Diduga Ada Pencurian Terumbu Karang, Begini Kata Kepala Badan TN Komodo
Terumbu Karang di TN Komodo - ist

LABUAN BAJO, dawainusa.com – Kepala Badan TN Komodo Lukita Awang mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami soal informasi dugaan pencurian terumbu karang dari kawasan wisatanya.

“Kami masih mendalami informasi dari para nelayan lokal yang menyebutkan bahwa ada pencurian terumbu karang di kawasan wisata Taman Nasional Komodo,” ujar Lukita Awang, Rabu (28/7).

Baca juga: Selain TN Komodo, Ini 22 Taman Nasional yang Dibuka di Tengah Covid-19

Lukita Awang menjelaskan, informasi terkait dugaan pencurian terumbu karang tersebut dilaporkan oleh para nelayan lokal.

Dari laporan para nelayan tersebut, aksi pencurian tersebut dilakukan dengan menggunakan perahu motor, dengan modus berpura-pura menjadi nelayan.

Adapun titik pengambilan terumbu karang tersebut ialah di area perairan Pulau Siaba, Pulau Mangiata, Taka Makassar, Pulau Mauwang, Pulau Sebita, Batu Bolon dan arah selatan Selatan TNK tepatnya di Pulau Gilimota.

Lukita Awang mengaku bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi soal ini dengan para petugas lapangan, dan juga akan meningkatkan pengawasan di wilayah perairan laut.

Soal Terumbu Karang di Kawasan Wisata TN Komodo

Dari berbagai macam hasil penelitian menyatakan bahwa terumbu karang yang ada di TN Komodo ini merupakan yang paling banyak di dunia.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu pada 2017 silam.

“Taman Nasional Komodo ini merupakan jantung segitiga terumbu karang dengan keaneragaman hayati laut paling kaya di dunia,” kata Jelamu.

Baca juga: Di Tengah Covid-19, Kawasan Wisata Pulau Padar dan TN Komodo Kembali Dibuka

Dengan keberadaan terumbu karang tersebut, perairan TN Komodo dipandang sebagai wilayah penyelaman terbaik di dunia mendampingi Raja Ampat di Papua.

Terkait dengan tempat penyelaman ini, TN Komodo memiliki sejumlah titik penyelaman yang tersebar di perairan Labuan Bajo, perairan Pulau Komodo, dan perairan Pulau Rinca dengan karakteristiknya masing-masing.

“Selain perairan Komodo Labuan Bajo, juga perairan di Pulau Alor. Di sana memiliki 50 titik menyelam yang tersebar sampai ke Pulau Pantar, karena keindahan terumbu karang dan aneka hayati dalam laut lainnya,” ungkap Jelamu saat itu.*