Dawainusa.com Persebaran kasus positif Covid-19 di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin meningkat. Data Gugus Tugas per 26 Mei 2020 menunjukkan, total pasien positif Covid-19 di NTT mencapai 85 orang. Sementara yang sembuh 9 orang dan meninggal 1 orang.

Di tengah persebaran kasus yang cukup tinggi, Pemerintah Provinsi NTT telah menyepakati new normal Covid-19 diterapkan di provinsi berbasis kepulauan itu. Tepatnya pada 15 Juni 2020 mendatang, era baru itu akan segera dimulai.

Baca juga: Pernyataan Gubernur NTT Soal Penutupan Wilayah Perbatasan Antardaerah

Dengan demikian, segala sektor perekonomian di NTT mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga hotel dan restoran akan dibuka secara normal.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu mengatakan, kesepatakan penerapan new normal Covid-19 berdasarkan hasil rapat koordinasi virtual antara Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dengan para bupati se-NTT dan Wali Kota Kupang, Selasa (26/5/2020) siang.

“Tadi siang telah ditetapkan bahwa Provinsi NTT akan memasuki kehidupan normal yang baru mulai 15 Juni 2020,” ungkap Marius kepada sejumlah wartawan.

Penerapan new normal di NTT tentu bukan tanpa pertimbangan. Peryataan Presiden Joko Widodo mengenai tatanan kehidupan baru (new normal) di Indonesia, menjadi alasan utama mengapa era baru itu harus segera dimulai di NTT.

Basis pemikiran penerapan new normal sebetulnya merujuk pada keinginan pemerintah agar kegiatan ekonomi kembali bergerak namun protokol kesehatan tetap dilaksanakan guna mencegah penularan Covid-19.

“Kita ingin tetap produktif, tapi aman Covid. Produktif dan aman Covid. Ini yang kita inginkan,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan Mal Summarecon Bekasi, Selasa (26/5).

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat sebenarnya memberikan penekanan yang sama terhadap aktifitas ekonomi di tengah pandemi.

Hal itu bisa terbaca saat Viktor meminta para Bupati untuk segera membuka kembali akses antar kabupaten di provinsi itu. Ia meminta agar pasar-pasar segera dibuka kembali, dengan demikian para petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka.

“Pasar-pasar juga harus segera dibuka kembali, karena saat ini para petani mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil pertanian mereka,” tegas Viktor.

Bukan bermaksud mengentengkan Covid-19, tetapai kata Viktor, sebagai Gubernur dirinya tidak ingin kasus Covid- 19 ini menjadi alasan untuk tidak bekerja.

“Tanamkan semangat untuk berjuang mensejahterakan masyarakat. Memang bukan berarti kita tidak menghiraukan virus ini, tapi kalau kita tetap berada dalam ketakutan, maka masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya,” ujarnya.

Bahkan Politis Partai NasDem itu juga menegaskan akan berhadapan dengan Covid-19 meskipun nyawa jadi taruhan. Ia tak ingin bersembunyi di balik Covid-19 lalu membiarkan masyarakatnya mati kelaparan.

“Saya lebih memilih berhadapan dengan virus ini walaupun nyawa taruhannya, daripada berdiam diri dan bersembunyi dan kemudian masyarakat mati karena kelaparan. NTT ini daerah termiskin, oleh karena itu pola pikir saya selalu berpikir sebagai orang miskin. Dan ciri khas orang miskin itu pasti akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup,” tegasnya.

NTT siap terapkan New Normal
Ilustrasi – ist

Sejumlah Kesepakatan Lain

Meskipun semua sektor perekonomian dibuka, aktivitas sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA, pemerintah bersepakat untuk tetap melakukan aktivitas belajar dari rumah.

Aktivitas Sekolah di NTT akan tetap ditiadakan hingga waktu yang belum ditentukan oleh pemerintah.

“Bagi sekolah dari tingkat SD hingga SMA tetap melakuakn proses belajar dari rumah. Kepala tetap harus melakukan proses administrasi kenaikan kelas dibulan Juni. Silahkan buat ujian onlin untuk kenaikan kelas,” kata Marius.

Baca juga: Mulai 15 Juni 2020 Kantor Pemerintah dan Perusahaan Swasta di NTT Dibuka

Selain itu, untuk tahun ajaran baru 2020/2021 lanjut Marius, akan dimulai pada bulan Juli seperti biasa. Sedangkan kebijakan terkait kegiatan belajar mengajar untuk perguruan tinggi akan dikoordinasikan oleh Dikti.

Kesepakatan lain yang disebut Marius adalah tidak ada lagi pembatasan atara Kabupaten di seluruh wilayah di NTT. Seluruh transportasi Dibuka kembali secara normal.

“Transportasi harus kembali normal. Perbatasan antara kabupaten harus dibuka, tidak ada lagi wilayah yang ditutup,” ujar Marius.

Marius mengatakan, kabupaten yang sampai saat ini masih zona hijau, sudah dapat melakukan kegiatan normal tanpa harus menunggu hingga 15 Juni mendatang.

Marius menyebut, Gubernur NTT mengimbau agar warga tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

“Jika sebelumnya budaya komunal dikenal sangat kuat di NTT, warga NTT diharapkan menyesuaikan dengan situasi saat ini dengan tetap menjaga jarak,” kata dia.

Terkait dengan kegiatan ibadah, tempat ibadah juga sudah dapat dibuka kembali per 15 Juni nanti.

“Bapak Gubernur mengharapkan lembaga dan tokoh-tokoh agama dapat mengatur hal ini lebih lanjut agar tidak terjadi kerumunan yang berlebihan dari para umat yang beribadah,” ujar Marius.*