Kasus Meikarta, James Riady Penuhi Panggilan KPK

Kasus Meikarta, James Riady Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA, dawainusa.com Bos Lippo Group James Riady akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (30/10). Kehadiran putra taipan Mochtar Riady itu guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

James tiba sekitar pukul 09.25 WIB di markas lembaga antirasuah yang berada di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam video yang disiarkan CNNIndonesia, James mengenakan kemeja biru dengan balutan jas hitam. Selepas turun dari mobil James langsung bergegas menuju lobi Gedung KPK.

Baca juga: Ardy Mbalembout soal Pemanggilan James Riady oleh KPK

Dalam video tersebut, sejumlah awak media sedang menunggu kedatangannya di pelataran Gedung KPK. Namun, James memilih diam dan tak menjawab pertanyaan para wartawan. Dia hanya menganggukkan kepala, sembari terus berjalan dengan diapit tiga petugas kepolisian, dan pihak keamanan KPK.

CEO Lippo itu bergeming dan terus berjalan masuk ke dalam markas antirasuah. James hari ini bakal diperiksa sebagai saksi untuk sembilan tersangka suap pengurusan izin proyek Meikarta. Dia diduga tahu mengenai proses pengajuan izin megaproyek hunian masa depan itu kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Sebelum James tiba, salah satu tersangka dalam kasus dugaan suap ini, Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin tiba lebih awal. Neneng yang juga tengah hamil empat bulan itu mengaku dalam kondisi sehat. Dia pun langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

James Riady tiba di KPK

James Riady tiba di KPK – ist

KPK Tetapkan 9 Tersangka

Dalam kasus dugaan suap izin proyek pembangunan Meikarta ini, sedikitnya KPK menetapkan sembilan tersangka, dua di antaranya Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.

Neneng Hasanah dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan Meikarta, proyek prestisius milik Lippo Group.

Baca juga: Kesaksian Calon Penumpang Lion Air yang Selamat Karena Macet

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

KPK Masih Selidiki dugaan Keterlibatan James Riady

Hingga kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku masih menyelidiki dugaan keterlibatan James Riady dalam kasus dugaan suap pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengklaim pihaknya masih menunggu laporan penyidik yang menangani kasus tersebut. Oleh karenanya, dia belum mau menyampaikan perkembangan lebih lanjut.

“Tidak bisa disampaikan, itu kan masuk materi. Nanti kita lihat,” ujar Saut di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (24/10).

Baca juga: Sejumlah Kecelakaan yang Pernah Menimpa Pesawat Lion Air

Hingga kini, Saut mengklaim belum mendapat laporan utuh terkait perkembangan terakhir hasil penggeledahan rumah James Riady beberapa waktu lalu. Namun, Saut tak menyangkal jika penggeledahan itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan James dalam kasus Meikarta.

“Normatifnya begitu tapi nanti kita lihat saja,” ujar Saut saat ditanya awak media tentang keterkaitan penggeledahan dengan dugaan keterlibatan James.

Pekan lalu, tim penyidik KPK menggeledah kediaman James di kawasan Tangerang, Banten. Penggeledahan di rumah James dilakukan untuk mencari barang bukti terkait dugaan suap proyek Meikarta yang menjerat sembilan orang sebagai tersangka.

Tim penyidik KPK juga menggeledah rumah Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, rumah dan kantor Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, kantor PT Lippo Karawaci Tbk, di Menara Matahari, Tangerang.

Kemudian Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bekasi, Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi.

Lalu Apartemen Trivium Terrace, Kantor Lippo Cikarang, dan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) di Hotel Antero Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.*