajar warga bahkan sempat direncanakan untuk diarak keliling kota Lewoleba tanpa busana.

Baca juga: Wakil Jaksa Agung Baru Dituntut Ciptakan Reformasi Birokrasi

Warga Sering Mengalami Kehilangan

Warga yang hadir menghajar Mei mengaku mereka sering mengalami kehilangan barang serupa. Itu sebabnya, ketika ada yang kedapatan mencuri mereka menduga oknum tersebutlah yang mencuri barang mereka yang hilang pada hari-hari sebelumnya. Mereka mengaku geram dengan oknum pencuri.

“Kami banyak kehilangan barang selama ini. Mungkin dia dan teman-temannya yang ambil. Karena tadi waktu kami tanya, dia bilang dia tidak sendiri tapi ada teman-temannya,” ungkap seorang warga yang hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Masih menurut warga tersebut, dugaannya tersebut kemungkinan besar benar. Karena saat dikejar massa, sang pelaku lari ke tempat itu untuk menyelamatkan diri. Selain itu, di dalam tas pelaku, warga mendapati sejumlah jilbab yang kuat diduga untuk mengelabui warga.* (RSF)