Kapten Vincent Dilaporkan Atas Kasus Binary Option Seperti Indra Kenz

Kapten Vincent Dilaporkan Atas Kasus Binary Option Seperti Indra Kenz
Foto: Dawainusa.com - Web/@tribunnews

Dawainusa.com – Vincent Raditya atau Kapten Vincent sedang menjadi sorotan publik setelah terseret kasus binary option.

Pasalnya, beberapa orang yang mengaku menjadi korban dari binary option platform Oxtrade telah melaporkan Kapten Vincent ke polisi.

Baca: Dalam Dua Ronde, Vicky Prasetyo KO Lawan Azka Corbuzier

Kapten Vincent diduga menjadi afiliator aplikasi trading Oxtrade dan bahkan sering memamerkan hasil tradingnya ke media sosial atau flexing barang mewah.

Kapten Vincent Terjerrat Kasus Penipuan


Menurut informasi yang beredar, Federico Fandy melaporkan Kapten Vincent Raditya ke Polda Metro Jaya pada Kamis (31/3/2022) karena diduga menjadi afiliator binary option.

Kapten Vincent Raditya dikenakan dugaan penipuan serta tindak pidana pencucian uang oleh Federico Fandy.

Baca: Vicky Prasetyo Mengaku Bisa Menang TKO Lawan Azka Corbuzier

Dijelaskan kuasa hukum Federico Fandy lainnya, Prisky Riuzo Situru, Kapten Vincent Raditya diduga mempromosikan kegiatan binary option di aplikasi OxTrade lewat Instagram.

Ia juga mencantumkan tautan bagi orang-orang yang tertarik melakukan kegiatan trading di aplikasi tersebut.

Kapten Vincent Ajarkan Trading

Kapten Vincent Dilaporkan Atas Kasus Binary Option Seperti Indra Kenz
Foto: Dawainusa.com – Web/@suara

Tak berhenti sampai di situ, Kapten Vincent Raditya juga berstatus sebagai salah satu pengajar di grup Telegram member OxTrade.

“Jadi ini sama dengan Binomo dan Quotex itu,” kata Prisky Riuzo Situru.

Sebagai salah satu terduga korban praktek binary option lewat platform OxTrade, Federico Fandy mengaku rugi hingga puluhan juta rupiah.

Baca: Belum Punya Anak, Nikita Mirzani Tuding Dewi Persik Aborsi 5 Kali

Sedangkan untuk saat ini, total korban OxTrade sudah mencapai di atas 10 orang dengan perkiraan kerugian mencapai Rp 200 juta.

Dari laporan Federico Fandy, Kapten Vincent Raditya diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU ITE.

Lalu ada Pasal 3 dan atau Pasal 5 dan/l atau Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kemudian Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

Korban Rugi Puluhan Juta

Kapten Vincent Dilaporkan Atas Kasus Binary Option Seperti Indra Kenz
Foto: Dawainusa.com – Web/@merdeka

Sebelumnya beberapa orang yang mengaku telah menjadi korban dari Kapten Vincent melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

“Kami telah melaporkan atas nama saudara Federico Fandy dengan terlapor inisial VR yang terindikasi sebagai afiliator aplikasi Oxtrade,” kata Riswal Saputra, tim kuasa hukum korban, saat ditemui di Polda Metro Jaya.

Baca: Ronaldhino Dipastikan Penuhi Undangan Raffi Ahmad ke Indonesia

Korban mengaku mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk kerugian, sementara yang kami peroleh berdasarkan keterangan klien kami itu puluhan juta,” sambungnya.*