Lawatan ke Chile, Ini Aksi Paus Fransiskus Yang Paling Menarik Perhatian

Lawatan ke Chile, Ini Aksi Paus Fransiskus Yang Paling Menarik Perhatian

Paus Fransiskus melawati sejumlah negara di Amerika Latin, antara lain Chile dan Peru. Dalam kunjungannya ke benua asalnya itu, ada hal-hal menarik yang dilakukan Paus. (Foto: Paus Fransiskus Menikahkan Paula Podest (39) dan Carlos Ciuffadri (41) di Pesawat - Kompas.com).

CHILE, dawainusa.com Paus Fransiskus melawati sejumlah negara di Amerika Latin, antara lain Chile dan Peru. Ia meninggalkan kota abadi Roma, Senin (15/1), dan terbang menuju negara Chile.

Kunjungannya ke benua asalnya itu selain disambut dengan sorak-sorai juga disambut dengan penolakan. Demonstrasi dan bom gereja terjadi di sejumlah tempat, baik di Chile maupun Peru.

Baca juga: Soroti Imigran dan Pengungsi, Paus Fransiskus: Jangan Padamkan Harapan di Hati Mereka

Salah satuya ialah tiga hari sebelum kedatangan Paus. Sejumlah kekerasan telah terjadi di Santiago, Chile, di mana lima gereja dilempari dengan bom molotov, Jumat (12/1).

Meskipun disambut dengan beragam bentuk penolakan, ada sejumlah aksi Paus Fransiskus yang menarik perhatian. Aksi-aksi itu berhasil dihimpun dawainusa.com dari berbagai sumber.

Aksi-aksi pemimpin Gereja Katolik sedunia itu tidak hanya menarik perhatian jemaat yang ada di sana tetapi juga jemaat dunia maya melalui pemberitaan media.

Berikut ini, kami tampilkan sejumlah aksi tersebut.

Kunjungi Chile, Tetapi Tak Mampir di Negeri Asal

Paus berusia 81 tahun itu berada di wilayah Amerika Latin selama sepekan. Ia mengunjungi enam negara. Namun, ia tak sedikitpun menyempatkan diri untuk mampir ke negeri Argentina.

Semenjak terpilih jadi suksesor Paus Benediktus tahun 2013 lalu, ia belum pernah “pulang kampung”. Paus ke-266 ini telah melawat ke sejumlah negara tetapi belum untuk Argentina.

Baca juga: Kecam Pembersihan Etnis Rohingya, Paus Fransiskus Temui Jenderal Min Aung Hlaing

Aksi yang dari paus yang bernama Jorge Mario Bergoglio ini membuat seorang warga Argentina bertanya-tanya. Bahkan ada yang mengatakan, hal itu Paus lakukan untuk menghukum warga Argentina karena berperilaku buruk.

“Orang Argentina berperilaku buruk. Dia menghukum kita pastinya,” ujar Gilberto Madriago, seorang warga Argentina.

Menikahkan Pasangan di Pesawat

Pertama dalam sejarah, seorang Paus meresmikan perkawinan pasangan di Pesawat, Kamis (18/1). Ada pun pasangan tersebut yaitu Paula Podest (39) dan Carlos Ciuffadri (41). Keduanya pramugari dan pramugara di pesawat tersebut dan telah menikah secara sipil pada tahun 2010.

Menurut keterang Ciuffadri, awalnya, dia dan pasangannya memberitahukan kepada Paus Fransiskus bahwa mereka suami-istri. Saat itu, mereka mengaku sangat bahagia apabila paus berkenan memberkati mereka.

“Kami memberi tahu dia kalau kami adalah pasangan suami-istri. Kami memiliki dua putri dan kami akan sangat bahagia apabila kami menerima berkatnya,” kata Ciuffadri.

Baca juga: Paus Fransiskus Ingin Mengubah Kalimat Dalam Doa Bapa Kami

Permintaan mereka disambut hangat oleh sang Paus. Sri Paus bertanya apakah ada cinta di antara mereka? Ketika keduanya menjawab ‘iya’, Paus Fransiskus menawarkan apakah mereka mau dinikahkan?

Mereka pun menyambut gembira tawaran sang paus. “Mereka sangat bahagia. Paus baru mengetahui tentang mereka pagi ini, jadi pemberkatan ini tidak direncanakan,” ujar  juru bicara Vatikan Greg Burke.

Pernikahan kedua pasangan ini disaksikan oleh Presiden dari maskapai Latam Airlines, Ignacio Cueto. Ia menjadi saksi pernikahan Ruiza dan Ciuffadri. Sementara itu, surat pernikahan mereka ditandatangani Paus Fransiskus dan tanda tangan saksi,  yakni seorang uskup.

Menolong Polisi Yang Jatuh dari Kuda

Dilansir Daily Express, rombongan Sri Paus melewati umat yang memadati jalanan di Iquique selepas memimpin misa pagi, Kamis (18/1). Di tengah situasi itu, Paus Fransiskus menunjukkan sebuah aksi yang mengundang decak kagum.

Paus Fransiskus menolong seorang polisi yang jatuh dari kuda. Ada pun polisi itu terjatuh karena kudanya terkejut dengan suara sirene mobil yang ditumpangi Paus.

Baca juga: Antara Paus dan el-Tayeb, Tak Seharusnya Setetes Darah Tertumpah

Melihat polisi perempuan itu jatuh, Paus Fransiskus turun dari mobilnya dan menolong polisi tersebut. Ia kemudian melihat kondisi petugas perempuan itu dan menungguinya hingga dibawa menggunakan ambulans.

Setelah polisi itu dibawa ambulans, Paus Fransiskus baru melanjutkan perjalanannya yang dikerumuni banyak orang.

Demikian tiga hal atau aksi Pemimpin Gereja Katolik Roma itu dalam lawatannya ke benua asalnya, Amerika Latin. Aksi-aksi tersebut menarik sekaligus menggugah banyak pihak.*